Mengandung Benih Selingkuhan

Mengandung Benih Selingkuhan
Tinggal Bersama


__ADS_3

Erik tidak pergi meninggalkan Erina sendirian, dia hanya menemani Erina yang terbaring di rumah kontrakan yang baru.


"Apakah kamu tidak pulang malam ini?"


"Aku tidak akan pulang, dan mana mungkin aku tegur meninggalkan kamu sendirian di rumah ini sedangkan kamu sedang hamil. Kalau sampai terjadi sesuatu hal yang buruk nantinya bagaimana?"


"Kamu engga usah khawatir, lagian aku bisa jaga diri. Misalnya ada sesuatu hal yang sangat mendesak aku bisa nelpon kamu nantinya."


"Tapi tetap aja aku engga mau ninggalin kamu."


"Terus kamu mau tinggal di sini juga??"


Rasanya kalau seperti ini, Erina bingung karena dia tidak mungkin mengusir Erik pergi dari sini sedangkan sekarang mereka tinggal di lingkungan kampung.


Kalau misalnya nanti semua orang tau, Erina dan Erik yang belum menikah tinggal satu rumah seperti ini akan dibilang oleh semua para warga kampung mereka berdua kumpul kebo.


"Iyalah, aku mau tinggal di sini lagian kenapa kamu harus malu-malu sedangkan kita berdua juga sudah melakukan hal itu sampai membuat kamu sekarang berbadan dua."


"Kamu jangan gila Erik, sekarang mungkin kita akan aman tapi kita sendiri engga akan tau bagaimana kedepannya nanti siapa tau akan ada masalah yang lebih besar dari pada ini."


"Itu hanya merasa kamu saja, ketika kekhawatiran kamu sangat berlebihan."


Erina hanya ingin dia dan Erik bersikap sewajarnya saja ketika semua orang, belum mengetahui hubungan mereka berdua jangan terlalu berlebihan seperti ini.


Tetapi sayangnya Erik tidak mau meninggalkan Erina sendirian, meskipun secara tidak langsung sekarang mereka berdua tinggal satu rumah tanpa adanya status sama sekali bahkan hubungan pernikahan.


Erina juga masih resmi menjadi istri Bram, karena belum jatuh talak ataupun Bram belum resmi menggugat cerai Erina.

__ADS_1


"Kalau misalnya kamu engga mau tidur satu kamar sama aku engga papa, aku bisa tidur di kursi tanya saja. Sedangkan kamu tidur di kamar tidur."


Karena kamar tidur di kontrakan ini cuma hanya ada satu saja, sehingga Erik lebih memilih untuk tidur di kursi tamu sedangkan Erina di dalam kamar.


Erik merasa kalau Erina tidak ingin tidur satu kamar dengan dirinya, dan masih ingin menghargai warga kampung di sini kalau mereka tidak melakukan hal apapun juga.


"Baiklah kalau begitu, aku setuju. Semoga kamu dapat beristirahat dengan lelap."


"Terimakasih kalau kamu sudah mengizinkan aku untuk menjaga kamu, selama kamu tinggal di kontrakan ini."


"Aku tau kalau niat kamu baik, tetapi tunggu sampai waktu yang tepat maka kita akan bisa memikirkan bagaimana langkah yang akan kita ambil selanjutnya."


Erik hanya mengangguk, dan menganggap semua apa yang Erina bicarakan pada saat ini ada benarnya juga.


"Mendingan kamu sekarang istirahat dan masuk ke dalam kamar, aku tau kamu pasti terlalu lelah melewati hari ini seharian."


"Nanti masalah membereskan semua pakaian ke dalam lemari, itu akan menjadi urusanku."


Setelah itu Erina langsung tertidur, dan masuk ke dalam kamar karena dia sudah sangat lelah seperti apa yang Erik katakan, kalau orang hamil itu harus banyak istirahat dan juga tidak boleh banyak pikiran sehingga nanti akan mengganggu janin yang Erina kandung sekarang.


**


Keesokan harinya ada Pak Rt yang datang ke rumah Erina dan mengetuk pintu rumah mereka, apa lagi pak Rt datang sangat pagi karena sekalian ingin berkenalan dengan warga baru.


Tok


Tok

__ADS_1


Tok


"Aduh siapa yang ganggu pagi-pagi buta kaya begini lagian kaya engga kenal waktu aja, bertamu di rumah orang sekalian bangunin orang yang punya rumah sedang tidur."


Sambil membuka mata secara perlahan, lalu Erik melangkahkan kakinya untuk membuka pintu rumah kontrakan mereka.


"Siapa yah?"


"Mohon maaf kalau saya mengganggu."


"Iya memang bapak ganggu banget, karena saya sedang tidur."


"Saya ketua RT di sini, hanya ingin meminta surat-surat mengenai izin tinggal di kampung sini."


"Oh pak Rt, silahkan duduk."


Tanpa basa basi Erik langsung menyuruh pak Rt untuk duduk di teras rumah kontrakan mereka pada saat ini, sesuai apa yang Erina takutkan kalau mereka tinggal satu rumah mesti akan menjadi masalah besar.


"Kalau boleh saya tau, bapak tinggal di sini sama siapa?? apakah hanya seorang diri saja?"


"Saya tinggal di sini sama istri saya, yang sedang hamil maklum dia masih tidur karena kecapean kemarin malam kita baru pindahan dari luar kota ke sini."


Memang Erik mencari daerah kampung yang lumayan cukup jauh, agar tidak ada satu orangpun juga yang mengenali mereka sekarang ini.


Erik tidak ingin identitas mereka dikenal oleh orang, karena mereka sudah bilang suami istri dan terpaksa untuk kedepannya akan selalu berbohong.


Apakah kebohongan yang Erik lakukan pada saat ini, akan ketahuan oleh warga kampung??

__ADS_1


__ADS_2