
" Ndah...mas benar-benar minta maaf, setelah kamu meninggalkan rumah mas bari sadar kalau kamu lah penerang di rumah itu" ucap Vino menggenggam tangan Indah
" Mas tau kamu pasti sakit hati dengan mas,tapi berikan mas satu kali kesempatan Ndah mas akan buktikan kalau mas benar-benar mencintai mu" lajut Vino memohon
" Mas,surga Indah ada pada suami tapi Surga mu ada pada ibu mu mas,dia yang harus kamu turuti" ucap Indah,masih teringat di benaknya kala sang mertua mengenalkan Diandra dan membandingkan dengan nya bahkan mengatakan kalau Diandra menantu idaman
" Ndah...mas mohon" ucap Vino
"Tak ada yang bisa mengubah takdir kecuali tuhan mas,jika Gusti Allah masih menginginkan kita bersama pasti ada saja jalan yang akan di berikan nya, untuk saat ini kita jalani dulu seperti ini mas,jika berpisah jalan yang terbaik Indah ikhlas"
" Ndah,tidak bisa kah kamu memberikan mas satu kesempatan setelah apa yang sudah kita lewati semalam"
" Mas,,,jangan karena Indah masih mau melayani mas itu yang mas jadikan alasan,Indah merasa masih memiliki kewajiban sebelum adanya ketuk palu...!!!" tekan Indah
Vino meremas rambutnya kasar, dia tau dia salah,dia lelaki paling terbodoh di dunia ini sudah mencampakkan perempuan sebaik Indah
"Maaf mas, Indah harus pulang karena harus mengajar " ujar Indah pamit
"Kamu mengajar lagi Ndah?" tanya Vino menatap wajah sendu Indah
" Hmmm....lebih baik mengalihkan waktu dengan hal positif mas dari pada mengalihkan waktu untuk memikirkan hal yang tidak penting dan berakhir kecewa" jawab Indah segera meraih ponsel dan tas nya lalu pergi
Vino terdiam seperti nya habis sudah senjata nya untuk membujuk Indah,,dia sadar kalau ini semua kesalahan nya
****
" Mas.....kamu kemana saja,ponsel mu tidak bisa di hubungi" pekik Diandra marah-marah di percetakan
__ADS_1
Dari hotel tadi Vino langsung ke percetakan untuk mengecek stock barang,sejak rumah tangga nya bermasalah Vino jadi malas bekerja dan uring-uringan beruntung pak Amran masih berbaik hati tidak memecat nya karena mengingat Vino memiliki daya tarik tersendiri untuk mencari pelanggan dan cara kerja nya pun memuaskan jadi pak Amran masih memberikan toleransi pada Vino meskipun dia sudah beberapa kali menegur Vino
" Di,ini di tempat kerja... malu" jawab Vino
" Malu kamu bilang??? ck apa kamu masih punya malu mas, meninggalkan istri mu saja kamu bisa kenapa sekarang malah malu"
" Di...jaga ucapan mu" tegas Vino
" Mas,,jangan sok suci...!! Aku tanya kamu kemana semalaman? bertemu jal*ng itu?"
