
Sarah mendatangi rumah Abigail saat itu. Semenjak kejadian itu, dia tidak bisa menghubungi Abigail lagi, dia bahkan tidak bisa bertemu dengan Abi lagi. Dia sudah mendatangi tempat fitnes beberapa kali tapi dia tidak boleh masuk ke dalam bahkan uangnya dikembalikan begitu saja.
Dia sungguh tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi bahkan sudah beberapa bulan berlalu dia tidak melihat sosok Abigail sama sekali. Ya, beberapa bulan telah berlalu, Abi benar-benar tidak mau bertemu dengan Sarah, dia sibuk dengan kegiatan yang dia lakukan. Pagi pergi jogging dengan Justin, saat siang waktunya dia habiskan di tempat Gym dan ketika sore dia menghabiskan waktunya bersama dengan Justin mengembangkan bakat yang dia miliki.
Sebenarnya Abigail seorang arsitek, dia pernah bekerja tapi karena bentuk badannya yang semakin hari semakin membesar membuatnya tidak percaya diri dan mengundurkan diri dari pekerjaannya. Lambat laun dia jadi malas dan tidak mau bekerja lagi, dia juga tidak begitu mempermasalahkan bentuk badannya karena dia ingin menikmati hidupnya tanpa beban. Sebab itu dia selalu makan apa pun yang Sarah berikan, dia tidak bisa menolak barang gratis apalagi makanan.
Ibu Abi membuka pintu untuk Sarah saat itu, dia sudah terbiasa menyambut kedatangan Sarah yang selalu mencari Abigail tapi sesuai dengan permintaan putrinya, dia akan mengatakan jika Abi sedang siibuk dengan pekerjaan saat ini karena mereka berkata pada Sarah jika Abi sudah bekerja.
Tentu Sarah tidak percaya, dia yakin Abi tidak mungkin melakukan hal itu. Abi tidak mungkin bekerja, sepertinya Abi menghindarinya apalagi sejak kejadian itu dia tidak bisa menghubungi Abi lagi.
"Ada apa, Sarah?" tanya ibu Abi. Padahal dia sudah tahu tujuan Sarah tapi dia pura-pura tidak tahu.
"Aunty, aku hanya ingin bertemu dengan Abi. Tolong katakan padaku, di mana dia? Jangan katakan Abi sedang bekerja karena ini akhir pekan," ucap Sarah.
"Abi sedang sibuk," jawab ibu Abi sambil tersenyum.
"Sibuk apa? Apa dia tidak mau bertemu denganku, Aunty?"
"Maaf Sayang, Abi memang sedang sibuk dan tidak bisa bertemu denganmu."
"Aunty, apa Abi sedang menghindari aku?" tanya Sarah.
"Tidak, dia hanya sibuk."
"Hampir setiap hari aku datang tapi dia selalu sibuk. Apa yang dia lakukan, Aunty?" Sarah tidak menyerah karena dia sangat ingin tahu bagaimana dengan keadaan Abigail saat ini dan apa yang telah terjadi dengannya.
"Sorry Sayang, dia tidak ada di rumah saat ini. Kau bisa periksa jika kau tidak percaya," ucap ibu Abigail.
Sarah menggigit bibir, sial. Kenapa Abi menghindarinya? Entah kenapa dia semakin penasaran dengan Abigail. Jangan katakan jika Abi sukses dengan diet yang dia jalani. Itu bisa saja terjadi dan dia juga curiga Justin membantu Abigail agar program dietnya sukses. Mungkin tebakannya tidak salah, itu sebabnya tiba-tiba uangnya dikembalikan dan dia tidak boleh masuk ke tempat Gym lagi. Sebaiknya dia ke sana, dia yakin Abi ada di tempat itu saat ini.
"Baiklah Aunty, aku pergi dulu," ucap Sarah.
"Berhati-hatilah."
Sarah mengangguk, dia berjalan dengan terburu-buru menjauhi rumah Abigail. Tidak bisa, jika tubuh Abi menjadi kurus, ini akan menjadi ancaman untuknya karena Harold akan mencampakkan dirinya. Hal itu tidak boleh terjadi dan dia harus memastikan sendiri bagaimana keadaan Abigail.
Ibu Abi menggeleng dan menutup pintu, dia tidak tahu apa yang telah terjadi antara putrinya dan Sarah karena setiap kali dia bertanya, Abigail tidak mau menjawab. Abigail juga berubah drastis setelah hari itu. Setiap pagi Justin datang dan mereka lari pagi berdua. Putrinya bahkan begitu lama di tempat Gym.
__ADS_1
Itu bagus untuk Abi, karena dia berubah drastis. Ayah dan ibunya bahkan tidak percaya dengan tekad yang dia punya. Abi bahkan tidak menyentuh junkfood lagi semenjak dia tidak bersama dengan Sarah.
"Siapa, Mom?" tanya sang ayah.
"Sarah, siapa lagi. Dia ingin bertemu dengan Abigail."
"Sudah, biarkan saja. Lebih baik mereka seperti ini, entah apa yang terjadi tapi kau lihat putrimu? Dia tiba-tiba berubah drastis."
"Kau benar, sepertinya mereka sedang bertengkar."
"Biarkan saja, ini lebih baik. Sarah tidak lagi mengajak putri kita makan junkfood. Abi jauh lebih baik tidak bertemu dengannya lagi."
"Kau benar," ucap istrinya.
Abi memang jauh lebih baik setelah tidak bertemu dengan Sarah.
