
Pesta yang dinanti akhirnya tiba, seorang wanita tampak begitu bersemangat. Siapa lagi jika bukan Sarah? Sebuah gaun berwarna hitam sudah melekat di tubuh seksinya. Sarah begitu puas melihat penampilannya yang sudah terlihat sempurna.
Malam ini dia harus mendapatkan seorang pengusaha, dia bahkan berencana mendekati anak pemilik hotel. Dia begitu menyombongkan diri pada teman-temannya jika dia diundang dalam acara bergengsi itu. Tentu dia mendapatkan pujian, dia tahu anak pemilik hotel memiliki seorang putra juga dari sahabatnya.
Targetnya malam ini adalah putra si pemilik hotel, dia tidak boleh gagal. Dia akan meninggalkan Harold jika bisa mendapatkan yang lebih baik apalagi dia bisa melihat, akhir-akhir ini keadaan Harodl semakin tidak bisa dia harapkan.
Sarah mengangkat kedua dadanya yang berisi. Oke, malam ini dia harus menggunakan asetnya untuk menarik perhatian putra si pemilik hotel. Jika bisa dia dapatkan, maka dia akan goyang kaki tanpa perlu bekerja lagi.
"Lihatlah penampilanmu Sarah, kau sudah terlihat sempurna," ucapnya pada diri sendiri.
Sarah tersenyum, dan setelah itu dia kembali berkata, "Abi, walau kau sudah kurus dan jadi cantik, tapi kau tidak bisa menang dariku. Aku akan perlihatkan padamu, jika kau bukanlah siapa-siapa. Aku sudah merebut Harold dan sekarang aku akan memperlihatkan padamu jika aku bisa mendapat yang lain."
Sarah memutar tubuhnya, untuk melihat penampilannya. Senyum terukir di bibir, rasanya ingin bertemu dengan Abigail dan memberikan sedikit penghinaan untuknya.
"Ck, Abigail yang malang. Setelah berubah lebih memilih menjalin hubungan dengan sampah seperti Jutsin. Coba lihat aku, kau tidak akan menyangka aku akan di undang ke pesta orang kaya, bukan? Aku yakin kau tidak akan pernah berada di pesta seperti itu karena kau bersama dengan pecundang seperti Justin!"
Sepertinya setelah mendapatkan pria kaya, dia akan menemui Abigail dan memamerkan hal itu pada Abigail. Dia ingin melihat wajah Abigail nanti, gadis itu pasti akan iri padanya. Setelah siap, Sarah segera bergegas, dia tidak boleh terlambat karena kesempatan besar yang tidak boleh dia lewatkan.
Kartu undangan diambil dan setelah itu Sarah bergegas pergi, dia harus secepatnya tiba untuk menjerat pengusaha sukses dan membawanya pulang.
Tidak saja Sarah, Harold juga bergegas menuju pesta yang akan segera dimulai. Walau dia tidak membawa siapa pun karena dia tidak bisa bertemu dengan Abigail untuk mengajaknya tapi tidak jadi masalah karena misinya malam ini untuk mencari dukungan dari Wycliff corporation.
"Harold, awas jika kau gagal!" sang ibu mengingatkan sebelum dia pergi.
"Aku tahu Mom, sudah aku katakan aku tidak akan mengecewakan."
"Bagus, di sana pasti banyak putri pengusaha jadi kau harus mencoba mendekati mereka. Dari pada kau berhubungan dengan Sarah, lebih baik kau menjalin hubungan dengan gadis pengusaha itu. Dengan demikian akan ada yang mendukung perusahaan kita."
Harold terlihat berpikir, apa yang dikatakan oleh ibunya sangat benar tapi dia sangat ingin kembali pada Abigail.
"Mom, aku ingin memperbaiki hubunganku dengan Abigail," ucapnya.
__ADS_1
"Apa?" sang ibu terkejut, apa dia tidak salah dengar?
"Apa yang kau katakan?" tanya ibunya memastikan.
"Aku ingin memperbaiki hubunganku dengan Abigail, Mom. Kali ini kalian tidak boleh melarangku!"
"Tidak boleh!" teriak ibunya.
"Untuk apa kau kembali pada si gendut jelek itu? Apa tidak ada wanita lain sehingga kau mau memperbaiki hubungan kalian?" ibunya benar-benar tidak terima.
