Mengandung Anak Dari Majikanku

Mengandung Anak Dari Majikanku
IRSM: Teringat Seseorang


__ADS_3

Tatapan Dafi terpaku beberapa saat menatap bocah laki-laki di hadapannya sekarang. Ada gelenyar aneh kala melihat wajah bocah tersebut seolah ia tak asing apalagi netra hitamnya yang seolah mengingatkan ia pada seseorang.


Namun, lamunan Dafi yang terus menatap bocah tersebut langsung buyar ketika Faza berlari menjauh darinya. Bocah itu berlari ke arah Jo lalu memeluk kaki pria tersebut, bersembunyi dari jangkauan penglihatan Dafi.


"Nanti saya hubungi lagi..." Jo mematikan sambungannya telponnya. Tatapannya beralih pada Faza yang begitu erat memeluk kakinya.


"Hei, kenapa jagoan?" tanyanya kala melihat raut wajah ketakutan Faza.


"Aza ndak sengaja nabrak Om itu." Faza menunjuk ke arah Dafi yang masih menyorotkan pandangan matanya pada bocah laki-laki itu. Seolah Faza memiliki magnet yang membuat Dafi tak ingin lepas untuk memandangi.


Jo mengikuti arah yang di tunjuk Faza, dan seketika raut wajahnya tampak terkejut kala melihat sosok pria yang ia sangat kenal berdiri tak jauh dari mereka berdua.


"Dafi ..." Seruaan Jo membuat Dafi menatap ke arahnya.


"Aku tidak menyangka kita bisa bertemu di sini, Daf," ucap Jo ketika menghampiri Dafi. Sementara Faza masih setia memeluk kaki Jo.


Dafi mengulas senyum tipis."Ada sedikit pekerjaan yang harus aku selesaikan di kota ini. Dan bagaimana kabarmu? Kita sudah lama tidak bertemu setelah kamu memutuskan tinggal di kota ini."


"Aku selalu baik, Daf. Kalau bukan karna perintah orang tuaku tidak mungkin aku pindah ke kota ini."


Keduanya sama-sama tertawa ringan. Meski hampir empat tahun tidak bertemu namun hubungan keduanya tetap terjalin sangat baik. Namun, Jo tak pernah tahu bila pria di hadapannya sekarang adalah ayah kandung dari bocah laki-laki yang Jo anggap seperti anak sendiri.


Kini, tatapan Dafi beralih pada Faza.


"Dia anakmu?"


Jo yang mendengar pertanyaan itu melirik ke arah Faza. Tangannya terulur mengusap puncak kepala bocah laki-laki itu."Bukan, tapi sebentar lagi akan menjadi anak. Aku sedang mengincar ibunya ..." bisik Jo disertai kekehan ringannya.


Dafi yang mendengar itu tampak tersenyum. Dan kembali bertanya."Berarti dia janda?"


Jo menepuk bahu Dafi cukup keras menciptakan ringisan kecil dari bibir Dafi."Tentu saja, Daf. Tidak mungkin aku menikahi istri orang. Suaminya meninggal semenjak dia mengandung Faza. Aku benar-benar kasihan dengan kehidupan yang dia jalani. Aku kira dia belum menikah karna usianya masih sangat muda. Kamu juga mengenal wanita itu. Dia pernah bekerja di rum__"

__ADS_1


Ucapan Jo terjeda ketika Faza tampak rewel. Bocah itu terlihat sangat bosan terus berdiri dan mendengarkan obrolan keduanya yang tak ia mengerti.


"Kenapa?" Jo membawa Faza dalam gendongannya.


"Aza mau jajan," balasnya dengan bibir cemburut. Dafi yang melihat itu tampak gemas. Melihat wajah cemburut dan kesal yang terpatri di wajah Faza membuat Dafi lagi-lagi teringat seseorang.


"Kamu mau jajan apa? Es krim? Biar Om yang jajanin kamu," tawar Dafi tanpa ragu mencubit pipi chubby Faza. Ia merasa ada sengatan listrik kala menyentuh bocah laki-laki tersebut.


