Mencintai Saat Menunggu Perceraian

Mencintai Saat Menunggu Perceraian
Merindu


__ADS_3

" Mana suami nya Ndah,kok nggak di ajak biasanya pengantin baru itu terus nempel lo Ndah" goda para keluarga Indah membuat dada Indah sesak mendengarnya


" Mas Vino sibuk kerja bude" jawab Indah sopan


" Dulu sewaktu saya dan suami saya menikah nggak mau pisah lo Ndah,mau nya nempel mulu apalagi belum punya momongan itu momen lagi romantis-romantis nya" Timpal para tetangga Bude Surti membuat Indah semakin gerah, memang dulu sebelum kehadiran Diandra,Vino selalu akan menempel pada Indah tapi sejak Diandra datang rumah tangga mereka dingin bahkan Vino menginginkan perceraian


" Iya Ndah,jangan terlalu di bebaskan suaminya lelaki itu kalau terlalu bebas matanya liar kemana-mana" sahut tetangga yang lain sambil tertawa kecil


" Ndah ayo makan dulu" panggil ibu nya,Ibu Indah tau saat ini anak nya pasti sedang merasakan perih di hati nya


" Tidak usah di dengar kan Ndah ayo makan" ucap Ibu nya seraya berbisik


Sebenarnya ibu mana yang tahan melihat penderita seorang anak tapi Ibu Indah tidak berwenang untuk ikut campur meskipun dia seorang ibu tapi Indah adalah seorang istri,Indah cukup dewasa mengambil keputusan atas dirinya sendiri,Ibunya akan mendengar setiap curhatan hati Indah tanpa mau mengompori anak nya ini


****


Hari ini Vino sedang mempersiapkan pernikahannya dengan Diandra. Meski ini pernikahan kedua Vino, tapi Diandra merasa ini momen yang harus dirayakannha dengan luar biasa, meski pesta tidak digelar besar-besaran tapi selera dia dalam memilih gaun pengantin, cincin berlian dan pernak-pernik lainnya membuat Vino pusing tujuh keliling.


"Gaunnya kurang elegan,aku itu mau nya seperti Princess saat menikah nanti mas"ucap Diandra


"Cincinnya harus berlian, dengan mas murni mendekati seratus persen,aku tidak bisa pakai mas biasa" keluh Diandra padahal saat menikah dengan Indah hanya mahar uang 500 ribu,tidak ada cincin apalagi berlian


"Aku tidak suka fashion lokal, tolong cari yang branded mas" pinta Diandra lagi membuat kepala Vino berdenyut hebat


"Lipstik dan alat makeup ku harus impor, gak suka yang abal-abal dan murahan"


kepala Vino rasanya mau meledak . Menjelang tengah malam, Vino baru sampai di rumah. Seharian Vino keliling kota hanya untuk memuaskan selera calon istrinya itu,Vino sampai merogoh tabungan nya dan meminjam pada pak Amran untuk tambahan. Berbeda dengan Indah yang tidak banyak menuntut dirinya bahkan dia tidak tahu menahu soal alat-alat make up ataupun hal perempuan lainnya


Diandra rewel, banyak maunya dan seleranya banyak yang luar biasa.Vino menghela nafas panjang ada yang mulai membebani di hatinya.


Sepertinya mulai saat ini, aku harus mulai belajar menjadi laki-laki yang pandai mengalah, melelahkan batin Vino


Rumah tampak sunyi, biasanya Indah menyambut kepulangan nya di pintu dengan sebuah kecupan hangat di punggung tangan, Membimbing Vino menuju meja makan dan menemaninya makan malam sambil mengobrol ringan, bahkan Indah dengan senyum mengembang memijit Vino saat lelaki itu mulai mengeluhkan banyak pekerjaan. Mengapa tiba-tiba Vino rindu? dua hari yang lalu perempuan itu memutuskan pergi dari rumah tapi rumah Vino serasa seperti kuburan yang sepi tak berpenghuni


Kata-kata Indah tempo hari masih teringat jelas di kepala nya

__ADS_1


" Indah menunggu sidang pengadilan di rumah orang tua saja, Mas. Mungkin, Mas perlu waktu untuk mempersiapkan segala keperluan pernikahan dengan Diandra. Jangan khawatir, dipersidangan nanti, Indah akan datang," katanya sebelum pergi. Wajah teduhnya membuat Vino terdiam kaku saat itu,Sesak tiba-tiba melanda di dada Vino


Membiarkan perempuan yang penuh cinta itu berlalu dari hidupnya? Melepaskan perempuan yang selalu memberikan hati untuk nya


Lama Vino mematung, suasana rumah tanpa Indah rasanya begitu sunyi


Vino merasa sudut hati yang sunyi, suara detak jam yang samar terdengar seolah mengokohkan rasa senyap dan menghadirkan bayangan samar perempuan yang telah merenda harinya di rumah itu bersama nya selama ini.


Dengan langkah gontai, Vino memasuki kamar. Tak ada senyum lembut dan pelukan rindu di pinggangnya,Indah sudah membawa cerita cintanya dua hari yang lalu


Lagi-lagi,Vino berusaha menghapus bayangan Indah yang sedang berbaring di ranjang sambil bermain ponsel nya


"Duh, Mengapa aku merindu?" gumam Vino


" Apa masih pantas lelaki seperti ku merindukan kehadiran Indah perempuan yang sudah aku sakiti"


Jangan rindu, karena segalanya sudah berlalu.


