Mencintai Saat Menunggu Perceraian

Mencintai Saat Menunggu Perceraian
mengadu


__ADS_3

Indah terbangun,dia bangkit dari dekapan Vino, kepalanya sedikit berdenyut ntah itu karena kurang tidur semalaman atau karena lelah, Berulang kali Indah menarik napas panjang, lalu mengembuskannya lagi. Berharap bersama embusan napas itu, beban yang menyesak turut serta keluar. Namun, ternyata tidak semudah itu. Dada terasa demikian sesak, amat sakit. Amarah, kecewa, juga luka kokoh bertahta dalam jiwa, meskipun semalam dia dan Vino sudah melewati malam panjang tak sedikit pun membuat luka hati Indah tertutup


Akhirnya dia turun dari ranjang dan mengarahkan langkahnya menuju kamar mandi. Indah langsung mandi dan membasuh organ tubuh nya dengan wudhu, menyejukkan hati yang luka dan perih


Semua kesah hanya dia bisikkan pada bumi, berharap ia bisa merambat hingga ke langit.


Ketika sudut mata nya menghangat, dibiarkan ia mencair. Menjadi tegar bukan berarti tidak boleh menangis. Menangis bukan pula berarti cengeng. Kita hanya perlu menakar porsi, memilih waktu dan tempat yang tepat. Menangis adalah cara Indah meluruhkan gumpalan di dada bersama air mata, lalu membuangnya bersama setiap tetes yang jatuh


Karena itu, menangis adalah salah satu caranya untuk menjaga agar diri nya tetap waras.


Pikiran Indah melayang pada awal pertemuannya dengan Vino yang tanpa sengaja ,Lelaki yang tidak butuh waktu banyak untuk memutuskan melamarnya itu, Indah kira Vino benar-benar menyimpan berjuta cinta pada nya ternyata dia hanya dijadikan pelarian atas perginya Diandra

__ADS_1


Indah terharu saat ini dengan keberanian Vino untuk melamar nya, Indah merasa sangat dicintai. Siapa sangka, di hati Vino ternyata tidak ada Indah. Benar kata pepatah, dalamnya laut dapat diukur, hati orang siapa yang tahu. Ternyata Indah hanyalah pelarian dari cintanya yang kandas. Bukan sepenuhnya sosok yang mampu mengalihkan hatinya dari perempuan yang ia cintai,Indah ingat betul perjuangan mereka mulai dari mengontrak kos yang hanya satu kamar,Tak memiliki apa-apa dan di saat mereka mulai merasakan kebahagiaan dan rezeki saat itu juga gempa dahsyat menghancurkan pernikahan nya,bukan sekedar pertengkaran biasa tapi langsung gugatan cerai yang Indah dapati,sakit.....betapa sakit saat mencintai seseorang malah di tinggal pergi


Sekarang bahtera rumah tangga mereka tengah diambang perceraian meskipun Indah tak menginginkan nya tapi ada Ibu Vino yang siap untuk memisahkan mereka apalagi dengan kehadiran Diandra akan membuat Indah merasa tersudut jika tetap memilih mendampingi Vino karena dari awal ibu Vino tidak setuju pada Indah


" Ndah...kamu menangis" ucap Vino bangkit saat mendengar isakan Indah yang sedang mengadu pada Tuhan


Indah segera menghapus air mata nya dan berusaha tersenyum


" Kamu marah pada mas Ndah karena semalam?" tanya Vino lagi


" Tidak.." jawab Indah cepat

__ADS_1


"lalu kenapa menangis?"


"Indah hanya ingin sedang mengadu pada Gusti Allah mas, karena apa yang terjadi pada rumah tangga kita atas kehendak nya, dia yang maha membolak-balikkan hati manusia" jawab Indah membuat Vino sedikit tersindir


" Ndah,,mas ingin kita tetap bersama" ucap Vino bangkit


" Mandi lalu sholat mas,nanti keburu habis waktu nya,nanti kita lanjut bicara" ucap Indah dengan tatapan hampa membuat Vino berjalan ke arah kamar mandi,Tak ada lagi cubitan mesra,Tak ada lagi ciuman selamat pagi, Indah terlalu dingin pada nya sekarang apa ini akibat yang harus dia dapat setelah membuat istri nya kecewa


"Apa maksud Vino mengatakan ingin bersama sedangkan hari H pernikahan nya dan Diandra bisa di hitung pakai jari,tidak mungkin batal jelas-jelas Diandra mengatakan semua persiapan sudah 100% yang ada malah ibu mertua nya malu jika tidak jadi pikir Indah"


Tapi Indah tidak mau ambil pusing untuk itu, beban nya sendiri sudah terlalu banyak tak ingin ada beban lain,Indah pasrah pada takdir kemana akan membawa nya tapi dia juga tak bisa memaafkan Vino begitu saja jika memang takdir Indah harus kembali ke pelukan lelaki itu.

__ADS_1


__ADS_2