
Beberapa hari berlalu tanpa Indah membuat Vino nelangsa menjalani hari-harinya, Pagi ini Indah tengah bersiap karena bude Surti dan Abi ingin mengajak Indah untuk membeli seserahan Abi,Bude Surti sudah tau dengan keadaan rumah tangga Indah, beliau ikut prihatin pada keponakan nya ini tapi beliau juga tidak bisa ikut campur banyak karena Indah sudah memutuskan untuk pergi dari Vino
" Ndah,pilihkan yang bagus ya, Azizah biasanya suka yang bermerek meskipun tidak banyak" ucap Abi sambil merangkul bahu Indah
" Bi seperti nya tas yang ini bagus deh" Ucap Indah memegang satu buah tas bermerek tapi saat melihat harga nya Indah menutup mulut nya
" Kenapa?" tanya Abi
" Bi,tas sekecil ini harga nya 10 juta" Ucap Indah seraya berbisik
" Kamu ini perempuan Ndah tapi norak nya minta ampun" jawab Abi terkekeh kecil dan di hadiahi cubitan oleh Indah membuat Abi meringis
Di ujung toko ternyata ada Diandra dan Vino yang ikut menyaksikan kemesraan Abi dan Indah membuat Vino cemburu,siapa lelaki yang berani memeluk istrinya itu,ya Indah masih istri nya belum ada putusan pengadilan untuk rumah tangga mereka, Vino mengepalkan tangannya geram sedangkan Diandra malah tersenyum licik melihat pertunjukan di hadapan nya,5 hari menuju hari H membuat Diandra gencar mencari souvernir pernikahan mereka, pernikahan Vino dan Diandra sudah 90%,Toko besar yang menyiapkan semua kebutuhan perempuan itu mendadak kini serasa sempit bagi Vino,ruang gerak nya terbatas dia merasa sangat gerah
__ADS_1
" Bi, ini cantik deh souvernir nya" ucap Indah mengangkat satu buah mainan kunci dengan tulisan love membuat Abi mengangguk dan meraih nya dari tangan Indah
Lagi-lagi Vino merasakan sesak di dadanya dia tidak ikhlas melihat Indah akrab dengan lelaki lain,Dia cemburu perempuan yang tidak pernah keluar rumah tanpa nya itu kini malah terlihat jauh lebih bahagia, Vino benar-benar sadar kalau dia tidak bisa berpisah dari Indah
" Ayo pulang" ajak Vino menarik kasar tangan Diandra
" Mas,, apa-apa kamu,tunggu dulu mas, Aku belum selesai...!!" marah Diandra tapi tidak di perduli kan Vino hatinya sedang panas saat ini di butuh ketenangan
Melihat Indah dengan lelaki lain saja dia sudah begini apalagi jika mereka benar-benar berpisah sudah pasti Vino akan stress di buat nya
" Jawab aku mas,kamu marah?" pekik Diandra kesal
" Iya aku marah,aku cemburu...!! apa salah yang aku lakukan karena dia masih istri ku,Apa salah perasaan cinta ku pada nya" pekik Balik Vino membuat Diandra terdiam
__ADS_1
Bulir bening menganak di pipi Diandra dia kecewa dengan Vino yang terang-terangan mengatakan mencintai Indah, jadi apa arti kehadiran diri nya di mata Vino,apa arti perjuangan nya pulang ke kota ini
" Di,,tolong mengerti aku, pernikahan kita tidak bisa berlanjut" ucap Vino pelan karena pernikahan ini kemauan ibu nya,Ibu Vino yang kekeh pernikahan ini terjadi bukan Vino
" Mas,jika kamu meninggalkan ku kamu akan lihat mayat ku tergeletak besok pagi" ancam Diandra
" Di,,jangan gila...!!! jangan main-main dengan nyawa,Kamu di berikan tubuh indah, cantik dan pintar itu suatu keberuntungan jangan pernah berniat mengakhiri hidup mu karena neraka lah yang akan di dapat kan Manusia yang memutuskan mengakhiri hidupnya" bujuk Vino pelan
" Aku tidak butuh ceramah dari mu mas,aku katakan sekali lagi di mana hari kamu melepaskan ku dan saat itu aku mati" kekeh Diandra lalu keluar dari mobil Vino dan pergi
" Arggggg" pekik Vino kesal, dia benci pada dirinya sendiri yang tidak bisa tegas pada Diandra
Vino melihat Abi dan Indah keluar dari dalam toko dengan tertawa kecil terlihat sekali kebahagiaan di wajah Abi dan Indah,tapi ada Bude Surti di belakang nya,apa kini Bude Surti menjadi pengawal Indah sejak mereka tidak bersama pikir Vino
__ADS_1
Vino tidak bisa berpikir jernih hatinya saat ini cemburu, mungkin ini yang di rasakan Indah saat ibu nya membawa Diandra tapi Indah bisa dengan rapi menata hati nya agar terlihat tenang tidak seperti dirinya saat ini