Mengandung Benih Selingkuhan

Mengandung Benih Selingkuhan
Rasa Yang Terpendam


__ADS_3

Karena merasa risau Erina tidak kunjung kembali juga, akhirnya Erik pun menyusul Erina yang pada saat ini masuk ke dalam kamar tidur miliknya dengan niat ingin membantu Erik mengambil Handphone miliknya.


"Kenapa yah Erina lama banget engga kembali, sebaiknya aku susul saja."


Dengan perasaan cemas dan juga risau akhirnya Erik langsung menyusul Erina, apa jangan-jangan dia sudah lupa kalau semua bukti kalau selama ini dia menyukai Erina ada di dalam kamarnya tersebut.


"Erina apa yang kamu lakukan pada saat ini?"


Mendengar suara Erik yang benar-benar sangat mengejutkan sekali, akhirnya Erina sangat panik sekaligus terkejut.


"Aku!!"


"Kenapa kamu terlihat panik dan juga gugup Erina?"


"Aku sekarang sudah tau semuanya."


"Tau apa?"


"Tau kalau kamu masih menyimpan perasaan sama aku!!"


Sontak Erik terkejut dan dia juga baru ingat, kalau pada selama ini dia menaruh foto Erina di sekujur dinding kamarnya sehingga Erik sidah tidak bisa untuk berkelit lagi.


Kalau dia selama ini sudah menyembunyikan perasaan yang dia tutupi dari Erina selama bertahun-tahun, karena semenjak mereka putus dan tidak ada hubungan apapun lagi.


Membuat Erik sangat kesulitan untuk melupakan mantan pacarnya tersebut.


"Bukan maksud aku seperti ini Erina, kamu hanya salah sangka saja."


"Cukup Erik, karena aku sudah tau semuanya selama ini kamu ternyata masih cinta sama aku!?"


"Iya aku masih cinta sama kamu."


"Kenapa kamu menutupi semuanya dan malah engga pernah mau jujur."


"Karena kamu sudah jadi istri orang!!"

__ADS_1


Sontak Erina merasa kalau semua apa yang Erik ucapkan membuat dia terpukul, pantas Erik sengaja menjauh semenjak Erina resmi menikah dengan Bram berapa tahun yang lalu.


Karena memang Erik ingin melihat Erina bahagia pada waktu itu, dan merasa kalau lebih baik semua perasaan yang dia punya Erik pendam sendiri dan tidak memberi tahu siapapun juga kalau dia masih cinta, dan sayang kepada Erina.


"Aku tau kalau semua sikap aku terhadap kamu pada saat ini benar-benar sangat salah tapi mau dikata apalagi, semuanya sudah terjadi. Lagian engga ada yang bisa larang kalau aku mencintaimu istri orang sekalipun juga."


"Seharusnya kamu bilang dari awal kalau kamu masih punya perasaan sama aku, sebelum aku menikah dengan Bram."


"Engga ada gunanya juga ngomongin masa lalu, lagian kamu juga sudah menikah dengan Bram. Lalu aku tidak mau merusak kebahagiaan di dalam rumah tangga kamu!?"


"Aku tidak pernah bahagia."


Dengan sangat spontan, Erina langsung mengatakan apa yang telah dia rasakan selama ini.


Kalau pernikahan yang dia jalani benar-benar sangat suram, dan tidak menemukan kebahagiaan juga sama sekali.


"Apa tidak bahagia??"


"Iya tidak bahagia, karena selama ini aku dianggap mandul oleh mertua aku sendiri."


"Jujur aku sama sekali tidak menyangka kalau rumah tangga yang kamu jalani bakal seperti ini, tidak seperti apa yang telah aku pikirkan."


"Ini adalah alasan utama mengapa aku kabur dari rumah!!"


Pelukan hangat yang telah diberikan oleh Erik membuat Erina merasa sedikit jauh lebih damai dan juga tentram, karena pada saat ini dia sudah lama sekali tidak merasakan apa yang baru saja dia dapatkan dari Erik yaitu cinta dan kasih sayang yang tulus.


