
" Yah cari Vino di rumah Indah minta dia pulang ibu harus bicara dengan nya" ucap Bu Wati pada suaminya
" Bu, Vino itu sudah dewasa jangan campuri rumah tangga nya lagi bu,dia bisa menentukan pilihan nya sendiri jika Vino tidak datang ke pernikahan nya berarti dia memilih mempertahankan Indah, toh dulu juga Diandra yang meninggal kan Vino kenapa sekarang dia kembali"
" Yah Diandra hamil anak Vino apa ayah tidak punya sedikit hati, bagaimana jika Nita yang ada di posisi Diandra,apa ayah tega?" ucap Bu Wati
" Kamu percaya Diandra?" tanya Ayah Vino membuat Bu Wati terdiam
"Belum tentu itu anak Vino bu, ayah tau Vino kita yang membesar kan nya tidak mungkin Vino bisa berbuat maksiat bu apalagi dia memiliki seorang istri Sholeha seperti Indah, sedikit banyak nya Vino sudah di tuntun Indah ke jalan yang lebih baik"
" Ayah selalu saja membela Indah,Indah terus...!! apa yang bisa di banggakan dari anak pak Harun itu hanya bisa membuat beban untuk Vino sedang kan Diandra jauh berbeda, cantik model terkenal di bawa Arisan pun tidak malu- maluin yah"
" Terserah ibu mau nya siapa yang jelas jangan mengganggu rumah tangga Vino, biarkan dia bahagia bersama Indah saat ini"
"Mana bisa begitu yah, Vino inti dari permasalahan semua ini dia yang harus menyelesaikan nya"
__ADS_1
" Jika kamu ingin penyelesaian terima keputusan Vino bukan malah memaksa kehendak kalian, Indah juga hamil anak Vino saat ini bu dia juga butuh Vino jangan bertindak semau kalian, ada cucu kita yang kami korbankan" bentak Ayah Vino membuat ibu Vino terdiam
Memang jika di pikir-pikir Vino tidak akan berani melakukan hal di luar batas karena mengingat karakter Vino yang baik dan tidak banyak tingkah tapi siapa yang tau jika setan sudah menguasai diri seseorang apa saja bisa di lakukan
****
" Ndah....haus" ucap Vino pelan,Indah tertidur duduk di sebelah ranjang Vino
" Mas mau minum" ucap Indah dan di anggukki Vino
" Tidur di sebelah mas saja Ndah" pinta Vino selain dia tidak tega melihat Indah tidur di kursi dia juga ingin memeluk istrinya ini
" Mas,ada ibu" ujar Indah pelan melirik ke ibunya yang sedang tertidur pulas di lantai yang hanya beralaskan tikar
" Ibu pasti mengerti Ndah,ayo sini mas kangen" ucap Vino menepuk sofa di sebelah nya
__ADS_1
" Mas, ranjang nya kecil" tolak Indah,dia sedikit malu pada ibu nya yang tertidur di bawah
" Muat.... asal kamu nya ikhlas"
Indah tidak dapat menolak lagi mau tidak mau dia naik keatas Ranjang dan memiringkan tubuhnya dalam dekapan Vino meskipun satu tangan Vino di pasang Infus tidak mengurungkan niatnya untuk memeluk tubuh Indah,tubuh perempuan yang dia cintai
Di cium nya berkali-kali puncak kepala Indah membuat Indah tersipu
" Jangan pernah tinggalkan mas Ndah" bisik Vino mesra memeluk tubuh Indah erat
****
Suara azan subuh berkumandang membangun kan Indah dari tidurnya, tubuh nya sedikit kaku mungkin karena dia tidak leluasa untuk bergerak di ranjang kecil tersebut tapi mau bagaimana lagi Vino tak ingin berpisah dari nya,ntah Suaminya ini benar bertobat atau karena rasa bersalah pada dirinya saja Indah belum bisa membedakan itu semua..
Indah berjalan pelan untuk mengambil air wudhu,dia lihat nya ke arah bawah ibu nya sudah tidak ada mungkin beliau mencari musholla untuk sholat karena kebiasaan ibu Indah setiap Subuh dia akan sholat di mesjid karena menurut Bu Ida sholat subuh berjamaah akan banyak mendatangkan keberkahan,awali pagi dengan amalan Insyaallah akan terhindar dari hal buruk
__ADS_1