
Karena Erni merasa tidak terima dengan sikap Bram yang terlalu lemah, akhirnya dia mulai mendekati anaknya untuk menyadarkan Bram kalau apa yang telah dia lakukan pada saat ini itu benar-benar salah, dengan mudahnya begitu saja memaafkan Erina yang kabur tanpa pamit kepada mereka semua.
"Bram tunggu dulu mama mau bicara, nggak seharusnya kamu kayak gini seenaknya memaafkan Erina tanpa pikir panjang terlebih dahulu."
"Kenapa lagi sih mah semuanya harus dipermasalahkan, lagian yang terpenting saat ini Erina sudah pulang dengan selamat aku nggak pernah berpikiran yang lain lagi."
"Tapi Bram seharusnya kamu itu bisa sadar, kalau Erina dengan laki-laki tadi emang ada hubungan sesuatu dan mereeka mencoba untuk menipu kamu."
"Mendingan sekarang mama nggak usah berpikiran yang aneh-aneh, karena pada saat ini aku hanya ingin fokus dengan kehamilan Erina."
Bram tidak mudah dikelabui pikirannya oleh Erni pada saat ini, karena dia terlalu semangat dan juga bergembira ketika mengetahui kehamilan Erina.
Walaupun pada saat ini Erina sudah hamil dan mengandung, tetapi Erni masih saja selalu mencari kesalahan dari Erina dan ingin membuat Erina terlihat terpojok di hadapan Bram.
__ADS_1
"Aku tidak akan pernah menyerah pokoknya Bram harus sadar, kalau Erina itu bukan perempuan yang baik-baik."Gumam Erni sendirian di dalam hati yang tidak akan pernah membiarkan anaknya terlalu percaya kepada Erina.
Erina mendengarkan pembicaraan suami dan mertuanya dari balik pintu, Tetapi dia tidak menghampiri sama sekali Erina hanya menunggu suaminya masuk ke dalam kamar dan bicara dari hati ke hati untuk membuat Bram percaya kepada dirinya.
"Mas aku hanya ingin kamu tahu kalau aku nggak punya hubungan apa-apa sama Erik."
"Iya sayang, Mas tahu kalau kamu nggak ada hubungan apa-apa sama Erik kamu nggak usah khawatir karena aku percaya sama kamu sepenuhnya."
"Melihat semua tuduhan ibu kamu, yang selalu saja mencoba untuk menyudutkan aku rasanya ini semua sangat tidak adil."
Bram sendiri tahu kalau pada saat ini Erina sedang hamil dia tidak boleh banyak pikiran ,apa lagi memikirkan hal yang tidak terlalu penting seperti itu sehingga dia mencoba untuk membuat Erina lebih tenang.
"Terima kasih Mas, karena kamu sudah menaruh kepercayaan sepenuhnya sama aku tanpa mendengarkan omongan yang telah diucapkan oleh Mamah kamu."
__ADS_1
"Sama-sama sayang, aku nggak akan pernah mendengarkan pembicaraan orang di luar sana mengenai kamu, lagian kamu sudah memberikan kebahagiaan kepada keluarga ini dengan cara memberikan kami keturunan."
Terlihat dan terpancar dengan tulus sebenarnya Bram memandang Erina pada saat ini, karena memang sayang itu Bram kepada istrinya sampai dia tidak mendengarkan omongan dari mamanya sendiri.
Walaupun terkadang naluri dan feeling seorang ibu selalu saja benar, dan tidak pernah meleset sehingga kecurigaan Erni yang tidak beralasan membuat dia semakin penasaran dan ingin mencari tahu lebih dalam lagi.
Mengenai antara hubungan Erik dan Erina karena menurutnya sangat mencurigakan sekali laki-laki yang bukan muhrim, dan perempuan yang sudah berkeluarga sangat dekat sekali seperti itu.
"Sepertinya aku harus mencari tahu segera Apa hubungan dibalik ini semua antara Erik dan Erina karena aku nggak bisa tinggal diam begitu saja, membiarkan anakku terus-menerus dibodohi seperti ini seolah-olah dia enggak bisa mikir mana yang buruk dan mana yang baik."
Setelah ini mungkin Erni akan menyuruh orang lain untuk menyelidiki semuanya, karena dia tidak bisa turun tangan sendiri apa lagi Bram tidak percaya dengan semua apa yang telah dia katakan, kalau ada sesuatu yang tidak beres kepada Erina pada saat ini.
[Halo, saya punya tugas untuk kalian berdua untuk mencari tahu siapa laki-laki yang bernama Erik Wijaya, karena dia sudah mengganggu rumah tangga anak saya tolong sekarang kalian cari informasi tentang dia.]
__ADS_1
[Siap bos, laksanakan kami akan segera menuruti semua perintah yang bos katakan, untuk mencari tahu semua informasi mengenai orang yang bernama Erik Wijaya.]
Apakah nanti semua orang suruhan Erni mampu mendapatkan informasi selengkapnya mengenai Erik??