Mencintai Saat Menunggu Perceraian

Mencintai Saat Menunggu Perceraian
Sesak


__ADS_3

Mata Sendu perempuan tua yang melahirkan Indah itu menatap tajam, pada dua sosok yang menjauh dari rumah nya, Diandra dan Vino, Meski diam, dia menyaksikan semua yang terjadi, di balik tirai jendela di dalam rumahnya. Dadanya bergemuruh dengan sejuta kecewa dan luka, menyaksikan Indah yang ambruk di lantai sesat setelah menutup pintu,Indah mengisak sesak di dada nya sejak tadi dia tahan dan akhirnya air matanya tumpah, sekuat-kuatnya dia,Dia adalah perempuan yang memiliki rasa sakit yang memiliki perasaan lembut


Perempuan yang biasa dipanggil ibu itu meraih pundak Indah yang terduduk di lantai melihat Indah menangis pilu,di peluk nya anak perempuan nya ini


" Menangis lah jika itu membuat mu merasa lega" ucap Bu Ida


Sinar senja keemasan yang menerobos lewat tirai jendela yang tersingkap semakin membuat Indah merasa terluka.


Sebagai seorang perempuan, dia paham yang dirasakan anak nya saat ini. bu Ida mengusap kedua pipi basah Indah, berharap bisa membalut luka hati anak bungsu nya ini


Sunyi, tak ada suara lain Selain isak Indah dan desir angin berpadu dengan suara daun bambu yang bergesek satu sama lainnya tertiup angin penghujung kemarau.


"Adakalanya kita mendapati hal yang sulit dan menyakitkan dalam pernikahan. kehidupan ini tak selamanya indah nak,Suka dan duka datang silih berganti tidak ada seorang manusia pun yang terus dalam kesenangan, dan tidak pula terus dalam duka dan kesedihan,karena sejatinya Tuhan sedang menguji kita, agar kita menjadi orang yang lebih kuat dan selalu ingat pada nya,kamu tau nak jika kita berserah diri pada Tuhan dia akan memberikan yang terbaik untuk kita," katanya membuat Indah menahan sedunya.


" Mungkin Vino bukan jodoh mu atau pun sudah habis masa berjodoh kalian"


Setelah sekian lama menyembunyikan wajahnya dengan menangkupkan kedua tangan di muka, akhirnya Indah mengangkat kepalanya, menghembuskan napas sesaknya ke udara.

__ADS_1


"Di khianati itu sakit ,bu juga mengerti, apalagi di khianati orang -orang yang kita percayai jauh lebih sakit. Jadilah engkau perempuan yang bersabar dan kuat, karena cobaan tidak henti-hentinya menghampiri orang yang beriman dan sabar,jika menikah dengan Vino kau di tinggalkan belum tau apa yang terjadi kedepannya nanti,yang penting kau harus kuat nak." ibu Indah menyeka ujung matanya yang ikut menganak melihat penderitaan anak perempuan nya ini


" Bu, apa Indah salah jika ingin mempertahankan rumah tangga Indah, Indah tidak kuasa menahan mas Vino untuk tidak pergi dari kehidupan Indah bu"


" Nak ada saatnya kamu memperjuangkan dan diperjuangkan oleh seseorang. Bersabarlah dan fokuslah untuk memantaskan dirimu saat ini, Yakinlah Allah akan hadirkan yang terbaik untuk mu biarlah Vino mengeja rasa cinta padamu dengan benar, biarkan dia memahami kalau kehadiranmu bukan hanya sebuah keharusan saat dia dikhianati saja, tapi kehadiranmu di butuhkan karena dia memang mencintaimu,biarkan dia merasa kehilangan saat kau pergi."