"Mom, Abi sudah berubah. Dia tidak jelek seperti dulu lagi."
"Pokoknya aku tidak peduli! Jerat salah satu putri pengusaha yang ada di sana, itu lebih baik dari pada kau kembali pada si jelek gendut yang tidak punya apa-apa!" teriak ibunya.
"Ck, aku mau pergi saja!" ucap Harold. Dia malas berbicara dengan ibunya terlalu lama.
"Jangan lupa dengan apa yang aku katakan!" teriak ibunya.
Sebuah hotel mewah yang akan diresmikan menjadi tujuan Sarah dan Harold. Sarah tiba terlebih dahulu, dia sedang sibuk melihat makanan lezat yang ada di atas meja. Dia bahkan sudah mendengar jika istri pemilik hotel adalah pemilik beberapa restoran terkenal yang ada di kota itu.
Sungguh keluarga yang sempurna, sang istri pemilik restoran, sang suami pemilik hotel lalu putranya? Sahabatnya juga berkata jika putranya seorang pengusaha. Itu sebabnya para sahabatnya iri karena Sarah bisa diundang ke pesta bergengsi itu.
Sarah mengambil sebuah dessert, entah kenapa dia jadi teringat dengan Abigail. Jika gadis itu ada di sana, dia pasti akan memakan semua dessert itu tanpa ragu dan terlihat menjijikkan dengan mulut yang dipenuhi dengan dessert.
Setelah mengambil dessert, Sarah berlalu pergi. Lebih baik dia mencari target, matanya tidak lepas dari beberaap pengusaha muda yang terlihat tampan. Jas yang mereka kenakan, jam tangan mahal yang melingkar di tangan, mereka terlihat menggiurkan.
Matanya tidak lepas dari para pengusaha itu tapi sayang langkah Sarah terhenti saat melihat Harold melangkah masuk ke dalam ruang pesta. Apa yang terjadi? Kenapa ada Harold di sana?
Tidak, Harold bisa mengacaukan rencananya. Jika pria itu melihatnya maka rencananya untuk mendapatkan putra pemilik hotel akan gagal. Sarah memutar langkah, sebaiknya dia pergi tapi sayangnya, Harold sudah melihatnya terlebih dahulu.
Harold mengejarnya, kenapa Sarah bisa berada di sana? Langkah Sarah semakin cepat, sial. Kenapa Harold mengejarnya?
__ADS_1
Dia sangat ingin lari tapi sayangnya Harold meraih tangannya sehingga langkah Sarah terhenti.
"Sarah, kenapa kau ada di sini?" tanya Harold ingin tahu.
"kau sendiri? Apa yang kau lakukan di sini?" Sarah balik bertanya seraya menepis tangan Harold.
"Hei, ini pesta perusahaan. Aku diundang secara langsung oleh Wycliff corporation," ucap harold.
"Aku juga, aku juga diundang!" Sarah tidak mau kalah.
"Apa kau mengenal pemilik Wycliff corporation?" tanya Harold.
"Tidak! Mana mungkin aku kenal."
Harold mengernyitkan dahi, aneh. Kenapa Sarah bisa diundang di acara perusahaan seperti itu? Sarah bukan pengusaha, dia bahkan tidak pernah mengenalkan Sarah pada pengusaha mana pun tapi kenapa dia bisa diundang?
Walau terasa aneh dan janggal, tapi mereka sama-sama diundang.
"Baiklah, kau jadi pasanganku," ucap Harold.
"Apa? Aku tidak mau!" tolak Sarah.
"Ck, kau masih pacarku jadi jangan menolak jika tidak aku akan mengambil rumah dan mobil yang aku berikan padamu!" ancam Harold.
"Jangan sembarangan, semua itu milikku!"
"Semua itu akan hilang jika kau tidak mau bekerja sama denganku malam ini!"
"Sial!" umpat Sarah kesal.
Padahal dia ingin menjerat pengusaha tapi dia harus berakhir menjadi pasangan Harold. Sepertinya dia harus sedikit bermain trik, dia akan memikirkan caranya sebelum acara dimulai.
__ADS_1
Harold merangkul pinggang Sarah. Malam ini, dia harus bisa mendapatkan kerja sama dengan wycliff corporation jika tidak dia akan benar-benar hancur tapi sayangnya, sebuah kejutan sudah menanti mereka berdua saat ini.