
Tiga hari berlalu Vino sudah keluar dari rumah sakit dan kini sudah berada di rumah Indah,Pak Amran pun sudah memberikan Vino izin selama tidak masuk bekerja
" Mas istirahat dulu ya" ucap Indah menyelimuti tubuh Vino
Indah ingin keluar tapi tangan nya di tarik oleh Vino " Mas mau sesuatu?" tanya Indah dan di Jawab gelengan oleh Vino
" Lalu?"
" Di sini saja,mas tidak mau di tinggal" ucap Vino manja membuat Indah gemas sendiri dengan tingkah suaminya ini,Vino semakin hari semakin manja padahal dia yang tengah hamil saat ini
Akhirnya Indah mengalah dan duduk di sebelah Vino yang hendak tidur,Indah mengambil ponsel nya sudah beberapa hari dia tidak mengurus orderan karena Vino sakit sudah pasti banyak transfer masuk dan orderan barang yang harus dia selesaikan,Indah ingin cepat pundi-pundi uang nya terkumpul karena dia punya impian menyewa ruko untuk membuat usaha sendiri
Di lirik nya Vino sudah terlelap di sebelah nya dengan dengkuran halus, beberapa hari tidur di rumah sakit membuat mereka tidak nyaman apalagi Indah yang berbadan dua butuh kenyamanan lebih,untung saja janin Indah mengerti akan keadaan ayah dan ibu nya
" Keluar kamu Vino jangan bersembunyi di dalam kamu harus bertanggung jawab" pekik ibu Vino
" Kamu juga orang tua macam apa sudah tau anak nya punya masalah malah di sembunyikan,keluar Vino" bentak nya pada bu Ida
" Kita bisa bicara baik-baik bu,jangan teriak-teriak di sini malu dengan tetangga"
" Malu kata mu lebih malu mana dengan Diandra yang saat ini hamil tanpa suami,dia malu...!! dia Terpuruk sementara Vino enak-enak kan di sini bersama anak mu"
__ADS_1
" Ibu mama nya Diandra atau Vino....!!! kekeh banget kayak nya Vino nikah sama Diandra" ucap Shafa yang geram melihat tingkah ibu Vino
" Diam kamu,kamu tidak tau apa-apa, Diandra itu sudah seperti anak saya sendiri,saya mengenal nya jauh dari pada sebelum kenal kalian,saya sudah lama tidak setuju dengan pernikahan Vino dan Indah saya lebih suka Diandra" bentak ibu Vino
Diandra hanya tersenyum kecil melihat perdebatan ibu Vino dan keluarga Indah dia merasa tidak perlu berbuat apa-apa karena sudah ada ibu Vino yang mewakili nya
" Ibu macam apa kamu ini malahan mendukung perbuatan Zina dari pada yang halal" ucap bu Ida,baru kali ini ibu Indah buka suara karena sudah terlalu banyak menahan perasaan pada besan nya ini
" Ibu macam apa kamu bilang seharusnya kamu yang harus mengajari anak kamu dia saat sudah akan berpisah malah mau dia tiduri Vino"
" Mereka suami istri tidak ada yang bisa melarang nya,belajar lagi agama supaya anda mengerti mana yang baik dan mana yang buruk,jangan halal haram hantam" kesal Shafa
" Bu ..... apa-apa an ini" ujar Vino keluar dari dalam kamar bersama Indah, kepala nya sedikit berdenyut mendengar keributan
" Mas Vino" panggil Diandra hendak mendekat tapi dia tahan oleh tangan Vino
" Jangan mendekat saya sedang tidak enak badan" ucap Vino
"Kenapa dia boleh mendekat aku tidak" tunjuk Diandra pada Indah yang ada di belakang Vino
" Pertanyaan bodoh, Indah istri nya,kamu siapa??? Pelakor..!! sayang nya kamu mengambil suami Indah kalau suami ku sudah habis kamu" geram Shafa,Shafa memang lebih berani dari pada Indah
__ADS_1
" Diandra bukan pelakor, kata-kata itu pantas untuk Indah karena jauh sebelum Vino bersama Indah dia sudah pacaran bersama Diandra" sanggah ibu Vino
" Pacaran kan bukan suami-istri,Indah tidak merebut Vino dari Diandra, Vino sendiri yang datang dan melamar Indah kemarin" jawab Shafa lagi,Ibu Vino terlihat mengepalkan tangannya geram dengan mulut Shafa yang selalu menjawab ucapan nya
" Bu,,pulang jangan buat keributan di rumah mertua ku" tekan Vino
" Vino kamu harus tanggung jawab dengan Diandra,,kamu harus nikahi Diandra dia hamil" ujar ibu Vino membuat semua yang ada di rumah itu terdiam
Indah menggeleng kan kepala pelan tidak percaya dia tau suami nya tidak akan berbuat demikian
" Jangan mengada-ada Diandra aku tidak pernah menyentuh mu" ucap Vino tegas
" Mas,,ini anak kamu mas,aku tidak bohong kita sudah melakukan nya mas" ucap Diandra tanpa malu
" Tidak...kamu pembohong....!! Aku tidak pernah menyentuh mu,Ndah kamu percaya mas kan" ujar Vino menatap Indah yang terlihat diam
" Vin,,,jangan membuat ibu marah nikahi Diandra" bentak Ibu Vino
" Sebaiknya ibu pulang aku tidak akan menikah perempuan itu aku mempunyai istri, tidak akan ada pernikahan kedua dalam hidup ku" tegas Vino membuat Shafa dan ibu nya lega karena Indah tidak akan di madu, mereka percaya pada Vino karena melihat dari bentuk Diandra bukan perempuan baik-baik dari cara berpakaian saja Diandra berani mengumbar tubuh nya secara gratis untuk tontonan
Ibu Vino terlihat kesal dia mengehentak kan kaki nya lalu keluar dari rumah sang besan sedangkan Diandra menatap Indah tajam, tatapan membunuh.
__ADS_1