Indah menghela napas, serasa di tusuk ribuan pisau di dada nya saat ini dia perlahan mengusap hatinya yang perih. orang tua nya memang selalu luar biasa tidak pernah menyalahkan siapapun dalam rumah tangga nya, tidak pernah menjadi minyak di saat ada api, Sikap lembut Indah turun dari ibunya ini perempuan sederhana dan tidak berpendidikan yang ketika masih mudanya hanya merupakan seorang petani kecil menikah dengan ayah nya membuat kehidupan ibunya berubah tapi satu yang tak pernah berubah kesederhanaan dan rendah hati meskipun banyak gunjingan di luar sana dia tetap legowo menghadapi nya, perempuan tua yang selalu mengajarkan padanya tentang hidup yang penuh makna membuat Indah menjadi pribadi yang santun


Mata Perempuan senja yang sudah banyak makan asam garam kehidupan itu berkaca. Di ujung usianya, dia harus mendapati mahligai rumah tangga Indah anak perempuannya di ujung tanduk.


"Ndah,ambil air wudhu Menangislah di atas sajadah, mengadulah pada Gusti Allah tentang semuanya. Biarkan Gusti Allah yang memutuskan hal terbaik untuk rumah tangga mu," ujar ibu Indah dengan lembut.


Indah menangis tersedu, dipeluknya tubuh ringkih yang sudah memberikannya air kehidupan dan cinta. Pada perempuan tua itulah Indah banyak belajar makna keiklasan dan hidup


" Bu,mungkin beberapa waktu kedepan Indah akan mendapati surat panggilan pengadilan Agama, untuk proses perceraian Indah"kata Indah dengan suara yang pelan sekali nyaris tidak terdengar.


Ibunya mendengarkan dengan seksama, sesekali suara desiran angin yang beradu dengan rimbunnya daun bambu mengiringi percakapan mereka.

__ADS_1


"Sebentar lagi, Indah akan menyandang gelar sebagai janda Bu."


"Kamu malu, Nak?" tanya ibu nya memotong pembicaraan


Indah diam, bibirnya tersenyum pahit.


"Jangan malu, nak, Menjanda tidak lah hina apalagi berahlak mulia, lebih baik dari pada memiliki suami dari hasil merampas,Harga diri seorang perempuan tidak terlatak pada status yang menjadi takdirnya, tapi pada tingkah laku dan budi pekertinya semua orang tau kamu Ndah,tau sifat mu tak ada yang akan meragukan kamu hanya takdir saja yang tidak berpihak pada mu saat ini nak,Ibu,ayah dan kakak mu selalu ada untuk mu, Kamu tidak sendiri sayang ada kami dan Allah yang menemani mu"ujar bu Ida menggenggam tangan Indah memberikan kekuatan pada anak perempuan nya ini


Indah tersenyum lirih, mencoba mencerna apa yang di katakan perempuan yang telah melahirkannya ini


"Kalau memang Gusti Allah menggariskan pernikahanmu sampai disini, jangan bersedih. Kamu bisa memulai kembali hidupmu bersama kami di sini, kamu bisa mulai mengajar kembali seperti dulu di sini, biar waktumu lebih bermanfaat untuk orang banyak nak, jangan biarkan kesedihan menguasai dirimu"


" Iya Bu, Indah akan kembali mengajar seperti dulu lagi di sini dan Indah ingin membuka pengajian untuk anak-anak bu agar hari-hari Indah bisa di isi hal yang bermanfaat"ucap Indah dan di angguki oleh ibunya


" Tidak ada hidup yang sulit nak. Selama kita mau berjuang dan berusaha,yang lebih penting kita harus bersyukur dengan apa yang di berikan Gusti Allah pada kita"


Indah menatap bola mata perempuan yang sangat dikasihinya, perlahan mengangguk dan membuang napasnya yang dirasanya sesak.

__ADS_1


" Ayo segera bangkit, ambil Wudhu mu , Percayalah seandainya penderitaanmu seluas hamparan laut, maka rahmat Allah lebih luas dari hamparan langit dan bumi dan tuhan akan selalu mengasihi setiap umat yang mau datang mengadu pada nya"


Indah menyeka air matanya dan segera bangkit mungkin saat nya di menatap hatinya kembali saat ini.


__ADS_2