Mencintaimu Apa Adanya

Mencintaimu Apa Adanya
Chapter 51


__ADS_3

Sarah masih terlihat tidak percaya, matanya tidak lepas dari Justin dan Abigail yang ada di atas panggung. Dia bahkan terlihat linglung, apa yang sebenarnya terjadi? Bukankah Justin hanya pelatih fitnes dan tinggal di rumah kumuh yang ada di dekat stasiun di Broklyn?


Dia melihat dengan mata kepalanya sendiri saat Justin masuk ke dalam salah satu rumah yang ada di sana tapi kenapa tiba-tiba Justin jadi putra pemilik hotel?


Sarah mencoba berpikir, mencari jawaban dari semua pertanyaan yang muncul? Dia kembali teringat saat di acara reuni, semua sahabatnya memuji kehebatan Justin dan mereka semua mengatakan jika pria itu pengusaha sukses yang sedang naik daun. Apa semua itu benar?


Selama ini dia tidak mau mempercayainya apalagi dia melihat sendiri tempat Justin bekerja dan tempat tinggalnya. Tiba-Tiba Sarah menyadari sesuatu, matanya berpindah dari Justin ke Abigail. Apa Justin menipunya saja selama ini? Apa dia melakukan hal itu agar dia bisa mendekati dan merubah Abigail tanpa ada gangguan?


Kedua tangan Sarah mengepal, dia juga mengumpat dalam hati. Ternyata dia sudah tertipu dan betapa bodohnya dia selama ini begitu bangga mendapatkan Harold yang ternyata hanya sampah. Pantas saja Abigail tidak mau kembali pada Harold, ternyata dia sudah mendapatkan pria sempurna seperti Justin.


"S*h*it!" Sarah mengumpat\, dia benar-benar menyia-nyiakan kucing persia dan mendapatkan kucing liar.


Tapi tidak dia saja yang Shock, pria yang ada di sampingnya tak kalah shock darinya. Jadi pria yang baru saja dia hina adalah Justin Wycliff?


"Tidak mungkin, tidak!" gumam Harold. Matilah dia, dia sedang membutuhkan dukungan pria itu tapi dia baru saja menghinanya.


Harold mundur ke belakang, apa yang telah dia lakukan? Dia terlihat linglung, otaknya bahkan kosong. Hancur sudah, perusahaannya benar-benar hancur di tangannya. Mata Harold tidak lepas dari Abigail dan Justin. Tidak, sepertinya dia masih memiliki harapan karena sekarang, hanya Abigail yang bisa membantunya membujuk pria itu agar mau membantunya.


Mereka berdua benar-benar terlihat kacau, mereka bahkan tidak menyimak lagi acara pesta itu. Mata Sarah menatap Abi dengan tatapan kebencian, gadis itu benar-benar begitu beruntung tapi dia tidak akan tinggal diam. Dia akan mendekati Abigail, meminta maaf padanya lalu memberikan Abi makan junkfood yang banyak agar tubuhnya kembali seperti semula lalu dia akan mendekati Justin dan menghasutnya untuk meninggalkan Abigail.


Sarah tersenyum sinis, masih ada harapan jika dia mau sedikit berusaha begitu juga dengan apa yang dipikirkan oleh Harold, masih ada harapan jika dia meminta bantuan Abigail.


Mereka tidak pergi dari pesta itu karena mereka merasa masih memiliki harapan. Acara gunting pita sedang berlangsung saat itu, para tamu bertepuk tangan saat pita sudah di gunting oleh kedua orangtua Justin. Harold dan Sarah pikir sudah saatnya mereka mendekati Justin dan Abigail tapi ternyata mereka salah.

__ADS_1


Mikrofon diberikan kepada Justin, sekarang gilirannya bicara karena ada kejutan yang ingin dia berikan pada Abigail. Dia sudah menyiapkan hal ini untuk gadis yang sudah dia inginkan begitu lama.


"Terima kasih atas kedatangan kalian di acara ini terutama kedua kenalan kami," Justin menunjuk ke arah Sarah dan Harold dan secara otomatis semua tamu undangan melihat ke arah mereka.


Sarah mengumpat, apa yang mau dilakukan oleh Justin? Harold juga mengumpat karena dia menjadi bahan tontonan.


