Mencintai Saat Menunggu Perceraian

Mencintai Saat Menunggu Perceraian
labrak


__ADS_3

" Indah....indah keluar kamu, perempuan tidak tahu diri kamu Indah" pekik Diandra yang ingin melabrak Indah, dia sudah berdiri di depan pintu rumah Indah, Diandra kesal bukan main saat ini karena Vino tidak datang di acara pernikahan mereka Diandra pikir Indah lah yang sudah melarang Vino


" Licik kamu Indah, Perempuan licik,sok alim kamu" pekik nya lagi membuat Shafa membuka pintu rumah nya mendengar suara keributan di luar


" Kamu siapa?" tanya Shafa mengamati perempuan yang berdandan seperti pengantin di depan rumah nya karena Shafa memang belum pernah bertemu Diandra hanya beberapa kali mendengar cerita dari ibu nya bahkan dari Indah pun belum pernah bercerita


" Mana Indah?" tanya Diandra seolah menantang


" Masyaallah ada apa ini?" ujar Bu Ida keluar melihat Diandra sudah berkacak pinggang di depan rumah nya


" Kamu dan anak mu sama saja,Di mana mas Vino ku jangan kalian sembunyikan dia" oceh Diandra


" Istighfar Nak, kamu itu perempuan tidak baik menyakiti sesama perempuan" ujar Bu Ida mengingat kan Diandra


" Hey ibu tua,saya tidak butuh ceramah kamu, minta Indah kembali kan Vino pada saya,Vino itu hanya mencintai saya, pasti ini semua akal-akalan Si Indah perempuan licik itu kan agar mas Vino tidak jadi menikahi saya...!!" tuduh Diandra membuat Ibu indah mengusap dadanya melihat kelakuan Diandra yang bar-bar

__ADS_1


" Kamu itu tidak becus mendidik anak,kalau mas Vino sudah tidak suka lagi sama Indah tidak perlu main dukun segala" lanjut Diandra


" Dukun apa? dukun cabul" jawab Shafa yang dari tadi sudah geram dengan tingkah laku Diandra yang tidak sopan pada ibu nya dan menuduh adik nya sembarang


"Suka heran sama perempuan yang nggak tau malu kaya kamu,Zaman sekarang galakan pelakor dari pada istri sah ya, Sini saya kasih tau ke kamu Indah dan Vino itu saling cinta, Jadi kamu tidak bisa memaksa mereka untuk berpisah" tekan Shafa pada Diandra


" Tidak....!!! Kamu jangan ikut campur urusan kami,Kamu tau apa dengan Cinta, Saya cinta pertama mas Vino,mas.....mas Vino keluar mas,Ayo kita menikah" pekik Diandra hendak menerobos masuk kedalam rumah Indah tapi di dorong oleh Shafa kuat,dia sudah dari tadi geram pada Diandra ingin sekali Shafa menampar pipi mulus perempuan yang mengaku model terkenal itu tapi Shafa masih bisa menjaga emosi nya dia tidak pernah di ajarkan untuk bertindak kekerasan dengan siapapun juga oleh orang tua nya


" brugk....."


" Awww......" ringis Diandra


" Diandra" pekik Bu Wati yang baru datang bersama Nita melihat Diandra terjatuh


" Jahat kalian, Diandra salah apa sampai kalian buat dia begini"

__ADS_1


" Kalian akan saya laporkan ke polisi karena sudah menganiaya calon menantu saya" kesal Buk Wati


" Lapor....sana lapor,Saya juga akan laporkan kalian ke kantor polisi karena sudah meresahkan keluarga saya, pagi-pagi datang hanya untuk membuat kegaduhan" jawab Shafa lantang


" Maaf bu Wati,maaf kan Shafa" ucap Bu Ida tidak enak hati pad besan nya ini


" Bu,,jangan minta maaf dengan orang begini" tunjuk Shafa" sesekali perlu di kasih pelajaran, cukup sudah Keluarga kita mengalah dengan mereka bu, orang tua seperti buk Wati ini harus di kasih syock terapi biar jangan sembarang dengan menantu" ucap Shafa menatap Bu Wati tajam, Shafa tak perduli apa yang terjadi nanti yang jelas dia harus membalas kan rasa sakit penghinaan yang di terima adik nya selama ini


"Jangan sembarang bicara kamu ya,saya jauh lebih tua dari kamu" ujar bu Wati tidak terima


Para tetangga Indah sudah banyak yang keluar melihat perdebatan antara dua keluarga ini


" Justru anda tua anda harus tau diri, sudah bau tanah juga masih mau mengatur hidup anak, Sadar Vino itu tidak bisa hidup tanpa Indah buktinya dia sanggup untuk tinggal di sini demi menemani Indah, seharusnya anda bahagia sebentar lagi akan menimang cucu ini malah terus membuat kegaduhan, silahkan pergi sebelum saya teriak kalau kalian maling di sini" ancam Shafa membuat Bu Wati kesal dan menarik Nita serta Diandra pergi seperti nya melawan pun percuma dia juga akan kalah karena Shafa lebih berani dari pada Indah, Diandra pun saat ini tengah kesakitan mungkin dorongan kuat dari Shafa tadi


" Di,,paa yang sakit?" tanya Bu Wati khawatir

__ADS_1


" Bu perut ku rasanya Kram" jawab Diandra lalu jatuh pingsan membuat bu Wati berteriak dan meminta bantuan


__ADS_2