Kesabaran Vino seperti nya sudah habis dengan kelakuan Diandra di tariknya tangan Diandra masuk kedalam ruang kerja nya dan di dorong nya kuat beruntung Diandra jatuh ke sofa dan tidak terlalu sakit
" Jangan kasar mas,aku bisa melaporkan perbuatan mu ini pada ibu mu" ancam Diandra
" Lapor ... lapor saja sana,aku sudah muak dengan ancaman busuk mu itu, Kamu mau tau kemana aku semalam,Aku semalam bercinta dengan istri ku,kami menghabiskan waktu semalam...puas..!!!" ucap Vino menatap tajam Diandra
" Mas,,,jahat kamu...jahat" pekik Diandra histeris memukul dada Vino dan menangis
"Mas ...lihat aku mas,apa kamu tidak sedikit pun menghargai pengorbanan ku mas,aku kembali untuk kamu mas, untuk masa depan kita"
" Tidak,,kamu bukan kembali untuk ku tapi untuk dirimu sendiri, untuk keegoisan mu,kamu tidak pernah mengakui kekalahan mu Di,kamu perempuan ambisius,aku capek...lelah....ingat Di aku bukan boneka kamu" jawab Vino
" Mas,,apa hebatnya perempuan kampung itu, kamu belum pernah bercinta dengan ku mas,aku akan puaskan kamu,mas...ayo sentuh aku" ucap Diandra yang mulai membuka satu persatu kancing kemeja nya
" Di,,,jangan Gila kamu" ucap Vino berusaha mencegah nya
" Mas,jika kamu tak ingin bercinta dengan ku aku akan teriak dan mengatakan kalau kamu memperkosa ku, biar semua tau bagaimana kelakuan bejad atasannya ini" ancam Diandra
__ADS_1
Diandra benar-benar nekad, Dia seperti kesetanan membuka pakaian nya satu persatu, menunggu Menikah dengan Vino terlalu lama menurut nya lebih baik dia melewati jalan pintas agar Vino tak bisa lagi lepas dari nya
" Percuma aku menikah dengan mu Di kamu hanya akan mendapatkan tubuhku tidak dengan hatiku yang sudah di miliki Indah" ucap Vino berusaha menjelaskan pada Diandra
" lebih baik begitu mas dari pada aku harus kehilangan kamu" ucap Diandra sambil terus berusaha membuka pakaian nya
" Ayo mas sentuh aku"
" Cklek...." terdengar suara pintu terbuka membuat Vino dan Diandra menoleh ke pintu,Vino yang berusaha menolak ajakan Diandra terbengong melihat Indah yang berdiri di ambang Pintu Vino benar-benar khawatir kalau Indah salah paham dengan nya
Indah berjalan mendekat kearah Vino dan mengembalikan ponsel yang terbawa oleh nya tadi pagi membuat Diandra geram berarti memang benar mereka menghabiskan waktu bersama semalam tapi Diandra tak kehilangan akal dia berusaha setenang mungkin
" Mas,apa aku bilang takut orang datang kan kamu sih tidak sabaran menunggu di rumah" ucap Diandra mengalihkan pembicaraan mereka sambil merapikan pakaian nya
" Di...kamu gila" bentak Vino
" Ma,kenapa membentak ku begitu,kamu malu karena Indah mengetahui kalau hubungan kita sudah sejauh ini"
Vino menggeleng kan kepala nya tak percaya Diandra punya seribu cara membuat Indah salah paham
" Aku tidak sengaja membawa ponsel mas,maaf jika aku mengganggu aktivitas kalian tapi akan lebih baik di lakukan setelah kalian menikah lagi pula ini kantor bukan tempat pelacuran" Sindir Indah,baru kali ini perempuan berhijab itu mengeluarkan kata sedikit kasar dari mulut manisa nya,sudah cukup sabar Indah menghadapi Diandra yang berbuat semaunya, apalagi saat ini Vino masih suami sah nya
" Apa maksud ucapan mu,kami melakukan nya saling suka" ujar Diandra yang tak suka dengan sindiran Indah
" Di....kamu sudah kelewatan, keluar kamu..." bentak Vino
Bukan nya takut tapi Diandra sedikit pun tak gentar dengan kemarahan Vino,Indah cukup tahu diri ini kantor di mana suaminya mencari nafkah dia tidak mau membuat keributan
__ADS_1
" Kenapa bukan dia saja yang keluar mas,bukan nya dia yang mengganggu aktivitas kita" tunjuk Diandra membuat Vino semakin geram
" Mas, biarkan aku yang pulang" pamit Indah meninggalkan ruangan Vino membuat Diandra tersenyum sinis, dia merasa sudah memenangkan pertandingan nya kali ini