Mencintai Saat Menunggu Perceraian

Mencintai Saat Menunggu Perceraian
berdebat


__ADS_3

"Kamu.... " Vino mengerjapkan mata melihat Diandra sudah berada di depan rumah nya saat ini


Melihat penampilan Diandra yang tampak kesal tengah menunggu dirinya di teras rumah


"Ya Mas, kenapa kau terkejut? aku tau kau baru saja mendatangi kediaman Indah bukan" ucapnya kesal


"Bawa aku menemui istrimu mas,aku ingin jelas kan padanya untuk tidak menggangu mu lagi " pintanya meraih tangan Vino


" Di,,aku hanya menjelaskan tentang perceraian kami tidak ada yang lain" jawab Vino menolak


" Mas,aku ingin semua nya clear hari ini,aku ingin Indah itu tau diri kalau dia adalah pelakor dalam hubungan kita,kamu milik ku mas....!!! bukan nya kita sudah berjanji akan menikah tapi kenapa malah ada dia di antara kita" pekik Diandra


" Di, Indah tidak pernah merebut ku dari mu,aku yang meminta dia menikah dengan ku saat kau pergi lagi pula dia sudah mengalah Di,jangan di perpanjang lagi" jawab Vino yang tidak mengerti jalan pikiran Diandra


"Aku ingin Indah tahu kita tidak mungkin berpisah, Undangan pernikahan kita sudah jadi, Wo pernikahan kita sudah di bayar mas, sepantasnya dia harus mengerti jangan lagi mengusik kita"


"Sudahlah Diandra jangan membuat keributan lagi" kata Vino menarik tangan Diandra Berharap perempuan itu segera mengikuti langkahnya masuk kedalam rumah, Vino tidak mau menjadi semakin menyesal karena meninggalkan Indah


Diandra menggeleng " Kamu temani aku atau aku pergi sendiri" kekeh nya membuat Vino tak ada pilihan lain jika dia tak mengikuti Diandra khawatir akan ada pertempuran hebat, dari dua wanita yang paling spesial dalam hati nya ini

__ADS_1


Beberapa menit perjalanan akhirnya mereka sampai di kediaman rumah Indah,Indah yang sedang duduk di teras rumah sambil mengurus orderan nya terkejut dengan kedatangan Vino dan Diandra


"Diandra?"


Indah termangu


"Tak usah kaget Ndah" Diandra menebar senyum, berusaha membuka percakapan seperti seorang pemenang dalam pertandingan


Indah berusaha tersenyum, membuka pintu rumah nya lebar-lebar.


" Silahkan masuk," ucapnya lembut diluar dugaan Vino, Intonasi suaranya tenang dan terkontrol. luar biasa, Vino baru menyadari Indah bukan saja lembut tapi dia pintar mengendalikan emosi nya tidak seperti Diandra yang menggebu-gebu


"Baik, katakan padaku apa yang kau inginkan."ucap Indah menatap Diandra


"Pergi jauh dari kehidupan Mas Vino, biarkan dia mengisi hari-harinya hanya denganku saat ini" Pinta Diandra tegas, Suaranya mengambang di udara.


"Aku berharap engkau mengerti, kalau kisah cintamu dengan Mas Vino telah berakhir. Dia hanya mencintaiku dan kami akan segera menikah, Semua persiapan sudah selesai jadi jangan pernah hadir lagi di kehidupan mas Vino" ucap Diandra lagi, kali ini suaranya penuh penekanan. Matanya yang indah seperti seorang harimau yang akan menerkam mangsanya, Sementara Vino menahan napas nya sesak melihat perdebatan mulut kedua perempuan di hadapan nya ini


Indah mendengar setiap kata Diandra dengan seksama, ujung hijabnya meriap indah dalam sinar matahari dan angin yang mulai menderu

__ADS_1


Vino mendengar suara Indah basah. Ada bilur luka yang menganak di pandangan matanya, sementara Diandra mendengarkan dengan tubuh mematung.


"Jika dengan mengambil suamiku kau bahagia, ambilah Mbak" ucap Indah pelan,dia seolah mati rasa saat ini,Indah ingin menutup luka di hatinya yang terlalu menganga


"Jika dengan menikah kalian akan bahagia, lakukan. Dari awal aku tidak pernah menghalangi apapun tentang kisah cinta kalian.Dan kamu, Mbak Diandra jika kamu ingin memiliki suamiku dengan utuh, ambillah. Aku yang akan pergi,"lanjut Indah menatap wajah Vino yang terdiam kaku


"Mas, hari sudah sore Pulanglah, tak ada ya harus dibicarakan lagi diantara kita, tunggu aku di pengadilan"


"Tuhan, putar kembali waktuku agar aku tidak harus jatuh cinta pada kisah lamaku. Agar aku tidak dihadapkan pada posisi tersulit seperti ini" batin Vino


"Pulanglah Mas, persiapkan pernikahan kalian. Buat momen penting itu sebagai momen yang indah, Indah ikut bahagia dengan pernikahan kalian" ucap Indah pelan sambil tersenyum.


Vino termenung, menatap punggung Indah yang hilang dibalik pintu. Sementara Diandra menatap tubuh yang hilang dibalik pintu itu dengan senyuman dia merasa memenangkan pertandingan ini,bodoh....satu kata yang pantas di ucapkan pada Vino, Diandra seolah membuat dirinya sebagai ajak pertandingan sedang kan Indah dengan baik menjaga harga dirinya agar tak ada keributan


Senja makin merah, dengan hati yang beku, Vino meraih tangan Diandra untuk mengajak nya segera pergi


" Mas kamu lihat" Ucap Diandra melempar kan satu lembar undangan yang sudah jadi saat mereka sampai di rumah Vino


" Ini undangan kita mas, sudah jadi....!!! Kamu jangan macam-macam lagi, Jangan buat malu keluarga mu" ancam Diandra membuat Vino terdiam memang ibu nya yang sangat menginginkan pernikahan nya dan Diandra terjadi,Ibu Vino sudah gembar-gembor di kampung nya mengatakan kalau Vino menceraikan Indah dan menikah dengan model terkenal, membuat Vino bimbang dengan kehidupan nya saat ini

__ADS_1


Diandra keluar dari rumah Vino dia benar-benar kesal dengan sikap Vino yang mendatangi Indah hari ini.


__ADS_2