Mencintai Saat Menunggu Perceraian

Mencintai Saat Menunggu Perceraian
Bercerai


__ADS_3

Malam ini Vino bertemu dengan Diandra di sebuah kafe yang sudah dia janjikan


" Vin,,aku tidak ingin berbagi dan tidak bisa berbagi aku ingin kau pilih aku atau dia, Aku ingin kejelasan Vin" tekan Diandra


" Di,,ini sulit bagi ku,Indah tidak memiliki salah apa-apa jadi tidak ada alasan untuk ku meninggalkan nya coba lah mengerti Di....!! bukan nya dulu kamu yang meninggal ku, Indah perempuan baik pasti dia akan mengalah pada mu nanti" Ucap Vino mulai kesal dengan permintaan Diandra


" Vin,,Sadar aku mencintaimu kenangan kita begitu banyak apa kau yakin bisa melupakan ku jika kau memilih nya" ujar Diandra menekan Vino


"Bukan nya ibu mu tidak menyukai nya lagi pula kalian tidak punya anak sampai detik ini apa salah kalian bercerai, untuk Alasan aku rasa dengan mengatakan nya mandul juga bisa" jawab Diandra seenak nya


Vino menggeleng kan kepalanya kenapa sampai sejauh ini ibunya bercerita pada Diandra


" Ceraikan dia kita akan hidup bahagia" lanjut Diandra


"Jika itu permintaan mu aku pikirkan dulu" jawab Vino segera pulang


****


Pagi ini tidak ada yang berubah dengan Indah dia tetap lembut dan hangat kepada Vino, meskipun hatinya terluka Indah tetap menyiapkan semua keperluan dan memasak untuk Vino


Bahkan pagi ini sudah dua kali Diandra menghubungi Vino di hadapan Indah dan di lanjutkan dengan ibu Vino


Tak ada air mata dari kedua kelopak matanya yang teduh, perempuan dengan paras manis itu hanya menunduk


" Maaf kan mas Ndah seperti nya pernikahan ini tidak akan bisa berlanjut lagi" ujar Vino pelan, hatinya sedikit perih mengatakan ini


"Mas, memilih dia? "tanyanya lirih, segaris senyum pahit menyungging di bibirnya. Meski ragu Vino mengangguk.


Indah segera bangkit dari duduk nya dan masuk kedalam kamar meninggalkan Vino sendiri di meja makan


Ketukan pintu membuyarkan lamunan Vino dia segera beranjak untuk membuka kan pintu ternyata Diandra dan ibunya yang datang membuat Vino bertambah gugup apa yanga harus dia katakan pada Indah


" Mana Indah?" tanya ibunya


" Ada di kamar bu" sahut Vino pelan

__ADS_1


Diandra segera mencium pipi kiri kanan Vino dan bergelayut manja di lengan nya


" Indah...." pekik sang mertua membuat Indah yang sedang merapikan pakaian nya keluar dari kamar


" Ibu...kapan datang?" tanya Indah ramah dan segera menyalami punggung tangan sang mertua tapi malah di tepis oleh ibu Vino


"Ini Diandra kamu sudah kenal kan,dia ini pacar Vino sejak SMA dulu, cinta pertama Vino" ucap nya menekan kan kata cinta pertama


"Diandra akan menikah dengan Vino,apa Vino sudah bercerita pada mu dan dia akan menceraikan mu sesuai dengan permintaan Diandra," ucap Ibu Vino bangga


Tapi Indah sama sekali tidak terpancing emosi saat sang mertua berbicara demikian justru Indah menanggapi nya dengan senyuman


Indah mengalihkan pandangan pada laki-laki yang berdiri di sebelah perempuan bernama Diandra itu. Ia terlihat sangat tenang dan santai saat Diandra bergelayut manja di lengan nya


Rasa hati Indah kali ini berdesir perih. Rasanya nyaris ambruk. Sedih dan amarah berpadu. Tidak ada angin, tidak ada hujan, tidak ada tanda apa-apa yang menjadi sebuah firasat hal semenyakitkan ini akan terjadi dalam rumah tangga nya,tapi Indah sebisa mungkin berusaha tegar


Ibu mertua nya terlihat jelas memperlihatkan ketidaksukaan nya pada Indah


" Duduk dulu bu,kita bicarakan baik-baik" ucap Indah berusaha masih bersikap sopan meskipun jujur saat ini hatinya sudah hancur melihat kemesraan suaminya di hadapan nya sendiri


" Benar mbak Diandra akan menikah dengan suami saya?" tanya Indah lembut karena memang Vino masih menjadi suami sah nya


