Mencintai Saat Menunggu Perceraian

Mencintai Saat Menunggu Perceraian
pergi


__ADS_3

"Indah pergi Mas, Mas berhak bahagia. Maafkan jika selama ini Indah tidak bisa membahagiakan mas dan tidak menjadi istri yang mas ingin kan" kata Indah lirih lalu mencium punggung tangan Vino yang hanya sanggup mematung melihat kepergian Indah,segaris air mata yang menganak lembut di kedua pipinya membuat Vino tersentuh dia tidak ingin berada dalam situasi ini


Baru dua jam lalu Indah pergi meninggalkan rumah mereka membuat Vino merasakan sepi, Diandra dan ibu nya pun juga sudah pulang


Vino melihat kiri-kanan hari ini dia tidak bekerja karena perdebatan pagi tadi


****


Senja baru saja turun,Semburat sinarnya yang keperakan memantul sendu di ujung hijab Indah. Sepoi angin senja yang mengusap dingin mukanya, seolah mewakili hati yang rasanya begitu sunyi dan hampa saat ini,Indah berdiri di depan teras rumah nya merenungi nasib yang di campakkan Vino


Saat sampai di rumah orang tuanya tadi Indah langsung bercerita pada ayah dan Ibunya tentang apa yang terjadi pada rumah tangga nya dan Vino, tanggapan orang tua Indah tetap bijak dia tidak pernah menyalahkan salah satu pihak, mereka meminta Indah untuk berserah diri pada Tuhan dan jangan pernah mengumbar aib suami pada orang lain, Mungkin tuhan sedang memberikan ujian pada Indah

__ADS_1


Malam ini angin mendesir menerobos kaca kamar Indah, Ada yang menderu di sudut jiwanya, Rindu hanya kata itu yang pantas di sematkan pada Indah saat ini tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena Vino sendiri tak merindukan nya, Vino memberikan Cinta pada Indah yang tidak bisa Indah lupakan, meskipun pernikahan seumur jagung tapi cukup berkesan dan berarti


Enam bulan bersama membuat Indah sudah terbiasa tidur bersama Vino bahkan dalam pelukan lelaki itu tapi malam ini untuk pertama kali nya Indah kembali ke rumah orang tua nya dan tidur sendiri


Lama Indah memandangi ponsel nya tidak ada pesan atau pun telpon berbunyi, apa Vino sedang menghabiskan waktu bersama Diandra pikir nya


Kepalanya sedikit berdenyut karena memikirkan nasib rumah tangga yang berakhir ini, bagaimana dia menjelaskan pada keluarga dan tetangganya nanti, pernikahan yang baru enam bulan sudah bercerai apalagi jika alasan nya anak,Indah menghela nafas panjang dia tak bisa berpikir jernih saat ini


****


"Kenapa bu?"

__ADS_1


" Temani ibu ke rumah bude Surti"


" Ada acara?"


" Hmmm....Abi anak bude mu akan tunangan jadi ibu di minta bantu-bantu di sana" jawab ibu Indah


" Wah,sudah tunangan saja ya si Abi bu baru juga kemarin tamat kuliah nya tapi aku mau marah dama dia aku nikah kemarin dia nggak bisa datang" ucap Indah


Abi dan Indah seumuran,Hanya Abi kuliah duluan dari Indah,Bude Surti adalah kakak dari ibu Indah,Dulu bagi yang tidak kenal Abi,banyak yang mengatakan mereka sebagai pasangan kekasih karena mereka kemana-mana selalu berdua, mereka kuliah di Universitas yang sama, Indah tidak pernah ambil pusing toh mereka tidak bisa menikah karena ibu Abi adalah saudara kandung ibu Indah


" Udah ketemu jodoh juga Ndah,Dia tidak dapat izin saat kami menikah, karena memang Abi bilang mau ambil cuti saat dia tunangan" jawab Ibu Indah

__ADS_1


Indah terdiam sejenak coba saja ada Vino pasti dia akan datang berdua dan sudah pasti dia akan mengenal kan Vino pada keluarga besar nya soalnya saat menikah dulu mereka hanya mengundang sebagian kecil keluarga tidak ada pesta mewah semua serba dadakan tapi saat kumpul keluarga sekarang malah dia fan Vino menunggu proses perceraian


__ADS_2