
Semalaman Indah memikirkan nasib rumah tangga nya harus di lanjutkan atau berakhir di meja pengadilan nanti
Indah pamit pada ibu nya karena ayah nya yang akan mengantar kan nya pergi ke pengadilan,sudah banyak para tetangga yang mulai kepo dengan kehidupan Indah karena sudah lama berada di rumah orang tua nya tanpa Vino
Indah dengan pakaian Syar'i berwarna pink dan jilbab senada turun dari motor ayah nya, penampilan perempuan yang tengah hamil ini selalu sederhana tanpa orang tau kalau dia adalah salah satu wanita sukses di bidang berjualan, Orderan nya selalu membludak tapi penampilan nya selalu sederhana,itu lah Indah pribadi yang santun dan ramah pada siapa saja tak lupa perempuan manis ini selalu menyisihkan sebagian rezeki nya untuk bersedekah karena menurut Indah itu lah pahala yang bisa untuk menolong nya nanti di akhirat nanti, Tadi nya Indah ingin mengemudi kan sendiri motor ayah nya itu tapi tidak di izinkan oleh ibu nya
"Nak,,, pikirkan dia, Ayah tak pernah ingin kamu menderita tapi tolong pikirkan juga nasib cucu ayah nanti" ujar lelaki tua itu, matanya sudah berkaca-kaca melihat perjuangan anak perempuan nya ini,hati ayah mana yang tidak sakit melihat jantung hati nya bersedih tapi Pak Harun yakin Indah perempuan hebat,Indah perempuan kuat dan Indah perempuan sabar semoga setelah ini tidak ada lagi cobaan-cobaan berat terhadap rumah tangga nya
Indah berjalan perlahan kearah ruangan yang menjadi mediasi mereka karena proses perceraian seperti cerai gugat dan cerai talak, hakim terlebih dahulu wajib mendamaian kedua belah pihak berperkara pada setiap kali persidang ( Pasal 56 ayat 2, 65, 82, 83 UU No 7 Tahun 1989. Kedua belah pihak bebas memilih Hakim mediator yang tersedia di Pengadilan Agama Pelaihar tanpa dipungut biaya. Apabila terjadi perdamaian, maka perkaranya dicabut oleh Penggugat/Pemohon dan perkara di nyatakan telah selesai.
Apabila tidak terjadi damai dalam mediasi, baik perkara perceraian maupun perkara perdata umum, maka proses pemeriksaan perkara dilanjutkan ke persidangan berikut nya
Vino sudah duduk berhadapan dengan Indah sendiri, gugatan perceraian Vino dengan alasan tak memiliki keturunan dan tidak ada nya keharmonisan rumah tangga mereka lagi, Ini semua atas permintaan ibu nya dan Diandra bahkan mereka yang menemani Vino untuk kepengadilan agar mereka yakin
__ADS_1
Indah memandangi wajah lelaki yang menjadi suaminya ini selama enam bulan, lelaki yang dia berikan kepercayaan penuh saat proses mediasi berlanjut
Begitu juga Vino yang tak lepas mencuri pandang pada Indah, Vino seolah lelaki yang tengah berharap keajaiban terjadi pada pernikahan nya ini, Dia tak ingin perceraian ini terjadi, kemarin saat ke rumah ibu nya Vino bertengkar hebat dengan buk Wati tapi untungnya ayah Vino tetap membela anak lelakinya ini karena Ayah Vino sendiri tidak menyukai Diandra,dia merasa perempuan itu terlalu murahan
Indah menarik nafas panjang keputusan nya sudah bulat ingin melanjutkan pernikahan ini, Seperti nya Indah harus menjadi perempuan egois kali ini untuk anak yang dia kandung, janin ini butuh ayah...dia butuh suami untuk melewati kehamilan ini
" Saya hamil..." ucap Indah membuat Vino terkejut
setelah mediasi akhirnya putusan di dapat kan Vino mencabut kembali gugatan nya,Indah pun tak keberatan untuk itu
" Mas Indah bisa pulang sendiri" tolak Indah saat Vino ingin mengantar kan nya pulang
" Ndah ...mas mohon jangan perlakukan mas seperti ini, keputusan kita sudah bulat untuk meneruskan pernikahan ini Ndah" ujar Vino
__ADS_1
" Tapi mas Indah belum bisa menerima semua perlakuan Mas dulu terhadap Indah" ungkap Indah jujur
" Mas tau Ndah terlalu dalam goresan luka yang mas cipta kan tapi mas minta kamu perlahan menghapus nya, Mas akan berusaha menjadi suami yang baik,suami yang setia dan selalu ada untuk kamu, beri mas satu kesempatan saja Ndah,tidak akan mas sia-sia kan" bujuk Vino
" Ndah mas ingin kita periksa kan kandungan kamu" ajak Vino
" Kenapa? mas tidak yakin Indah hamil" tuduh Indah
" Ndah...jangan salah sangka,mas percaya kamu bahkan mas lebih percaya kamu dari apapun di dunia ini"
" Jangan berlebihan mas, Allah tidak menyukai hal yang berlebihan, mencintai sewajarnya saja, percaya pun juga begitu yang penting perbuatan bukan hanya ucapan" Sindir Indah membuat Vino merasa serba salah apakah ini resiko yang harus dia dapat kan karena sudah menyakiti hati istri nya ini, resiko hilang nya kepercayaan Indah pada nya
" Ayo Ndah terserah kamu mau kemana,mas antar" ucap Vino pasrah, seperti nya berjauhan beberapa pekan ini membuat Indah sudah pintar berdebat dengan nya
__ADS_1