" Iya,,bukan nya kamu sudah lihat bagaimana kuatnya cinta mereka sehingga tidak bisa terpisah" jawab Ibu Vino membuat Diandra menarik sudut bibirnya kecil membenarkan ucapan sang calon mertua


" Kalau memang kuat kenapa dulu meninggalkan mas Vino" Sindir Indah membuat sang mertua terdiam


"Jangan macam-macam kamu Ndah kalau sampai Diandra merajuk dan tidak mau menikah dengan Vino saya tidak akan di tinggal diam,cukup sudah selama beberapa bulan ini kamu menguasai Vino dan menikmati uang nya" ancam sang mertua


Indah mengulum bibir. Tersenyum miris. Ibu mertua nya selama ini memang tahunya Indah yang bergantung pada Vino Menurut beliau Indah menguasai seluruh gaji suaminya itu tanpa dia tau apa saja yang menjadi pengeluaran mereka dan Ibu Vino tidak pernah tahu kalau Indah punya pendapatan yang lumayan besar meskipun tak terlihat


" Vin, aku minta kamu segera menceraikannya jika kamu memang mencintaiku. Jika tidak, aku tidak bisa mempercayaimu lagi,ingat Vin aku akan memberikan keturunan untuk mu bukan seperti perempuan mandul ini." ujar Diandra membuka suaranya


"Aku akan mendampingimu lebih baik dari dia, selalu setia bersamamu," lanjutnya membuat Indah menghela nafas panjang


"Kamu janji?" Laki-laki itu menggenggam tangan Diandra sambil menatap sendu, Berdesir perih hati Indah melihatnya

__ADS_1


"Iya," jawab Diandra sambil tersenyum dan mengangguk.


" Tidak ada harta gono-gini untuk nya" sahut ibu Vino


Jika berbicara soal anak Indah memang sedikit sensitif apalagi dia sudah pergi ke dokter dan jelas Dokter mengatakan tidak ada yang salah dari dirinya


" Bu tenang saja,saya akan keluar dari rumah ini sebagaimana saya masuk dulu hanya membawa pakaian saja" jawab Indah berusaha menenangkan hati nya


"Bagus kalau kamu sadar diri" ketus Ibu Vino


Tanpa menitikkan air mata Indah masuk kedalam kamar dan keluar kembali membawa satu buah buku catatan dan ATM Vino


" Ini mas ATM yang pernah kamu berikan ke Indah" ujar Indah meletakkan nya di atas meja, Ibu Vino tersenyum puas melihat nya


" Dan ini catatan menu masakan setiap hari nya,Lalu ini catatan pengeluaran setiap bulan nya mas" ucap Indah lagi


"Apa perlu Indah jelaskan isinya pada mbak Diandra?" tanya Indah


sambil membuka buku catatan amal rumah tangga mereka, Lalu indah mengeluarkan beberapa kertas dari dompet nya


" Apa itu?" tanya Diandra bingung


"Ini kertas pembayaran listrik, Air dan ini kertas cicilan motor dan bank kami" jawab Indah lembut


" Dan ini berkas rumah." Indah meyerahkan beberapa lembar kertas penting kepada Diandra. Perempuan itu menerima dengan binar pada wajahnya. Matanya fokus menatap lembaran itu, sepertinya sedang membaca tulisan-tulisan yang ada di sana. Selanjutnya, berkas berharga itu diraih oleh Ibu Vino. Wanita itu pun turut mengamati lembaran itu secara seksama dengan binar wajah yang serupa.


"Mana sertifikat nya?" tanya Ibu Vino dan diangguki oleh Diandra


" Masih sama anak pak Amran karena rumah ini masih dalam tahap pencicilan masih ada beberapa tahun lagi" jawab Indah santai ,Indah mengamati reaksi atas kalimat yang dia ucapkan,Tampak jelas wajah terkejut Diandra


" Seperti nya Mbak Diandra bisa membaca isi nya sendiri, kalau begitu segera urus perceraian kita mas dan selama proses perceraian Indah menunggu sidang pengadilan di rumah orang tua saja, Mas. Mungkin, Mas perlu waktu untuk mempersiapkan segala keperluan pernikahan dengan Diandra. Jangan khawatir, dipersidangan nanti, Indah akan datang" Ucap Indah bangkit dari duduk nya dan masuk kedalam kamar, Wajah teduh Indah membuat Vino sedikit berdebar, inikah jalan yang dia pilih?


Membiarkan perempuan yang penuh cinta itu berlalu dari hidupnya? Melepaskan perempuan yang sudah memberikan hati dan mengorbankan perasaan nya


Indah menarik koper nya keluar kamar, dengan menyalami punggung tangan Vino dan sang mertua Indah segera pergi

__ADS_1


__ADS_2