Mengandung Benih Selingkuhan

Mengandung Benih Selingkuhan
Terdesak


__ADS_3

Pak RT pun terus mendesak Erik untuk menunjukkan surat-surat pernikahan mereka, karena memang sebagai warga baru mereka harus meminta izin kepada ketua RT setempat, untuk meminta surat izin tinggal sebagai warga yang baru mengontak di kampung sini.


"Kalau misalnya saya boleh tahu, apakah Mas Erik bisa menunjukkan surat-surat seperti kartu keluarga atau buku nikah?? karena memang sebagai warga baru harus meminta izin kepada ketua RT untuk meminta izin tinggal di kampung sini."


"Semua surat-surat saya masih ada di rumah yang lama, dan belum saya beresin tetapi dalam waktu dekat saya akan membawa surat-surat ke rumah Pak RT. Agar saya bisa tinggal di kampung sini bersama dengan istri saya."


Setelah itu ada warga yang sama sekali tidak sengaja mendengarkan pembicaraan antara Pak RT dan Erik, lalu dia malah menuduh Erik dan Erina bukan suami istri karena gelagat mereka berdua menurut warga setempat sangat mencurigakan sekali.


"Kita sebagai warga di sini yakin, kalau sepertinya mereka berdua bukan suami istri karena mana ada suami istri yang gak punya surat-surat sama sekali dan juga punya banyak alasan seperti mereka."


"Sudahlah para warga, kalian nggak usah jadi kompor lagian mereka itu kan baru tinggal satu hari di kampung sini. Biarkan mereka mempersiapkan semuanya terlebih dahulu, lagian mereka juga masih beres-beres rumah yang baru saja ditempati."


Sepertinya Pak RT memaklumi saja, kalau misalnya mereka masih kerepotan sekarang ini dan belum memiliki surat-surat yang lengkap, untuk bisa tinggal di kampung sini lalu pakai RT pun memberi waktu nantinya dalam waktu dua kali 24 jam, kalau misalnya Erik dan Erina tidak mempunyai surat tersebut maka mereka tidak akan bisa tinggal bersama.


"Saya akan memberikan kalian waktu dua hari, untuk menyiapkan surat-surat bukti sebagai kalian suami istri atau sebagai satu keluarga, karena memang untuk mendapatkan izin saya pun harus memiliki bukti yaitu surat-surat yang saya pinta."


"Baik Pak Rt."


"Kalau misalnya kalian tidak memenuhi semua syarat, maka kalian tidak akan bisa tinggal bersama di rumah kontrakan ini."

__ADS_1


"Saya usahakan secepatnya."


"Baiklah kalau begitu saya pamit pulang dulu."


setelah pak RT pulang, akhirnya Erik masuk ke dalam rumah dan berbicara kepada Erina karena sepertinya para warga di sini sudah mencurigai mereka, kalau memang mereka tinggal satu rumah tetapi tidak ada ikatan suami istri.


"Ini semua gara-gara kamu yang sudah benar-benar ceroboh bisanya kamu bilang kepada Pak RT dan semua warga di sini, kalau misalnya kita berdua suami istri sedangkan kamu tahu sendiri kalau kita tidak ada ikatan pernikahan, dan aku juga masih ada ikatan pernikahan dengan Bram."


"Mau bagaimana lagi, kalau aku mau tinggal satu rumah sama kamu aku harus mengaku sebagai suami kamu tentunya, karena aku mau jagain kamu Dan nggak akan pernah bisa membiarkan Kamu tinggal di sini sendirian."


Erina sendiri benar-benar tidak habis pikir dengan semua ide yang Erik berikan. Menurut dirinya bener-bener tidak masuk akal, menurutnya sampai-sampai Pak RT pun meminta surat-surat sedangkan mereka sama sekali tidak mempunyai itu semua.


Tetapi sepertinya Erik sudah mempunyai rencana lain, kalau dia bisa memasukkan semua data-data tersebut dan meminta surat pernikahan antara Bram dan Erina, lalu nanti dia akan mengubah foto Bram yang ada di surat tersebut menjadi foto dirinya dan dia hanya memberikan fotocopy saja kepada Pak RT.


"Semuanya aku bawa dan ada di dalam tas Memangnya kamu memerlukan Itu buat apa?"


"Berikan saja semuanya sama aku, biar nanti aku yang akan mengurus semuanya dan semua warga di sini nggak akan pernah tahu, kalau aku nantinya mengubah buku nikah milik kamu nanti aku rubah semuanya atas nama aku."


"Tapi!!"

__ADS_1


"Tapi apa? Kita engga punya jalan pilihan lain sekarang ini."


Sepertinya tidak ada pilihan lain karena memang Erik sangat ingin tinggal satu rumah bersama dengan Erina. Padahal mereka saat ini sudah berada sangat jauh dari keramaian kota, bahkan tinggal di sebuah kampung yang memang sangat benar-benar terpencil.


Agar identitas mereka tidak ada diketahui oleh semua warga kampung di sini, dan masa lalu Erina pun tidak diketahui oleh semua orang kalau memang dia bukan istri dari Erik.


"Kamu tunggu di sini sebentar, dan aku akan mengurus semuanya nanti setelah beberapa saat aku kembali aku akan janji semua urusan sudah benar-benar beres. Lalu kita akan bisa membuktikan kepada semua warga di sini kalau memang kita suami istri."


"Kamu jangan nekat."


"Lagian yang penting semua memenuhi syarat, dan lalu kita berdua akhirnya setelah itu akan hidup bahagia bersama-sama selamanya."


Sepertinya Erik benar-benar nekat dan tidak menghiraukan perkataan Erina, kalau memang yang dia lakukan sekarang ini sangat benar-benar beresiko untuk mereka berdua, karena telah memalsukan data-data pribadi mereka berdua.


Lagian tidak ada salahnya kalau Erina menegur Erik, karena dia takut kalau terjadi sesuatu hal yang buruk atas semua tindakan yang Erik lakukan, tanpa pikir panjang terlebih dahulu untuk nanti resiko kedepannya.


"Coba kamu pikirkan semuanya terlebih dahulu sebelum mengambil semua tidak tindakan dan keputusan."


"Aku udah nekat mau ngelakuin ini."

__ADS_1


Dengan sangat tergesa-gesa Erik pun langsung pergi begitu saja, meninggalkan Erina sendirian di rumah tanpa berpamitan lagi karena memang dia ingin semua berkas-berkas ini segera selesai.


Apakah Erik akan berhasil melakukan semua rencananya??


__ADS_2