Justin tersenyum dan setelah itu dia berkata, "Aku mengundang mereka datang karena mereka sahabatku, ya walau yang pria itu bukan karena aku ingin menawarkan bantuan padanya tapi sayangnya dia menyia-nyiakan kesempatan," setelah berkata demikian, Justin meraih tangan Abigail, sedangkan gadis itu berusaha tersenyum.


"Sarah, kau sahabat baik kami tapi kau begitu tega menghina Abigail dan menyebut aku pecundang. Aku tidak masalah kau hina tapi aku tidak terima kau menghina Abigail tapi aku sangat senang Abi tidak menjalin persahabatan dengan pengkhianat sepertimu lagi."


"Apa bagusnya dia?!" teriak Sarah.


"Dia lebih baik darimu dalam segala hal," jawab Justin.


Sarah diam, wajahnya memerah karena malu luar biasa. Cibiran dari tamu undangan wanita terdengar, Sarah bahkan dianggap bodoh telah menganggap Justin seorang pecundang.


"Tapi sayangnya kau telah menolaknya," ucapnya lagi.


"Tidak, aku tidak menolaknya!" jawab Harold dengan cepat.


"Saat kau menganggap aku pecundang, saat itu juga kau sudah menolaknya. Kesempatanmu sudah tidak ada, kau baru saja membakar cek jutaan dolar yang hendak aku tawarkan jadi aku tidak akan menawarkan apa pun lagi padamu."


"Tidak Tuan Wycliff, tolong beri aku kesempatan," pinta Harold.

__ADS_1


Cibiran pedas juga terdengar untuknya dan para pengusaha di sana menganggapnya sebagai pengusaha bodoh yang sudah menyia-nyiakan kesempatan besar di depan mata.


"Aku sangat berterima kasih padamu Tuan Harold, karena kau sudah meninggalkan Abigail di acara pernikahan kalian dan sekarang, dia bisa jadi milikku karena aku ingin menikahinya."


"What?" Abi terkejut dan memandangi Justin dengan tatapan tidak percaya, sedangkan Justin tersenyum.


"Kau tahu aku sudah menyukaimu sejak lama, Abi. Bahkan aku tidak mempermasalahkan bentuk tubuhmu seperti yang dia lakukan jadi maukah kau menikah denganku?" tanya Justin tanpa basa basi.


Abigail tidak percaya mendengarnya, matanya melihat sana-sini dan tanpa sengaja Abi melihat kedua orangtuanya yang berdiri tidak jauh darinya. Mereka mengangguk sebagai tanda agar Abi menerima lamaran Justin.


"Aku berjanji dan bersumpah padamu jika aku tidak akan meninggalkanmu di acara pernikahan seperti yang dia lakukan. Aku bersumpah akan mencintaimu apa adanya dan mereka menjadi saksinya," ucap Justin.


Abi menggigit bibir, ini kejutan yang tidak dia duga sama sekali. Dia benar-benar tidak menyangka akan dilamar di hadapan ratusan tamu undangan.


"Abigail, Will you marry me?" Justin mengulangi pertanyaannya.


Mata Abi melihat ke arah Harold, pria itu tampak terpukul dan shock, sedangkan Sarah menahan rasa malu yang luar biasa dan kekesalan memenuhi hati.


"Of course i will," jawab Abi tanpa ragu.


Justin memeluknya, dia sangat senang. Akhirnya gadis yang dia inginkan sejak lama sudah dia dapatkan. Tepuk tangan para tamu undangan terdengar, Abi terlihat senang apalagi kedua orangtuanya menghampiri mereka.


Sarah melangkah mundur dan segera menarik tangan Harold. Sebaiknya mereka pergi dari sana dari pada mereka semakin malu tapi sayangnya mereka harus mendengar cibiran dari para tamu yang melihat mereka.

__ADS_1


Si pengkhianat, pengusaha bodoh dan juga pria bodoh yang telah meninggalkan gadis secantik Abigail, cibiran itu mereka dengar selama menuju pintu keluar.


Harold bagaikan tidak punya nyawa, sekarang rasanya menyakitkan kehilangan Abigail. Betapa bodoh dirinya? Tidak saja kehilangan Abigail tapi sepertinya dia juga akan kehilangan perusahaannya. Apa yang harus dia lakukan?


__ADS_2