"Aku mencintai kamu Erina!!"


Mendengar kalau selama ini Erina tidak pernah bahagia di dalam rumah tangga yang dia jalani, semakin kuat rasanya perasaan Erik sampai dia tidak sadarkan diri telah mengucapkan perasaan itu dari mulutnya secara langsung kepada Erina.


"Tidak Erik, lagian kamu ini masih perjaka sedangkan aku ini masih istri orang. Kamu rasanya masih pantas mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari pada aku."


"Alasan aku belum menikah sampai sekarang adalah karena kamu, apalagi aku masih belum bisa mencari wanita yang sama seperti kamu bisa menghapus semua perasaan aku sama kamu."


Erik mencoba untuk meyakinkan Erina pada saat ini, kalau dia akan bisa membuat Erina jauh lebih bahagia dari pada Bram.

__ADS_1


Yang hanya bisa membuat Erina merasa sengsara dan juga tersiksa dalam rumah tangga yang dia jalani pada saat ini.


"Jangan Erik!! aku mohon sama kamu kalau misalnya kamu mencintai aku terus menerus seperti ini nantinya hanya akan membuat hati dan perasaan kamu jauh lebih hancur."


"Aku yang akan membahagiakan kamu nantinya kalau misalnya suami kamu sudah tidak akan sanggup lagi, untuk membahagiakan kamu dan juga melindungi kamu."


Pada saat ini status Erina dengan Bram juga masih belum jelas, dia pergi dan kabur dari rumah bukan berarti pada saat ini Erina resmi berpisah dengan Bram suaminya sendiri.


Sehingga apa yang terjadi pada saat ini membuat Erina sangat bingung tentunya, dan juga tidak habis pikir, mengapa Erik bisa mencintai dirinya sedalam ini.


"Aku mohon sama kamu Erik, tolong lupakan aku dan juga tinggalkan aku. karena aku yakin kamu masih bisa mendapatkan perempuan yang jauh lebih baik dari pada aku."


"Tidak ada wanita di dunia ini yang jauh lebih baik dari pada kamu Erina."


Karena tidak ingin semua perasaan ini akan semakin jauh, akhirnya Erina memutuskan untuk pergi dari rumah Erik pada saat ini.


Dia sudah mengetahui semuanya, kalau ternyata Erik menyimpan perasaan kepada dirinya.


"Kamu mau pergi kemana Erina??"


"Aku mau pergi dari sini, karena aku engga mau kalau nantinya semua perasaan yang kamu miliki sama aku semakin dalam dan terlalu jauh."


"Jangan pergi Erina, aku mohon!!"


Erik mencoba menghalangi Erina pergi pada saat ini dari rumahnya, tetapi sayangnya Erina langsung mengambil tas milik dirinya yang pada saat ini berada di kamar tamu.


Tidak ada satu orangpun juga yang bisa menghalangi semua keputusan bulat yang Erina ingi lakukan pada saat ini, yaitu keluar dari rumah Erik dan menganggap semua kebaikan yang Erik lakukan pada saat ini sudah terlalu jauh.


"Tidak bisa Erik, rasanya aku harus pergi sekarang juga dari sini sebelum semuanya terlalu jauh."


Erina sadar kalau pada saat ini, dia juga sudah terlanjur sangat nyaman dengan semua apa yang telah terjadi.


Sehingga akan sangat sulit membuat dirinya pergi dari sini dan meninggalkan Erik, kalau dia berdiam diri terlalu lama.


"Jangan tinggalkan aku untuk yang kedua kalinya Erina, aku mohon sama kamu sekali ini aja."

__ADS_1


Mampukah Erina pergi meninggalkan Rumah Erik, di saat dia sudah mengetahui semua perasaan yang dimiliki oleh Erik??


__ADS_2