
Urusan percetakan selesai sudah bahkan Indah sudah membayar ruko nya untuk dua tahun kedepan, meskipun tabungan nya terkuras Indah merasa lega karena pasti nya Vino tidak akan pusing lagi soal pekerjaan nya
Indah segera pulang kerumah tubuh nya terasa lelah mungkin efek dari kehamilan nya ini tapi Indah mensyukuri semua yang di berikan tuhan pada nya,mulai dari kehadiran anak nya dan kesuksesan nya Indah berharap Vino benar-benar berubah tak ada lagi perempuan lain yang akan menjadi duri dalam rumah tangga nya
"Ndah,sudah pulang?" tanya ibu nya yang melihat Indah duduk di kursi depan rumah mereka
" Sudah bu,jadi tadi ibu nggak dengar salam Indah"
" Ibu di belakang nemenin bapak berkebun" ujar Bu Ida menggeleng
" Kenapa Ndah kaya' nya lelah betul?"
" Bu,sini deh "pinta Indah menepuk kursi di sebelah nya meminta sang ibu untuk duduk
" Kenapa?" tanya ibunya penasaran
" Mas Vino sudah pulang bu?"
" Belum"
" Bu,, Percetakan yang di tunggu mas Vino sudah Indah beli bu, kontakan nya pun sudah Indah bayar dua tahun kedepan, Jika terjadi sesuatu pada Indah setidaknya ibu tahu" ucap Indah sambil mengelus perut nya
__ADS_1
"Ndah... ngomong apa kamu nak"
" Bu,umur tidak ada yang tau, tua-muda semua bisa saja menghadap sang pencipta,Indah berharap semua nya baik-baik saja"
" Ndah....ibu do'a kan kamu selalu dalam lindungan Allah nak" peluk bu Ida pada putri bungsu nya ini
" Tapi dari mana kamu mendapatkan uang nya Ndah?"
" Ibu kan tau Indah jualan online sejak lama, Alhamdulillah penghasilan nya besar bu,Indah bisa menabung, sebenarnya uang itu untuk membuka usaha Indah tapi sepertinya mas Vino lebih membutuhkan nya bu" jelas Indah
" Kamu benar-benar istri Sholeha Ndah ibu berharap rumah tangga mu selamat sampai kalian menua"
" Tapi ibu jangan beritahu dulu pada mas Vino bu,Indah ingin ini jadi kejutan untuk nya nanti di saat yang tepat" pinta Indah dan di angguki ibunya
***
Vino pulang dengan wajah berseri
" Sayang..." panggil Vino pada Indah yang baru selesai melaksanakan shalat Ashar
" Kenapa mas? kaya' nya senang banget" tanya Indah
__ADS_1
"pak Amran tidak jadi menjual percetakan nya yang mas kelola Ndah,mas bersyukur karena masih bisa mengumpulkan uang untuk anak kita nanti" jawab Vino tersenyum sambil mengusap perut Indah lembut
" Alhamdulillah ya mas rezeki dedek nya,Indah turut bahagia mas"
" Tapi mas minta maaf sayang gaji mas bulan depan harus di potong karena pinjaman uang mas pada pak Amran kemarin" ujar Vino sedikit menunduk
" Pinjaman uang?" tanya Indah yang memang tidak tau masalah pinjaman uang
Vino menjatuhkan tubuhnya dan memeluk kaki Indah " maaf kan mas Ndah,mas meminjam uang untuk acara pernikahan dengan Diandra kemarin" aku Vino,hati Indah sedikit tersentuh perempuan berhijab ini bukan nya marah tapi malah mengulum senyum nya,dia sudah merelakan apa yang hilang sewaktu Vino khilaf kemarin
" Mas...bangun! nanti ibu lihat" ujar nya
" Tidak,,mas tidak mau bangun sebelum kamu memaafkan mas Ndah"
Indah ikut terduduk dan menatap wajah suami nya yang terlihat menyesal ini
" Mas, selagi kamu tidak mengulangi nya lagi Indah sudah maaf kan kamu jauh sebelum mas minta maaf pada Indah, jangan pernah bahas lagi masalah wanita itu di hadapan Indah mas,Indah sudah relakan apa yang hilang yang terpenting kamu kembali pada Indah dalam keadaan utuh tanpa kurang satu apapun dan tanpa pernah menyentuh wanita manapun"
Vino memeluk tubuh perempuan yang saat ini tengah mengandung darah daging nya,Vino bersumpah pada dirinya sendiri tidak akan pernah mengecewakan Indah lagi,cukup sudah kesalahan fatal yang dia buat sekali dalam hidup nya dia tidak mau kehilangan bidadari cantik ini
" Terimakasih sayang, mas janji akan membahagiakan kamu dan anak kita nanti" peluk Vino pada Indah
__ADS_1