Mencintai Ayah Angkat Sahabat Ku

Mencintai Ayah Angkat Sahabat Ku
Buta mata


__ADS_3

Flasback.


Tiga hari setelah pulang dari rumah sakit usai melahir kan, Zizi di buat menangis panik dengan rekaman yang berliana berikan.


"Kau masih ingin menyangkal dengan bukti ini big?!" Sentak berliana.


Big mengamati video dengan seksama, Memang benar jika zizi memasukan obat kedalam minuman yang dibuat nya.


"Sayang tolong jangan marahi aku, Bahkan aku juga tidak tahu dengan apa yang ku lakukan itu." Zizi menjatuh kan diri di kaki suami nya.


"Kau tidak tahu? Wah kau sungguh amatir sekali." Berliana berdecak kesal.


"Kamu tahu kan sayang waktu hamil aku kerap seperti itu, Tentu saja itu karena bawaan bayi kita! Apa kamu sungguh berpikir jika aku jahat?" Zizi masih berusaha.


Big terdiam karena sebenar nya dia juga marah tentang apa yang zizi lakukan pada ayah nya, Namun rasa cinta dan kasihan pada zizi membuat big lemah.


"Kau sungguh berpikir jika itu dorongan bayi big?!" Kaget berliana ketika big membantu zizi tegak.


"Aku tahu kakak sangat marah dengan yang zizi lakukan, Tapi apa tidak ada hari lain nya? Kami baru saja kehilangan bayi kak." Ujar big sedih.


"Bayi kalian meninggal karena dia tidak sanggup hidup bersama ibu yang cacat moral seperti dia." Ujar berliana pedas.


Plaak.


Sudah dua kali big menampar kakak nya karena membela zizi, Berliana tak menyangka jika big masih saja membela zizi yang sudah jelas bersalah.


"Kau akan menyesal big!" Geram berliana meninggal kan adik nya.


"Huaaa ini semua salah ku! Kenapa bukan aku saja yang mati." Zizi meraung.


"Sayang jangan begitu." Big memeluk istri nya dengan erat.


"Aku jahat big! Lepas kan saja aku." Isak zizi membuat big tidak tega.


"Tidak usah peduli kan ucapan orang, Aku akan tetap bersama mu." Bisik big.


"Semua keluarga mu tidak ada yang menyukai ku big, Lebih baik kita berpisah saja." Zizi mengumpan kata kata.


"Apa kau tidak mencintai ku lagi?!" Tanya big menatap tajam istri nya.


Zizi menghapus air mata nya, Dengan lembut ia memegang rahang big dan menatap penuh cinta sehingga big tidak akan percaya jika wanita ini sangat lah jahat.


"Bahkan jika aku mati pun, Hanya kau lah pria yang aku cintai." Ujar zizi sang buaya betina.

__ADS_1


"Lalu kenapa kau ingin berpisah dariku hanya karena mereka sayang, Aku tidak peduli dengan pendapat mereka." Big menangkup wajah zizi.


"Yah aku tidak akan meninggal kan mu." Putus zizi.


"Lebih baik kita pindah saja keapartement, Jika keadaan sudah membaik. Maka kita bisa kembali lagi kesini, Lagi pula kan kamu sudah tidak mengandung." Ujar big.


Gelagapan zizi karena kini sudah tidak punya alasan untuk tetap tinggal di mansion ini, Alasan apa lagi yang akan ia pakai.


"Ayah kan sudah tua sayang, Bagai mana mungkin kita tega meninggal kan nya." Zizi menggunakan mark.


"Astaga zizi, Mereka sudah jahat padamu pun kau masih saja memperdulikan nya." Big di buat kagum.


"Bagai mana pun juga mereka adalah keluarga mu, Meski mereka tidak menyukai ku. Aku akan tetap menyukai mereka!" Ucap zizi.


"Betapa baik nya hatimu sayang." Kagum big.


