Mencintai Saat Menunggu Perceraian

Mencintai Saat Menunggu Perceraian
hamil


__ADS_3

" Nak yang sabar ya" ujar Ibu nya memeluk Indah saat Indah baru sadarkan diri


"Kenapa bu?" tanya Indah heran


" Kamu hamil" jawab Ibu nya pelan tak melepaskan peluk kan tubuhnya pada anak perempuan nya ini


Ntah harus senang atau sedih Indah saat ini, Anak yang sudah lama di nantikan nya itu saat ini hadir pada saat rumah tangga nya tengah di ujung tanduk, Apakah dia harus bertahan oleh karena anak ini? Jika iya berarti dia harus siap di madu karena dua hari lagi pernikahan suaminya dan Diandra akan terjadi, Indah memang tak memperhatikan siklus datang bulan nya untuk bulan ini karena terlalu Stress memikirkan masalah rumah tangga nya..


" Bu, Apa yang harus Indah lakukan?" tanya Indah menangis memeluk tubuh ibu ny


" Sabar nak semoga saja tuhan memberikan mu jalan keluar" jawab Ibu nya pelan


Luka,,, sakit ini yang di rasakan pak Harun melihat anak perempuan nya menangis, tapi dia bisa apa? mengejar Vino dan meminta pertanggungjawaban percuma jika Vino sudah kekeh menceraikan anak nya


Pikiran orang tua Indah Vino tak ingin kembali lagi pada Indah, nyatanya mereka salah Indah lah yang saat ini belum bisa memaafkan Vino


Indah mengusap perut nya pelan,di dalam sana ada buah cinta nya dan Vino yang harus dia jaga


" Mari saya antar pulang" tawar Pak Satrio pada Indah karena ibu dan ayah Indah ke sekolah dengan sepeda motor tidak mungkin mereka berboncengan bertiga jadi Satrio berinisiatif menawarkan bantuan


Indah di tuntun oleh Ibu dan Ayah nya masuk kedalam mobil Satrio


Tak berapa lama mereka sampai karena jarak dari sekolah dan rumah tak begitu jauh hanya memerlukan waktu 15 menit

__ADS_1


Indah keluar dari mobil Satrio,Ibu dan ayah nya menyusul dari belakang,Vino sudah berdiri di depan teras rumah Indah menunggu nya kepulangan Indah dia ingin menjelaskan kejadian dia dan Diandra tadi


" Indah" gumam Vino melihat Indah turun dari mobil dengan seorang pria,bahkan ibu dan ayah nya pun ada di belakang lalu menuntun Indah


" Terimakasih pak"ucap Indah tersenyum sopan


"Ini sudah kewajiban saya Ndah,, saya permisi dulu Ndah...mari pak,Bu...." ujar Satrio pamit sedangkan Vino menatap tajam pada lelaki berpakaian dinas tersebut


" Mas..." tegur Indah saat hendak masuk


" Ndah mas ingin bicara"


" Tidak ada lagi yang harus di bicarakan mas,Indah lelah harus istirahat karena besok pagi harus menghadiri sidang cerai kita" jawab Indah


Rasa di hujam pisau hati Vino mendengar jawaban Indah,apa sebegitu tidak berartinya dia hingga Indah ingin cepat mereka bercerai


Ayah dan ibu Indah segera masuk kedalam dia tak ingin mendengar perdebatan anak dan menantunya ini


" Ndah,kamu salah paham Mas dan Diandra tidak pernah melakukan apapun, Mas mohon Ndah kita kembali,Mas akan cabut gugatan perceraian kita" Mohon Vino


" Stop mas,,,Indah tak ingin memperpanjang masalah itu,Indah ingin istirahat,mas pulang saja" ujar Indah masuk kedalam rumah nya


Kepala nya benar-benar pusing saat ini,Indah sendiri bingung harus bagaimana, besok di mana sidang perceraian mereka di mulai tapi Indah malah hamil, bagaimana dengan status anak nya ini

__ADS_1


Indah terbaring di atas ranjang kamar nya, di pandangi nya ranjang yang menjadi saksi malam pertama dia dan Vino dulu, Indah merasa sebagai perempuan paling beruntung saat itu tapi nyatanya apa, belum genap satu tahun dia sudah di gugat cerai oleh suami nya


" Ndah...boleh ibu masuk" ujar Ibu nya


" Boleh bu" sahut Indah menghapus air mata nya segera


Ibu Indah duduk di sebelah anak bungsu nya ini


"Nak tidak ada pernikahan yang luput dari permasalahan, Meski pun perceraian itu dibolehkan dalam syariat Islam, akan tetapi perceraian itu sangat dibenci Allah,Ibu rasa kamu sendiri mengetahui soal itu, Perceraian bukan saja memutus hubungan pernikahan suami istri melainkan berisiko besar menyebabkan konflik dan renggangnya hubungan antardua keluarga yakni dari pihak Vino dan kita


" Bu, hubungan keluarga kita juga tak harmonis dari dulu" jawab Indah


" Tapi bisa di buat harmonis dengan kehadiran dia" ujar Ibu nya mengelus lembut perut Indah yang masih rata


" Memang boleh melanjutkan perceraian semasa hamil nak dengan Iddah hingga kamu melahirkan, Namun apakah kamu siap hamil jauh dari suami? apakah kamu siap melahirkan tanpa Vino,apakah kamu tidak merasakan kasihan pada bayi mu nanti tidak mendapatkan kasih sayang kedua orang tuanya secara utuh ketika dilahirkan? pikiran itu Ndah, ibu rasa kamu bisa mengambil keputusan yang bijak nya karena Vino juga masih menginginkan kalian bersama" Jelas ibu nya


" Ibu tahu?" tanya Indah


" Ibu tidak sengaja mendengar kan perdebatan kalian,lagi pula malam kemarin bude Surti bilang kamu dan Vino pergi bersama dan tidak pulang" jawab Ibu nya membuat Indah tertunduk malu jika mengingat kejadian malam itu,apa mungkin karena dia hamil jadi dia juga menginginkan sentuhan Vino


" Jadi indah harus bagaimana bu?" tanya Indah


" Mengadu lah pada Gusti Allah dia akan memberikan mu jalan keluar, janin ini sudah membuktikan kekuasaan nya kalau dia tak ingin melihat kalian berpisah" ucap Ibu nya berdiri dan segera keluar?

__ADS_1


 


 


__ADS_2