
Vino ingin mengejar Indah tapi tangan nya di tahan oleh Diandra,Vino berusaha menepis tangan Diandra dia tak peduli lagi apa yang akan di perbuatan perempuan gila itu
" Satu kali lagi kamu melangkah aku akan bunuh diri dan kamu tersangka utama nya" ucap Diandra mengeluarkan satu buah pisau dari tas nya membuat Vino mengehentikan langkah nya
Diandra benar-benar nekad,apa yang membuat perempuan yang mengaku dirinya model ini sebegitu menginginkan dirinya,Vino di buat bingung dengan situasi ini
Dulu memang mereka saling cinta tapi kekuatan cinta itu tidak mampu menghentikan niat Diandra untuk menjadi model terkenal tapi kini Diandra bersikeras untuk menikah dengan nya setelah dia meninggal Vino bertahun-tahun, untuk alasan Cinta seperti nya sangat tidak masuk akal karena mereka sudah lama tak bertemu, rasa itu bisa hilang perlahan,Untuk alasan matre Vino bukan lelaki kaya seperti impian Diandra selama ini,Jadi apa motif Diandra sebenarnya? Vino lagi-lagi menarik rambut nya kesal
Vino berusaha menenangkan Diandra dan menarik pisau di tangan nya dan mengamankan nya
" Kamu benar-benar perempuan gila" ucap Vino
" Ya mas aku gila....aku gila karena kamu mas,ini semua aku lakukan karena mencintaimu kamu" bentak Diandra menangis
__ADS_1
Vino menghela nafas panjang dan segera meninggalkan Diandra di ruangan nya sendiri,Banyak karyawan yang mendengar keributan Vino dan Diandra tapi mereka seolah tidak mendengar nya
Vino berjalan ke arah sepeda motor nya dan ingin menyusul Indah tapi tiba-tiba ponselnya berbunyi, ternyata Indah sudah menghidupkan ponselnya
" Hallo....." jawab Vino kesal tanpa melihat siapa yang menghubungi nya
" Pulang ke rumah sekarang...!!!" bentak ibu nya di sebrang sana
Vino tau Diandra pasti sudah menghubungi ibu nya untuk meminta pembelaan
***
" Ndah...kenapa muka kamu pucat gitu Ndah, kamu sakit?" tanya Satrio sang kepala sekolah
__ADS_1
Setelah pulang dari percetakan Indah langsung ke sekolah karena dia ada jam mengajar pukul 11 ini
" tidak pak" jawab nya sopan sambil menggeleng, Satrio adalah kakak kelas Indah dulu saat di SMA,tapi nasib Satrio lebih baik setelah lulus kuliah dia langsung di angkat menjadi PNS karena dia sudah mengabdi cukup lama di sekolah tersebut, sambil kuliah dulu Satrio sudah mengajar dan kini bahkan dia sudah menjabat sebagai kepala sekolah menggantikan posisi pak Agung yang sudah pensiun dua bulan lalu, Satrio memiliki paras yang tak kalah tampan dari Vino, dan dia juga terbilang baik hanya satu yang kurang dari Satrio dia belum memiliki calon Istri dengan alasan masih betah melajang padahal Kedua orang tua nya sudah mendesak untuk segera menikah
"Kalau sakit pulang saja Ndah, berobat dulu besok masuk lagi" saran nya
" Insyaallah saya masih bisa mengajar pak" kekeh Indah yang bangkit dari tempat duduk nya,sepertinya jam mengajar nya 10 menit lagi akan di mulai tapi saat Indah berdiri dia tiba-tiba kehilangan keseimbangan dan ambruk untung saja pak Satrio sigap menangkapnya kalau tidak Indah sudah pasti akan tergeletak di lantai
" Indah...." pekik Pak Satrio dan di ikuti oleh yang lain, kebetulan ada dua guru lain di ruangan itu
mereka segera mengangkat tubuh Indah ke ruang UKS untuk di periksa
" Kenapa bisa pingsan pak?" tanya Bu Andin salah satu guru di sana dan teman akrab Indah
__ADS_1
" Saya juga kurang tau bu,tapi sepertinya Indah tengah sakit, tubuhnya dingin dan pucat" jawab pak Satrio khawatir
" Hubungi keluarga nya segera bu" lanjut sang kepala sekolah ini