Hanya dengan beberapa kalimat saja big sudah percaya dengan zizi, Mulut manis zizi membuat big tidak akan percaya dengan siapa pun


Flasback off


...****************...


Hidup anyelir berubah drastis setelah punya bayi mungil nan cantik ini, Setiap malam ia begadang karena sang bayi yang rewel.


"Mom belum tidur?" Tanya anye ketika melihat jam sudah pukul tiga subuh.


"Udah tadi, Kamu saja sekarang yang tidur." Sahut bianca membawa seina keluar dari kamar.


Anye sudah kembali pulang kemansion daddy nya, Tidak mungkin tega kedua orang tua itu meninggal kan anye sendirian di rumah terpencil dan mengurus bayi.


Seina de lamozada adalah nama putri kecil nya, Jika siang hari ia akan tidur dan sangat sulit untuk bangun. Namun jika malam, Makan seina akan minta gendong dan menyusu.


"Aduh cucu grandpa kok belum tidur." Jasson ikut menimang.


"Kasihan mama nya tiap malam begadang." Ujar bianca.


"Mungkin nanti jika sudah agak besar dia tidak akan begitu lagi mom." Jasson menganggap wajar karena usia seina yang baru tiga hari.


"Aku kasihan jika melihat anye yang sangat kesusahan mengasuh putri nya, Seusia itu dia harus mengasuh bayi dan itu tanpa bantuan suami." Bianca jadi sedih.


"Jangan sedih mom, Anye anak yang kuat kok." Hibur jasson.


"Big juga kurang ajar sekali, Tidak pernah sekali pun dia mencari anyelir." Kesal bianca.

__ADS_1


"Kita tidak bisa menyalah kan big sepenuh nya! Wajar saja dia marah karena anye lah yang menerobos masuk untuk mengacau kan rumah tangga nya." Ujar jasson.


"Astaga! Aku pusing sekali jika memikir kan masalah ini." Keluh bianca.


Jasson tidak menyahut lagi ucapan bianca, Dia lebih memilih mengajak seina bergurau meski bayi mungil itu belum paham.


"Ku dengar anak big meninggal dad?" Tanya bianca.


"Iya, Keracunan air ketuban kata nya." Sahut jasson.


"Haissh entah lah, Apa itu karma atau juga teguran." Ujar bianca.


"Jaga bicara mu mom." Peringat jasson pada istri nya yang suka kelepasan jika sedang bicara.


"Berliana bilang jika big sangat jauh berubah sekarang." Cerita bianca.


Jasson menoleh mendengar ucapan istri nya, Dari mark ia juga mendengar jika kepribadian big mulai berubah.


"Berubah bagai mana?"


"Big kerap bertengkar dengan liana, Karena zizi." Ujar bianca.


"Tidak usah terlalu ikut campur masalah mereka, Aku takut jika big menganggap anye masih mengharap kan nya." Ucap jasson.


"Apa daddy yakin jika anye sudah melupa kan big?" Tanya bianca.


"Entah lah."


******


Pukul sepuluh siang anye baru bangun dan langsung bergegas mencari putri nya yang tidur bersama grandma nya, Terlihat seina dan bianca pulas tertidur.


"Ooh anak mama kalau siang bobok terus." Anye mencium pipi putri nya.


"Buat kan mommy coklat panas dong nye." Pinta bianca terbangun.


"Siap nyonya."


Bianca tersenyum melihat tingkah anye yang masih ceria seperti dulu, meski kadang bianca juga melihat anye yang menangis sambil memandangi putri kecil nya.


Apa lagi jika bukan teringat ayah dari anak nya, Seina yang wajah nya sangat mirip dengan big.


"Kenapa kamu sangat mirip papa mu nak?" Bianca berbicara pada cucu kecil nya.

__ADS_1


Seina di angkat oleh bianca menuju kamar anye, Karena lebih nyaman jika bayi kecil ini tidur di box dari pada sendirian di ranjang bisa saja ia nanti terjatuh.


__ADS_2