
Abigail tidak berani bergerak karena dia takut mengganggu Justin yang sedang tidur. Jujur saja, sedari tadi jantungnya berdebar tidak menentu. Dia sangat ingin keluar, dia takut ada yang datang dan tiba-tiba memergoki mereka. Lagi pula dia ingin membuatkan sup untuk Justin karena dia khawatir Justin belum makan.
Abi memberanikan diri, mengangkat lengan Justin yang melingkar di tubuhnya. Semoga saja dia tidak membangunkan Justin karena dia ingin saat Justin bangun dari tidurnya, dia sudah selesai membuat makanan. Dia sangat ingin melakukan hal itu karena dia ingin berguna bagi Justin.
Setelah mengangkat lengan Justin, Abi tampak lega karena Justin masih tidur. Entah kenapa dia jadi merasa bersalah, jangan-jangan Justin kelelahan karena harus menemaninya fitnes setiap hari apalagi dia tahu, Justin juga sibuk dengan pekerjaannya.
Abi keluar dari kamar dan menutup pintu dengan pelan. Dapur adalah tujuannya, dia sangat heran karena tidak satu pun pelayan Justin ada di sana. Dia ingat waktu itu ada beberapa orang tapi di mana mereka semua?
Sebaiknya dia segera membuat makanan, agar bisa Justin nikmati saat dia bangun tidur. Pintu kulkas dibuka, Abi mengeluarkan beberapa bahan yang ada di dalam sana tapi sayangnya bahan makanan tidak lengkap. Sepertinya dia tidak punya pilihan lain selain pergi membeli beberapa bahan yang dia butuhkan.
Tanpa membuang waktu, Abi pergi untuk membeli bahan makanan. Dia tidak mau mengganggu Justin jadi dia pergi begitu saja.
Abi pergi menggunakan sebuah taksi menuju grocery store yang tidak jauh. Dia ingin segera kembali setelah mendapatkan bahan makanan.
Sebuah troly sudah diambil, Abigail bergegas menuju di mana bahan makanan berada. Selain membeli bahan makanan dia juga akan membeli buah.
Setiap bahan makanan dipilih dengan baik-baik dan setelah mendapatkan apa yang dia mau, Abi menuju tempat buah-buahan berada tapi sayangnya troly yang dia dorong menabrak seorang wanita bahkan roda troly melindas kakinya karena dia sedang melihat sesuatu yang ada di rak.
Wanita itu berteriak dan marah, Abi benar-benar tidak sengaja karena dia tidak melihat.
"Apa kau buta?" Wanita itu meringis sambil melihat kakinya yang terlindas roda troly.
"So-Sorry," ucap Abi tidak enak hati tapi dia merasa tidak asing dengan wanita itu.
Wanita itu juga terkejut mendengar suara Abigail, dia segera berpaling. Matanya melotot melihat Abigail, sedangkan Abigail terkejut melihatnya.
"Abi."
"Sarah."
Mereka saling memanggil secara bersamaan.
Mata Sarah tidak berkedip, dia benar-benar tidak percaya melihat sosok gadis yang sedang berdiri di hadapannya. Apakah dia tidak salah lihat?
__ADS_1
Beberapa bulan tidak bertemu Abi benar-benar berubah drastis. Dia bahkan tidak bisa mengatakan apa pun karena dia masih belum mempercayai apa yang dia lihat.
Abi juga tidak berkata apa-apa, dia sungguh tidak menyangka akan bertemu dengan Sarah di tempat itu.
"A-Abigail, apa benar ini kau?" ucap Sarah tidak percaya. Gawat, kenapa Abi bisa berubah seperti itu? Tidak saja bentuk tubuhnya yang berubah tapi dia jauh lebih cantik. Dia sungguh tidak menyangka dan ini ancaman untuknya.
"Maaf, aku tidak mengenalmu!" Abi hendak mendorong troly kembali tapi Sarah menahannya.
"Tunggu, jangan pergi dulu. Ada hal penting yang ingin aku bicarakan padamu!" ucap Sarah.
"Aku rasa tidak ada yang perlu kita bicarakan!"
"Ada dan kau harus tahu, Harold adalah milikku! Apa kau berubah seperti ini untuk kembali pada Harold? Apa kau melakukan hal ini karena permintaannya waktu itu?"
Abi diam, tidak menjawab karena dia malas membahas permasalahan itu apalagi dia merasa tidak penting.
"Asal kau tahu Abi, aku dan Harold sudah tinggal bersama jadi jangan pernah berharap untuk kembali padanya walau kau sudah berubah seperti ini. Kau tahu kenapa dia meninggalkanmu, bukan? Walau kau berubah seperti ini dia akan tetap jijik padamu!"
