Mencintai Saat Menunggu Perceraian

Mencintai Saat Menunggu Perceraian
bertemu


__ADS_3

Udara segar dari deretan pohon bambu yang berjejer pekarangan rumah Indah perlahan mengusap pipi Vino dengan sendu. Sisa penat masih terasa saat Vino merebahkan punggung di kursi teras rumah Indah, memang tidak begitu jauh tapi jalanan macet membuat nya jengah


Dari tadi ponsel Vino terus berdering nama Diandra tertera di sana,Vino sama sekali tidak menghiraukan nya,dia ingin Fokus menghadapi Keluarga Indah saat ini


Rumah Indah begitu sunyi,Ibu nya sedang pergi ke pasar sedangkan Ayah nya sedang sibuk berkebun di belakang rumah, Kakak Indah sudah pulang ke rumah nya sendiri yang tidak jauh dari rumah Indah


Vino terduduk kaku dihadapan Indah, Vino berusaha sebisa mungkin menyembunyikan tatapannya yang penuh rindu. Vino tidak ingin terlihat rapuh karena telah salah memilih cinta masa lalunya, dibanding Indah. Bagaimanapun Vino laki-laki dia lebih mengutamakan harga diri nya, Bodoh memang seseorang lebih mementingkan harga diri dari pada Cinta sejati tapi mau bagaimana lagi ini sudah pilihan hati


"Ayah, mana Ndah " tanya Vino basa-basi memulai pembicaraan nya


"Lagi nanam pisang di belakang rumah mas, belakangan ini ayah memang hobi berkebun."jawab Indah, tanpa sedikitpun berniat memanggil ayah nya untuk bertemu Vino


Rumah ini bukan lagi milik Vino, melihat pintu kamar tempat biasa dia dan Indah tempati kala tidur di sini tampak tertutup rapat.


"Kapan sidangnya di mulai, Mas? " tanya Indah langsung tanpa basa-basi pada Vino,


Vino menatap wajah sendu Indah yang terlihat tegar tak ada kata menolak apa Indah juga menginginkan perceraian ini pikir Vino


"Beberapa hari lagi mungkin, Ndah." jawab Vino hambar.


"Indah akan datang, akan Indah buat sidang itu mudah mas agar mas bisa hidup bahagia bersama Diandra"

__ADS_1


Vino membuang nafas dengan keras, kenapa dia tidak suka mendengar kalimat itu


"Indah juga tidak akan menuntut apapun dari mas," katanya pelan


" Rumah tangga kita dulu di jadikan pelajaran saja mas, Insyaallah, setelah Mas resmi menikahi dengan Diandra Allah akan memberi Mas keturunan jangan lupa di minum Vitamin nya ya mas"lanjut Indah membuat perasaan Vino tak karuan


Wajah Vino terasa panas. Dia merasa ada yang menganak di sudut mata nya sendiri, ketulusan hati Indah saat memberikan Vino semangat, membuat nya merasa jadi orang yang paling jahat di hadapan Indah saat ini


"Terimakasih, Ndah," jawab Vino parau dia tidak mampu menatap wajah perempuan yang sudah dia kecewa kan ini


"Pulanglah, Mas. Tidak banyak yang harus kita bicarakan mengenai perpisahan ini. Tunggu saja Indah di persidangan nanti karena apapun keputusan nya Indah terima,Mas tidak perlu takut untuk itu,Indah bisa pasti kan tidak akan ada perdebatan" ucap Indah tegas


"Kenapa kamu tidak memelukku? "


"Tahukah kamu semalaman mas tidak bisa tidur, hanya karena ingin segera menemuimu."


"Mengapa kamu malah cepat menyuruh mas pergi?" Seluruh kata itu hanya di simpan rapat di hati Vino. Saat dengan senyum yang lembut tapi penuh luka, sekali lagi Indah meminta Vino pulang.


"Kamu tidak apa-apa Ndah, kamu mengerti dengan pilihan mas? " Ucap Vino bertanya dan di Jawab anggukan pelan oleh Indah


Sekuat tenaga Vino menahan debaran hati nya, sekuat tenaga dia menahan tangan agar tidak menarik wajah Sendu Indah kedalam dekapan dadanya. Sekuat tenaga Vino menahan sesak di dada nya saat matanya menatap dua bola mata Indah

__ADS_1


"Percayalah pada Indah Mas, saat Indah melihat mas bahagia bersama Diandra maka Indah pun turut bahagia. Pulanglah, mulai tata hidup mas bersama perempuan terindah yang mas impikan. Lupakan Indah, bagi Indah mencintai tidak harus memiliki mas"


"Tuhan, bodoh nya aku membuang perempuan berhati bidadari ini, seandainya ada seribu pisau yang menghujam ke dadaku, rasanya tidak sesakit dan sepedih melihat ketulusan hati nya, orang yang telah ku sakiti dan ku suruh pergi malah iklhas melepaskan ku dengan wanita lain" batin Vino


" Mas jangan kemari lagi tidak enak di lihat tetangga apalagi kalau ada yang tahu kita akan bercerai biar kita bertemu di pengadilan saja mas,Indah sudah siap untuk itu" seperti nya hati Indah sudah cukup mantap untuk berpisah dari Vino tak ada lagi keraguan di wajah perempuan Sholeha ini


Lagi-lagi Vino merasakan ada yang hangat di pelupuk mata yang menganak mengaburkan pandangan nya


Indah tersenyum manis menurut Vino ini senyuman yang termanis dia pernah lihat di bibir Indah ,Manis tapi menyakitkan!


Matahari perlahan terbit membuat pandangan menjadi jelas, Bayangan membawa langkah Vino menjauh dari rumah Indah


Di lihat nya sekali ke belakang, pintu rumah Indah telah tertutup rapat bahkan perempuan itu tidak menunggu Vino pergi terlebih dahulu,saat Vino keluar Indah langsung menutup nya, Vino kini sadar, tidak ada lagi tempat dia di hati Indah


sekali lagi Vino pandangi pintu rumah Indah yang tertutup rapat. Ingin sekali Vino kembali dan membukanya, agar dia bisa mendapati wajah berparas perempuan berhijab itu tersenyum hangat dan menatapnya dalam tatapan penuh rindu seperti biasa tapi hal itu mustahil bagi Vino dia menyadari kalau sudah menggoreskan luka cukup dalam dan menganga pada diri Indah


Vino menyeret langkah menjauh, dan segera menghidupkan mesin motor dia ingin segera pergi sejauh mungkin agar perasaan yang menyuruhnya kembali pada perempuan yang selama enam bulan mengisi hidupnya itu sirna


Langit senja membiaskan sinar perak. Deretan pohon bambu dan lambaian ujung daun padi di hamparan sawah di seberangnya seperti menertawakan dirinya Laki-laki keparat, yang terjebak dalam dua cinta dan tidak bisa tegas untuk mempertahankan cinta nya,tolol.. bodoh,bangsat kata-kata yang pantas untuk dirinya saat ini


Cinta Diandra,perempuan masa lalu yang selalu mengusik jiwa laki-laki nya sejak pandangan pertama, atau cinta Indah perempuan lembut penuh dengan kasih sayang yang awalnya pelarian atas pergi nya Diandra

__ADS_1


__ADS_2