Mencintai Saat Menunggu Perceraian

Mencintai Saat Menunggu Perceraian
rumah baru


__ADS_3

Vino mengajak Indah melihat rumah yang akan mereka cicil


" Mas seperti nya masih banyak yang harus kita renovasi"


" Iya Ndah mas juga berfikir begitu kalau kamu tidak keberatan kita bisa pinjam Bank ndah untuk merenovasi dapur nya dan teras depan agar lebih nyaman untuk kita tinggali"


" Kalau pinjam bank berapa lagi sisa gaji mas?" tanya Indah


" Nanti kamu hitung ya, penghitungan mu lebih pintar dari pada mas,jangan banyak-banyak yang jelas semampu kita dan sisakan sedikit tabungan untuk anak kita nanti" jawab Vino


Jika berbicara soal anak Indah lebih sensitif karena sudah mau masuk tiga bulan dia masih belum kunjung hamil


" Mudah-mudahan sewaktu kita menghuni rumah ini kamu sudah hamil ya ndah biar ada teman nya"


" Semoga ya mas" jawab Indah pelan

__ADS_1


****


Soal kenaikan gaji dan rumah baru yang di dapat Vino sudah terdengar sampai ke telinga ibu nya


" Enak banget ya bu kak Indah baru nikah dengan mas Vino sudah bisa beli rumah,aku yakin kak Vino sudah punya tabungan banyak dulu bu sebelum menikahi si Indah itu,dia dapar enak nya saja bu" ucap Wati pada ibunya saat mereka sedang sarapan


" Iya, seharusnya gaji naik jatah ibu juga naik lah tapi jatah ibu tetap 500 ribu tiap bulan nya,nggak adil banget si Vino,anak pak Harun itu enak-enakan hidup dengan dia, mendingan dengan Diandra sudah cantik,baik dan juga sekarang model,dari pada anak si Ida itu jadi ibu rumah tangga ya jelas gaji Vino habis untuk dia mana sampai sekarang nggak hamil-hamil" Jawab Ibu Vino kesal


" Nanti ibu akan hubungi kakak kamu minta jatah lebih biar kita bisa belanja banyak,500 ribu maj dapat apa...!!" lanjut nya mengoceh


***


Hari berlalu rumah tangga Vino dan Indah semakin membaik mereka pun sudah pindah kerumah baru mereka dan kini Vino pun sudah mencicil motor sendiri agar memudahkan mereka berpergian,Indah selalu mendukung apapun yang di kerjakan suaminya itu selagi bisa untuk membantu pekerjaan nya, karena rumah mereka yang sekarang lumayan jauh dari percetakan tidak seperti kontrakan mereka kemarin jadi Vino mencicil motor besar agar mudah bolak balik, Mobil percetakan ada tapi Vino hanya menggunakan nya sesekali untuk mengisi bensin terus dia juga keberatan karena gajinya sendiri bisa di bilang tinggal sedikit


Belanja bulanan 1,8 juta

__ADS_1


Cicilan Rumah 500 ribu


Cicilan motor 650 ribu


lampu+air 250 ribu


ibu 800 ribu


Uang kebersihan 100 ribu


Bensin Mas Vino 400


cicilan bank 500


Beginilah isi catatan bulanan Indah,Sejak ibu nya tau Vino naik gaji dia meminta lebih dan semua itu di sanggupi oleh Indah dia pun mengatur semua nya sedemikian detail nya bahkan untuk iuran yang tak terduga Indah yang membayar nya, Untuk pakaian dan lain nya juga Indah yang menanggung nya tanpa sepengetahuan Vino

__ADS_1


Rumah tangga mereka adem ayem meskipun tanpa anak, Sudah beberapa bulan mereka menikah tapi belum juga di karuniai anak ntah tuhan belum percaya pada mereka atau memang mereka yang kurang berusaha


__ADS_2