
"Mah, mengapa kita harus terburu-buru untuk pergi sekarang juga?"
"Mau sampai kapan, kalau kamu mau terpuruk dalam semua keadaan yang ada pada saat ini. Lagian mamah hanya ingin kamu menikah lagi dan memberi kesempatan untuk Livi masuk ke dalam kehidupan kamu!!"
Akhirnya Erni berhasil untuk membujuk Bram, kalau pada saat ini semua apa yang dia lakukan bukan hanya untuk kepentingan diri sendiri. Tetapi semuanya ini dia lakukan demi kepentingan Bram dan penerus keluarga mereka nantinya.
"Baiklah kalau Begitu, aku akan menuruti semua apa saja yang mamah mau. Asalkan mamah bahagia karena mana mungkin aku sanggup membuat hati mamah terluka walaupun sebenarnya aku sendiri berat untuk memutuskan semuanya."
"Bagus sayang, kamu memang anak mamah yang paling pengertian sekali pada saat ini. Pokoknya kamu tenang aja serahkan semuanya sama mamah pastinya Livi adalah pilihan yang sangat tepat untuk bisa meneruskan keturunan keluarga kita."
"Terserah apa kata mamah saja."
Walaupun pada saat ini dia sangat berat sekali untuk melangkahkan kaki untuk pergi makan malam, tetapi mau dikata apa lagi ketika Erni terus mendesak dirinya.
Lagian ini semua hanya pertemuan saja, belum ada kepastian untuk pernikahan pikirnya semoga saja Livi bisa pikir panjang untuk mau menikah dengan laki-laki yang sudah beristri seperti dirinya.
"Livi apa kamu sudah lama menunggu?? mohon maaf sekali yah sayang, kalau tante dan Bram terlambat datang menemui kamu pada saat ini."
"Engga papa tante santai aja, lagian aku juga baru datang. Kalau begitu silahkan kalian duduk kita semua tinggal tunggu makanan saja sambil ngobrol."
Sejak dari tadi Bram hanya diam saja, dan tidak bicara satu patah katapun juga yang keluar dari mulutnya pada saat ini.
Karena dia tidak tau apa yang harus dibicarakan untuk membuat dia bicara dan juga berkata-kata pada saat ini.
"Mas, kamu apa kabar?"
"Kabar aku pada saat ini baik Livi."
"Apakah aku boleh tanya sesuatu mas?"
__ADS_1
"Boleh Livi."
"Aku sudah dengar semuanya dari tante Erni kalau kamu ingin menikah lagi dan sedang mencari istri kedua apa semuanya itu benar?"
Saat Erni sedang ke kamar mandi, hanya ada Livi dan Bram saja yang duduk di meja rumah makan pada saat ini.
Sudah sewajarnya kalau Livi ingin bertanya secara langsung dan juga memastikan semuanya tentang apa yang dibicarakan oleh Erni kepada dirinya.
Karena pada dasarnya, Livi sendiri juga tidak percaya dengan semua apa yang telah dibicarakan oleh Erni kepada dirinya.
"Sebenarnya aku engga ada maksud dan tujuan sama sekali untuk menikah lagi, karena semua ini adalah kemauan dari mamah yang sangat menimang cucu."
"Kalau memang kamu belum siap melakukan semuanya, mengapa kamu datang ke sini memenuhi semua undangan aku mas? seharusnya kamu tegaskan sama mamah kamu kalau apa yang telah dia lakukan itu salah."
"Aku sudah pernah bilang sama mamah, tetapi mamah masih bersikap keras kepala ingin menyuruh saya menikah lagi pada saat ini untuk mencari pengganti Erina."
Sebenarnya Livi sendiri juga lumayan cukup tertarik dengan Bram, karena apa lagi Bram adalah tipe laki-laki setia dan juga tidak mudah tergoda dengan gadis cantik.
"Apa kamu tidak takut nantinya akan menyakiti hati istri kamu, kalau sampainya dia tau pada saat ini kamu ingin menikah lagi?"
"Sampai saat ini sepertinya dia sudah tau kalau niat mamah ingin mencarikan saya istri kedua, tetapi untuk saat ini istri saya sendiri juga tidak tau sedang berada di mana."
"Memang Erina pergi ke mana?"
Lalu sekilas ternyata Erni mendengar semua apa yang telah dibicarakan oleh Bram kepada Livi, seolah pada saat ini ingin membatalkan semua rencana yang telah Erni susun dengan rapi.
Bukannya meyakinkan Livi untuk mau menjadi istri kedua, malah sikap Bram ini sangat benar aneh.
Dia malah mencoba memberi tahu kepada Livi tentang semua situasi dan juga kondisi yang ada pada saat ini, pikirnya tidak ada perlu yang harus ditutupi lagi.
__ADS_1
"Asalkan kamu tau saja Livi, kalau Erina itu bukanlah istri yang baik untuk Bram. Lagian istri macam apa yang kabur dari rumah dan meninggal suaminya selama berhari-hari seperti ini?"
Seperti ingin membuat menantunya terlihat jelek dan nampak buruk dihadapan Livi, dengan tegas Erni bicara kalau Erina bukanlah menantu yang baik sehingga dia mencoba untuk menegaskan tidak perlu takut dan khawatir.
"Kenapa mamah harus bicara seperti itu di hadapan Livi, karena tidak seharusnya dan sepantasnya mamah bicara seperti itu tentang aib rumah tangga aku."
"Mamah hanya bicara apa adanya, kalau istri kamu itu kurang ajar tidak pantas untuk disebut sebagai seorang istri yang berkorban dan berbakti kepada suami sendiri.'
"Sudah jangan ribut di sini malu, lagian saya hanya tanya saja kepada Bram tidak ada maksud yang lain." ucap Livi yang mencoba untuk menenangkan semua situasi yang ada pada saat ini.
"Biarkan kalau kamu harus tau, bagaimana sebenarnya sikap asli menantu saya ini yang sangat kurang ajar kepada suami dan mertuanya."
Sampai Livi berpikir, apakah Erina istri yang seburuk itu seperti apa yang telah diceritakan oleh Erni kepada dirinya.
Karena terlihat dari mata dan juga raut wajah dari Bram, kalau dia sangat mencintai dan menyayangi istrinya sekali dan sampai kapanpun juga, tidak akan ada yang bisa mengganti posisi Erina pikirnya seperti itu.
Pada saat itu Erina yang tidak sengaja sedang makan bersama dengan Erik di rumah makan yang sama dengan mereka semua, membuat matanya terbelalak.
Mengetahui kalau suaminya pada saat ini sedang bersama dengan wanita lain, karena pikiran Erina sudah sangat buyar dan tidak bisa berpikir lagi pada saat ini.
Apa lagi dia sudah mengetahui semua rencana jahat mertuanya, kalau dia ingin Bram nikah lagi dan mencari istri kedua.
"Mas kamu sedang apa di sini?"
"Erina!!"
"Ada apa mas, kenapa kamu terlihat sangat benar-benar kaget dan juga terkejut sekali seperti itu melihat kehadiran aku di sini."
"Tunggu dulu Erina, apa yang kamu liat pada saat ini semuanya itu hanya salah paham dan tidak seperti apa yang kamu pikirkan pada saat ini."
__ADS_1
"Kamu bohong mas, bisa-bisanya pada saat aku tidak ada di rumah seperti ini kamu malah menuruti semua apa yang menjadi kemauan ibu kamu."
Apakah Erina mau mendengarkan semua penjelasan dari Bram??