
Seminggu sudah berlalu hari ini dimana Vino memberikan keputusan nya pada Diandra tapi sebelum nya dia harus berbicara pada Indah terlebih dahulu....
" Ndah mas ingin bicara" ucap Vino pelan saat Indah membawa keranjang kain kotor kearah dapur
" Sebentar ya Mas,Indah taruh ini dulu" jawab Indah lembut
Tak lama Indah datang dengan membawakan teh hangat untuk suaminya,Vino menatap wajah Indah wajah yang begitu teduh apa dia bisa menceraikan perempuan ini dan memilih Diandra seperti nya tidak
" Ndah...mas ingin menikah lagi" ucap Vino memberanikan diri
Indah diam sejenak sebenarnya Indah sudah tau rencana pernikahan Vino dan Diandra karena dua hari lalu mertua nya datang membawa Diandra kerumah mereka dan meminta Indah untuk mundur dari pernikahan ini tapi Indah dengan santai nya menjawab akan mundur jika Mas Vino yang menginginkan nya
Indah benar-benar sosok perempuan kuat, Dia merasa dia istri sah dan berhak atas suami nya mungkin banyak yang berpikir Indah bodoh mempertahankan pernikahan nya tapi terkadang ada saat nya istri sah tidak perlu mengalah dengan pelakor dan membiarkan si pelakor menang meskipun harus mengorbankan harga dirinya, Prinsip Indah pernikahan hanya sekali seumur hidup hanya maut yang bisa memisahkan nya kecuali permintaan suaminya sendiri, mungkin saat ini rumah tangga mereka sedang di uji
"Jika keputusan mas sudah bulat Indah tidak bisa mencegah nya mas,Indah ikhlas mas menikah" jawab Indah pelan
__ADS_1
Vino heran mengapa istrinya dengan mudahnya mengangguk dan mengiyakan saat dia bilang mau menikah lagi apa selama ini Indah tidak mencintai nya,dengan mudah nya Indah memperbolehkan Vino menikah
"Kok, kamu anteng-anteng saja Ndah,apa selama ini kamu tidak mencintai mas?" tanya Vino
" Lalu Indah harus apa mas? marah-marah, Tariak-teriak gitu, apa dengan begitu bisa merubah keputusan mas?" tanya balik Indah membuat Vino terdiam,memang benar yang di katakan Indah tak ada yang bisa merubah keputusannya apalagi semalam Ibu nya sudah menghubungi Vino untuk menikahi Diandra secepat nya
Senyum yang tulus dan binar matanya yang pasrah membuat Vino sejenak terpaku, hanya tatapan hangat Indah yang menghilang seketika
"Kamu benar tidak keberatan, kalau Mas menikah lagi?" tanya Vino meyakinkan dan anggukan pelan sebagai jawaban Indah
" Diandra kan....!!" ucap Indah pelan
" Diandra adalah mantan kekasih mas, cinta pertama, sekaligus gadis pujaan mas sejak dahulu, kami pernah merencanakan menikah tapi gagal karena Diandra mengejar cita-cita nya sebagai model dan kini dia kembali menuntut mas karena kami belum putus" Jelas Vino
" Kalau Indah bilang putus kan dia sekarang juga mas tidak bisa kan? jadi tidak usah bercerita panjang lebar mas, Jika keputusan mas bulat menikahi nya Indah ikhlas bukan kah lelaki boleh berpoligami asal kan adil" tekan Indah
__ADS_1
Vino merasa tersindir dengan ucapan Indah memang benar ada nya apa dia bisa adil nantinya, Vino sendiri tidak memahami debaran perasaannya pada Indah,Apa hanya pelarian atau kebutuhan semata karena sampai detik ini dia tidak bisa melupakan Diandra mantan pacar nya itu
"Menikahlah Mas, Kamu berhak bahagia dengan pilihan mu, mungkin selama ini Indah tidak bisa memberikan mu kebahagiaan yang sesungguhnya" katanya pelan, membuyarkan kenangan Vino beberapa tahun silam saat hatinya kosong Indah lah yang sudah berhasil mencuri hatinya
"Mengapa kamu tidak bertahan seperti perempuan lain," tanya Vino masih penasaran
"Apa mas mau Indah bilang tidak?" Indah malah balik bertanya, matanya menatap bola mata Vino
"Kamu bilang mas berhak bahagia, terus kamu bahagia dengan mas menikahi Diandra?" Indah hanya menunduk, selarik sinar nestapa samar terlihat olehnya, tapi begitu samar terhalang oleh senyumannya yang manis, membuat Vino tidak bisa menebak apa isi hati istri nya ini
Meski awalnya menikahi dia hanya sebuah pelarian tapi perlahan Vino bisa menerima kehadiran Indah bahkan Vino sangat menyukai sifat keibuan Indah dan sejenak bayangan Diandra pun bisa hilang tapi saat Diandra muncul Vino kehilangan jati dirinya
Bagaimana mungkin Vino mampu menggores luka pada sosok yang begitu baik dan pengertian selama ini, Vino benar-benar bimbang dengan keadaan ini
" Mungkin ini juga salah Indah mas yang tidak mencari tahu kehidupan mas dahulu,Indah terlalu bahagia saat bisa bertemu mas kembali, Indah tidak akan sanggup menyuruh mas melupakan Cinta pertama mas, jadi mulai hari tidak usah bertanya pada lagi tentang kebahagiaan. Bahagia atau tidak Indah mengizinkan mas untuk menikah lagi. Titik," ucapan membuat Indah menggaruk Vino kepala.
__ADS_1
Melukai dan membagi cinta tidak sama, lagi pula Vino laki-laki yang normal. Dia sayang pada Indah, di samping itu Vino juga mencintai Diandra, tidak ada salahnya Vino memutuskan untuk memiliki keduanya agar perasaan sayang dan cintanya dapat tersalurkan.
Kedengarannya memang egois. tapi itu lah ada nya Vino tidak bisa memutuskan antara Indah dan Diandra.