Sarah pergi ke Gym, dia harus bertemu dengan Abi hari ini juga. Sarah melangkah cepat menuju tempat Gym tapi sayangnya langkah Sarah terhenti oleh dua orang penjaga yang berdiri di depan pintu. Mereka sudah siap, sesuai dengan perintah.
"Nona, anda di larang masuk," ucapnya.
"Apa? Kenapa? Aku mau mendaftar!" ucap Sarah.
"Apa? Tidak mungkin!"
"Silahkan ke tempat lain," ucap mereka.
"Sh*i*t! Apa maksudnya ini?" Sarah berjalan menjauh, ini pasti perbuatan Justin. Jangan-Jangan tempat itu adalah miliknya. Lebih baik dia menunggu di luar, jika Abi ada di dalam dia pasti bisa bertemu dengannya. Cafe yang ada di dekat gym menjadi pilihan Sarah, dia akan menunggu di sana sambil memantau. Abi yang gemuk, tidak mungkin tidak terlihat olehnya tapi sayangnya Abi yang gemuk sudah tidak ada lagi.
Gadis yang dulunya gemuk sudah tidak ada lagi. Berkat usaha dan kerja keras, olahraga yang rutin dan juga makan makanan sehat, lemak yang menurutnya menjijikkan sudah tidak ada lagi. Bentuk badannya berubah drastis berkat kerja keras yang dia lakukan dan juga dukungan yang kedua orangtuanya dan Justin berikan.
Abi masih belum selesai, dia masih terlihat berlari di atas alat treadmill. Setiap kali mengingat penghinaan yang Harold berikan, semangatnya semakin berkobar bahkan dia bisa di sana sampai tiga atau empat jam hanya untuk berolahraga. Benar yang pepatah katakan, kerja keras tidak mengkhianati hasil dan lihatlah dirinya, dia mendapat hasil yang luar biasa dari kerja kerasnya sendiri.
Lantai dua masih dia gunakan sendiri, tidak ada siapa pun di sana. Justin juga tidak mengijinkan siapa pun masuk ke sana, dia tidak mau waktu mereka berdua terganggu. Bahkan sebuah ruangan dia gunakan untuk bekerja saat Abi sedang berolahraga dan di sana juga mereka menghabiskan waktu berdua setelah Abi selesai berolahraga.
Abi masih bersemangat, keringat sudah membasahi dahi dan juga baju yang dia pakai. Rasanya tidak ingin berhenti padahal dia sudah berolahraga selama beberapa jam. Saat ini berat badannya tinggal enam puluh kilo saja tapi dia belum puas karena target yang dia inginkan adalah lima puluh kilo dan dia yakin bisa.
Justin keluar dari ruangan, karena dia sudah selesai dengan pekerjaannya. Justin menghampiri Abi sambil tersenyum, tentu dengan sebotol air di tangan.
__ADS_1
"Apa belum selesai, Nona?"
"Tunggu ... sedikit lagi," jawab Abigail.
"Kau terlihat masih bersemangat."
"Tentu saja," jawab Abi.
"Baiklah, sepuluh menit lagi dan setelah itu istirahat."
Abi mengangguk, sedangkan JustinĀ turun ke bawah. Dia ingin mencari Ben dan lagi-lagi dia mendapat laporan jika Sarah datang tapi dia mengabaikannya. Lagi pula wanita itu tidaklah penting, Abi juga sudah tidak mau bertemu dengannya.
Setelah selesai berbicara dengan Ben mengenai tugas yang dia berikan untuk membalas penghinaan yang Harold berikan untuk Abi, Justin naik ke atas. Abi tidak terlihat di sana, itu karena dia sudah selesai berolahraga. Gadis itu berada di ruang ganti, dia bahkan sedang melepaskan bajunya yang basah.
Tanpa mengetuk lagi, Justin membuka pintu. Dia lupa memberikan air mineral yang dia bawa sedari tadi.
"Abi, air untukmu," mata Justin melotot, sedangkan Abigail berteriak karena dia hanya memakai cela*a dal*m saja saat itu.
"Justin!" Abigail sibuk mengambil bajunya yang basah untuk menutupi tubuhnya.
"Ups, sorry," Justin memutar langkah, membelakangi Abigail.
"A-Ada apa?" tanya Abigail seraya memakai bajunya dengan terburu-buru, dia juga sedang berdiri membelakangi Justin.
"Hm, aku lupa memberikan air minum untukmu," jawab Justin sambil mencoba mengintip dari balik bahu. Sial. tidak terlihat tapi dia sudah melihat sedikit tadi.
"Le-Letakkan saja di sana!" Abi benar-benar malu apalagi ini pertama kalinya seorang pria melihat tubuhnya.
"Oke, maaf aku tidak sengaja!" Justin meletakkan minuman yang dia bawa dan setelah itu dia keluar dari ruangan itu. Abi benar-benar gadis yang ceroboh, sekarang dia dalam masalah besar karena sepertinya dia akan membayangkan tubuh gadis itu.
Tidak lama kemudian, Abigail keluar. Gadis itu tersipu malu saat melihat Justin. Tanpa berkata apa-apa, Justin meraih tangannya dan membawanya menuju ruangan di mana biasanya mereka menghabiskan waktu berdua sampai sore. Abi tidak tahu jika Sarah menunggu, lagi pula dia tidak mau bertemu lagi dengan Sarah jadi biarkan Sarah menunggu mereka di luar sana.
#Justin#
__ADS_1
#Abigail#