Faza dengan ragu mengangguk. Bocah laki-laki itu tampak canggung dengan pria asing di hadapannya.


"Tidak usah repot-repot, Daf. Biar aku saja yang membelanjai Faza. Simpan saja uangmu itu," timpal Jo menolak halus.


"Tidak apa-apa. Anggap saja sebagai perkenalan pertama dengan calon anakmu ini. Ooh ya, memangnya ibu dari anak ini tinggal di mana?"


Rasa penasaran perlahan merambat dalam benak Dafi yang ingin lebih dalam mengetahui tentang Faza.


"Kamu tidak perlu tahu, yang ada kamu juga menyukai ibunya Faza," kelakar Jo dengan suara tawa yang cukup keras.




Kedua mata Faza tampak berbinar kala Dafi membuka sliding kaca freezer yang menampilkan begitu banyak jenis es krim.


"Faza mau yang mana, Nak?"


"Mau yang ini, Om." Faza menunjuk es krim rasa stroberi. Namun, Dafi mengambil berbagai jenis es krim lalu di masukkan ke dalam keranjang belanja membuat bocah laki-laki tampak kegirangan. Dafi membuka' kan satu bungkus es krim lalu memberikan pada Faza.


"Jangan terlalu banyak membeli es krimnya, Daf. Ibunya Faza bisa marah," peringat Jo karna Indira sangat melarang Faza terlalu banyak mengonsumsi es krim apalagi bocah itu sangat mudah terserang batuk.


"Tidak apa-apa bila hanya sekali. Ini bisa dimasukkan ke dalam kulkas, stok untuk Faza."

__ADS_1


Hati Dafi begitu bahagia melihat wajah sumringah Faza. Seolah keceriaan yang terpancar di wajah bocah laki-laki itu mentransfer sebuah kebahagiaan untuk Dafi yang beberapa tahun ini dirundung kesedihan.


Senyuman Faza semakin mengembang. Bagian wajahnya tampak blepotan dengan cairan es krim.


"Bagaimana kamu ikut kami berdua? Kami berdua akan pergi ke tempat hiburan anak-anak," ajak Jo.


Dafi menggeleng."Tidak. Aku masih banyak urusan. Aku mampir ke sini hanya membeli minuman."


Jo manggut-manggut dengan jawaban Dafi."Ya sudah kalau begitu. Lain waktu kita bisa bertemu lagi. Nanti aku perkenalkan ibunya Faza padamu. Aku ingin melamarnya dalam waktu dekat."




Semenjak bertemu dengan bocah laki-laki itu Dafi tampak melamun. Wajah Faza terus memenuhi kepalanya. Dan jangan lupakan rupa wajah Faza yang tak asing dan tatapan matanya  mengingatkan ia pada seseorang.


"Apa ada masalah, Bos?" Pertanyaan Naldo membuat Dafi membuyarkan lamunannya. Sedari tadi sang bos hanya melamun sambil memainkan pulpen di tangannya. Seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Tidak apa-apa," balas Dafi cepat seraya membenarkan posisi duduknya."Sudah kamu cari informasi keberadaan Indira?"


Yaa, kali ini Dafi akan kembali mencari keberadaan Indira setelah empat tahun membiarkan wanita itu pergi darinya. Dan ia yakin anak yang Indira kandung sudah besar mungkin sepantaran dengan Faza, bocah laki-laki yang di bawah Jo.


"Belum, Bos. Keberadaannya belum kami temukan. Tapi dalam waktu dekat kami usahakan untuk menemukannya."


Dafi menghela napas berat seraya mengangguk samar. Ia memijit pangkal hidungnya. Kepalanya benar-benar pusing dengan masalah yang ia hadapi sekarang.


_______


Hai semuanya! Jangan lupa tinggalkan jejak dengan memberikan like dan komen. Dan terima kasih sudah mampir.


See you di part berikutnya:)

__ADS_1


__ADS_2