"Selamat untuk kalian berdua," Abi hendak mendorong troly-nya kembali karena dia ingin segera pulang dan membuatkan makanan untuk Justin.
"Tanpa perlu bersumpah aku tidak sudi kembali dengannya," ucap Abigail.
"Apa buktinya kau tidak akan kembali dengannya?"
"Tidak perlu khawatir Sarah, Harold milikmu dan aku sudah tidak menginginkan dirinya karena aku sudah punya Justin."
"Justin?" Sarah menatap Abi dengan serius dan tidak lama kemudian, dia tertawa terbahak-bahak. Jadi Abi menjalin hubungan dengan Justin? Tawannya masih terdengar, mereka benar-benar cocok, yang satu hanya pelatih fitnes dan yang satunya Cinderela yang mencoba untuk berubah dan mereka berdua sama-sama menyedihkan.
"Kalian benar-benar cocok, kau pantas mendapatkan sampah seperti Justin," ucap Sarah di sela tawanya yang tersisa.
"Tutup mulutmu Sarah, aku tidak terima kau menghina Justin!" Abi terlihat marah. Dia tidak akan marah jika Sarah menghina dirinya tapi dia tidak terima karena Sarah menghina Justin. Memangnya kenapa jika hanya seorang pelatih fitnes? Walau sesungguhnya itu bukan pekerjaan utama Justin tapi dia tetap tidak terima Sarah menghina Justin.
"Apa ada yang salah? Dia hanya seorang pelatih fitnes yang tinggal di tempat kumuh juga memiliki selera aneh!"
__ADS_1
Abi menghela napas, sebaiknya dia pulang karena dia tidak mau berdebat lebih jauh dengan Sarah, lebih baik dia membuatkan makanan untuk Justin dari pada berlama-lama di sana tapi sayangnya, langkah Abigail terhenti saat melihat Harold berjalan mendekati mereka.
Harold terkejut melihatnya, matanya bahkan tidak bisa berpaling dari Abigail. Apa dia tidak salah lihat? Gadis gemuk yang menjijikkan dulu, kenapa bisa berubah seperti itu?
Sarah segera berlari ke arah Harold dan merangkul lengannya, Abi harus lihat seperti apa hubungan mereka berdua saat ini.
"Abigail?" Harold benar-benar tidak bisa mempercayai apa yang dia lihat. Kenapa Abigail bisa berubah secantik itu dan bentuk tubuhnya?
"Harold!" bentak Sarah karena mata Harold tidak berpaling dari Abigail.
Abi cuek saja, kenapa dia harus bertemu dengan dua pengkhianat itu?
"Abi, kau?" Harold tidak bisa berkata-kata karena pangling bahkan matanya menatap Abi tanpa berkedip.
"Harold, Abi sudah punya pacar," ucap Sarah dengan cepat.
"Apa?" Harold terkejut mendengarnya.
"Ya, dia menjalin hubungan dengan pelatih fitnesnya."
Harold memandangi Abi dengan tatapan tidak percaya. Apakah benar? Bukankah Abi menurunkan berat badannya agar mereka bisa kembali bersama lagi?
"Apa itu benar, Abigail?"
"Ya, aku menjalin hubungan dengannya!" teriak Abi karena dia sudah kesal pada mereka berdua.
"Tidak mungkin! Bukankah kau menurunkan berat badanmu karena ingin kembali denganku? kenapa kau menjalin hubungan dengan pelatih fitnesmu? Kenapa kau jadi begitu murahan? Apa kau melakukan hal ini agar aku cemburu?"
"Sudahlah Harold, mereka berdua hanya pecundang. Lagi pula Justin hanya pria miskin, tidak sebanding denganmu dan mereka berdua sangat cocok. Kau sudah punya aku, untuk apa kembali bersama dengannya lagi walau dia sudah berubah seperti itu? Lagi pula tubuhnya masih menjijikkan karena dipenuhi selulit!"
Abi berusaha menahan air mata yang hampir tumpah, dia tidak mau sampai mereka melihat air matanya. Abi tidak berkata apa-apa, troly kembali didorong melewati mereka berdua.
Mata Harold tidak lepas dari Abigail saat gadis itu melewatinya dan melangkah pergi. Rasanya tidak terima ada pria lain bersama dengan Abigail apalagi gadis itu sudah kurus dan semakin cantik. Jujur saja, dia masih mencintai Abigail sampai saat ini.
__ADS_1
Sarah tersenyum penuh kemenangan, Abi memang cocok dengan pecundang seperti Justin dan Harold adalah miliknya. Dia tidak akan membiarkan Abi dan Harold kembali bersama, tidak akan dia biarkan.