Jangan rindu karena ini pilihan hati mu.


Lama Vino menatap sekeliling kamar nya tak ada lagi peralatan makeup sederhana milik Indah,tak ada lagi lipatan mukena di sudut kamar seisi rumah yang serasa senyap, saat tangannya tidak sengaja menyentuh benda dingin di saku baju.


Seharian ini, Vino bahkan tidak sempat membuka pesan apapun dari ponsel nya. Perempuan bernama Diandra itu benar-benar memalingkan Vino dari dunia.


Di keluarkan nya benda pipih tersebut dari saku bajunya


Vino terpaku, menatap layar ponsel karena baru satu jam yang lalu ada pesan dari Indah


[Mas, suplemen kesuburan punya mu kemarin Indah letakkan di dalam laci lemari meja hias Indah dulu]


Sebuah pesan masuk via aplikasi WhatsApp bahkan nama indah pun belum sempat di ganti oleh Vino masih dengan nama kontak istri ku seharian mencari pernik keperluan yang diinginkan Diandra, membuat kepala Vino nyut-nyutan. Vino melihat ada beberapa pesan yang belum terbaca dari nomor yang berbeda menghiasi layar ponsel nya


Lama Vino menatap pesan Indah, Indah dalam luka yang begitu dalam masih sempatnya dia perduli pada Vino. Vino merasa dia laki-laki paling bedebah di muka bumi ini.


[Mas programnya belum di laksanakan,habis kan dulu Vitamin nya bulan depan mas bisa temui dokter nya bersama Mbak Diandra, kartu nama dokter nya juga ada di dalam laci, sayang kalau tidak dilanjutkan mas, Mudah-mudahan Mas, segera punya momongan. Meski mungkin tidak lahir dari rahim Indah, tapi Indah ikut bahagia.]

__ADS_1


Mata Vino panas membaca pesan yang dikirim Indah di sebrang sana, ada yang berdesir tidak karuan dalam hatinya saat ini. Ada gemuruh yang menderu,


Beberapa hari tanpa sosok perempuan berwajah sederhana itu sudah cukup rasanya membuat hati Vino hampa


[Tidak ada di meja hias mungkin kamu lupa menaruh nya di mana,bisa kita Video call] alasan Vino dengan bergetar tangan memijit tombol kirim. Dada Vino berdebar, menanti jawaban perempuan yang memutuskan untuk mengalah dan pergi.


Ada yang menderu di sudut jiwa, Vino merindu, Rindu wajah teduh Indah dengan segenap keberanian dia meminta Video call


Lama mata Vino menatap layar ponselnya yang terasa begitu dingin ditangan. Vino menanti pesan berbalas.


Mengapa begitu lama, bathin Vino


Ayolah Indah, balas pesanku. Biarkan aku melihat wajah mu malam ini agar aku bisa tidur nyenyak, aku tidak kuat menahan debaran ini. batin Vino menjerit


Ting.


Tiba-tiba suara notifikasi pesan WA masuk membuyarkan lamunan Vino


Vino terlonjak, suara notifikasi itu seperti nyanyian dari syurga di telinganya. Sebaris tulisan di eja dengan perasaan mengharu biru.


[Mas buka saja laci sebelah kanan nomer dua,ada kartu nama nya sekalian,Indah belum sholat isya]


Balas Indah dingin.


Vino menghela napas, tak mungkin mengakui rasa hatinya sedang merindukan sosok wanita berhijab itu. Vino juga sudah memilih untuk menikahi Diandra, Undangan juga sudah tercetak Lalu apa kata dunia, kalau Vino malah makin merindukan Indah, Laki-laki tolol.


[Ada yang harus kita bicarakan, mengenai perceraian kita. Besok mas akan ke rumahmu menemui kamu dan ibu Ndah] balas Vino lagi,dia tidak putus asa mencari cara untuk bisa melihat wajah teduh istri nya ini,iya Vino dan Indah masih sah suami istri Vino tidak menalak Indah sama sekali hanya mengurus proses nya di pengadilan itu pun karena paksaan Diandra dan Ibu nya


[ Baiklah, Indah Tunggu besok mas.] pesan Indah


Serasa pecundang Vino saat ini. Tapi hanya dengan cara itu dia bisa menemui Indah. Hanya dengan cara itu, bisa menatap sepasang bola mata bening dan senyum hangatnya.


Malam ini Vino tidur dengan gelisah, Vino ingin jam segera menunjuk ke pukul lima pagi dimana dia bisa terbangun dan segera meluncur pergi menemui sosok perempuan yang tiba-tiba menggedor pintu hatinya itu, beberapa hari sudah Vino tidak masuk kerja karena urusan rumah tangga nya ini, sebenarnya Pak Amran sendiri sudah kecewa dengan Vino,dia cukup tau melihat perjalanan hidup Vino dan Indah hingga bisa sukses tapi dengan gampang nya Vino ingin menceraikan Indah


Ntah apa yang terjadi dengan dirinya ini apakah dia mencintai Indah dia saat sosok perempuan itu pergi dari hidupnya,Mencintai di saat menunggu hari sidang Pengadilan Agama memutuskan Vino secara resmi berpisah dengan Indah, begitu juga hari pernikahannya dengan Diandra yang sudah ditetapkan?

__ADS_1


Lagi-lagi Vino harus merasakan kehilangan saat sudah merasa jatuh cinta pada sosok perempuan yang bukan miliknya.


__ADS_2