Mencintai Saat Menunggu Perceraian

Mencintai Saat Menunggu Perceraian
melahirkan


__ADS_3

Dua Minggu berlalu,Indah merasakan mules di perut nya membuat seisi rumah khawatir pagi ini


" Mana yang sakit Ndah" ucap Ibu nya khawatir, meskipun sudah pernah melahirkan Shafa dan Indah tapi itu sudah lama terjadi membuat Ibu Indah lupa akan rasa sakit nya


" Bu,,sakitnya tidak mau berhenti" keluh Indah


" Istighfar nak,tahan ya kita kerumah sakit" ucap Perempuan yang sudah melahirkan nya ini,Vino sedang sibuk menyusun peralatan yang akan di bawa


Bapak dan ibu Indah membantu anak nya ini untuk masuk kedalam mobil


" Mas...." panggil Indah pelan


" Sabar sayang kita berangkat sekarang,tahan ya,anak ayah pasti kuat di dalam sini" ucap Vino memberikan semangat pada Indah


****

__ADS_1


" Bu, Vino mengabarkan Indah melahirkan,cucu kita akan segera lahir,ayo kita lihat bu" ajak ayah Vino


" Kamu saja ibu ada urusan"


" Bu,,sudah lah jangan kamu simpan dendam mu itu berlarut-larut,kita sudah tua aku dan ibu Indah dulu tidak pacaran hanya ketertarikan saja,lagi pula dia sudah bahagia dengan suami nya,hanya karena percintaan SMA kita kamu dendam sampai segitunya" ucap Ayah Vino


Dulu ayah Vino dan ibu nya berpacaran tapi saat ibu Indah masuk ke sekolah mereka Ayah Vino malah melirik ibu Indah,dia kagum dengan kelembutan hati ibu Indah membuat Ibu Vino marah, mungkin karena jiwa muda yang masih membara membuat Ayah Vino melirik kecantikan wanita lain membuat ibu Vino marah dan membenci ibu Indah sampai sekarang,dia takut Ayah Vino malah tertarik lagi karena mereka tinggal berdekatan rumah,itu lah salah satu alasan yang membuat Ibu Vino membenci Indah,dia ingin Indah merasakan sakit di tinggal Vino.


" Itu menurut ayah tapi hatiku masih sakit hingga saat ini, apalagi Ayah terus berusaha menggagalkan rencana ku untuk membuat Vino dan Indah berpisah!"


" Bukan ayah yang menggagalkan tapi Vino sendiri yang memang mencintai Indah, takdir yang meminta mereka tidak berpisah bu"


" Bu,kita sudah bau tanah,sudah akan memiliki cucu tak pantas cemburu tak jelas begini, hidup lah seperti orang normal bu"


" Terserah ayah"

__ADS_1


Ayah Vino menggeleng kan kepala nya melihat kekerasan hati istri nya ini


" Bu,Indah perempuan baik, Meskipun di sakiti Vino Indah tetap baik dan menerima anak kita, hormat pada kamu,tak ada yang kurang dari Indah bu,dia menunjukkan sikap hormat nya pada mertua meskipun di sakiti berkali-kali dia tak marah, jangan buat anak kita menjauh karena sikap mu ini,Kalau kamu tidak mau menjenguk silahkan ayah tetap pergi sendiri jangan harap kamu di panggil nenek oleh anak Vino, perempuan egois kamu!" kesal Ayah Vino lalu meninggalkan istri nya seorang diri


Sebenarnya hati ibu Vino sudah mulai membaik tapi perasaan malu nya masih menyelimuti dirinya,dia malu pada keluarga Indah,dia malu pada Indah,dia merasa menjadi mertua yang kejam selama ini padahal keluarga Indah maupun Indah tak pernah mempermasalahkan itu


***


" Mas,,sakit" ucap Indah menggenggam tangan Vino kuat, beberapa kali dokter mengajar kan Indah mengejan tapi mungkin ini pengalaman pertama nya takut bercampur cemas menyatu membuat Indah tak begitu paham dengan arahan Dokter


" Jika tidak kuat berhenti dulu bu,jangan di paksa" ujar Vino pada sang dokter dia khawatir melihat kondisi Indah yang mulai melemah


" Tarik nafas dalam keluar kan ya bu,ini udah hampir kelihatan dedek nya" ucap Sang dokter lembut,dia berusaha membuat Indah Rileks


Beberapa kali ajaran akhirnya ejanan ke delapan membuahkan hasil, Bayi laki-laki yang tampan itu keluar membuat Vino bernafas lega

__ADS_1


Indah terkulai lemah karena kehabisan tenaga membuat Vino panik


" Dok, istri saya dok" ucap Nya


__ADS_2