
"Ke mana sih sekarang istri kamu ini sampai larut malam seperti ini dia belum pulang juga, heran sekali rasanya mamah seperti. Dia bukannya menjaga kandungannya dengan baik-baik malah kabur dan nggak tahu ke mana seperti ini."
"Sabar dulu dong mah, mungkin aja Erina pada saat ini masih kaget atas semua kehamilan yang terjadi pada dia, lagian kemungkinan Erina yang sudah canggung atas semua kehamilan ini, dan juga syok dia masih harus menyesuaikan semua situasi dengan keadaan pada saat ini."
"Bagaimana maksud kamu menyesuaikan apanya, bukannya selama ini anak itu selalu diidam-idamkan oleh kalian berdua selama pernikahan ini?? sekarang Setelah dia hamil malah dia seenaknya begitu saja."
Erni sendiri tidak habis pikir dengan kelakuan menantunya akhir-akhir ini, memang sangat mencurigakan sekali bisa dibilang ada sesuatu yang mengganjal di dalam kehamilan yang dialami oleh Erina pada saat ini.
"Ya sudahlah mah, jangan dibahas lagi kita berdoa saja semoga Erina dan bayi yang ada di dalam kandungannya baik-baik saja sekarang ini, dan tidak terjadi sesuatu hal yang buruk kepada mereka."
Sambil menunggu kedatangan Erina, Bram tidak bisa tidur dia hanya mondar-mandir dari tadi menunggu kepulangan Erina, pikirnya siapa tahu Erina sebentar lagi akan pulang ke rumah.
Dan memang setelah tidak lama Erina pun pulang tetapi diantar oleh Erik untuk pulang ke rumahnya, karena memang hari sudah larut malam dan Erik tidak membiarkan untuk Erina pulang sendirian takut nantinya akan diganggu oleh orang jahat.
Setelah melihat Erina pulang Bram pun langsung memeluk istrinya, karena dia sangat khawatir terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan kepada Erina.
"Kamu dari mana saja Erina, karena aku benar-benar sangat mencemaskan kamu seharian ini dan mencari kamu kemana-mana tetapi tidak kunjung ketemu juga."
"Maaf Mas, kalau aku Seharian sudah bikin kamu repot dan khawatir sebenarnya bukan itu maksud aku."
"Ya sudah kalau begitu, jangan dibahas lagi semuanya yang penting saat ini adalah kamu sudah kembali ke rumah ini."
__ADS_1
Saat menyadari kalau saat ini istrinya diantar pulang oleh Erik, tentunya Bram pun bertanya-tanya mengapa bisa Erina diantar pulang oleh Erik seperti ini.
"Kenapa istri saya bisa bersama dengan kamu? bahkan kamu mengantarkan pulang istri saya ke rumah seperti ini?"
"Mohon maaf sekali, kalau kehadiran saya malam hari seperti ini mengganggu karena memang saya tidak berniat jahat kepada Erina, tadi saya ketemu Erina di jalan lalu saya menawarkan Untuk mengantarkan dia pulang, karena takut nantinya Erina kenapa-napa di jalan kalau pulang sendirian."
Bram pun langsung mengucapkan rasa terima kasihnya atas semua kebaikan yang telah Erik, berikan kepada Erina kalau bukan karena Erik yang mengantarkan Erina pulang, mungkin dia belum sampai di rumah sampai sekarang.
"Kalau begitu saya benar-benar mengucapkan terima kasih sama kamu, karena kamu Sekali lagi telah menolong istri saya dan menolong Erina, yang pada saat ini sedang hamil muda untuk diantarkan pulang ke rumah."
"Itu sudah kewajiban saya sebagai teman, untuk menolong Erina kamu tidak usah khawatir karena saya juga akan selalu melindungi Erina."
Setelah itu Erni pun datang karena dia merasa kedekatan Erik dan Erina benar-benar sangat janggal sekali, karena sudah dua kali seperti ini Erik menolong Erina tentunya Erni pun mengemukakan pendapat yang dia miliki.
Setelah mendengar semua tuduhannya dilontarkan oleh mertuanya, Erina pun ketar-ketir pikirnya jangan sampai Erni mencurigai semua perselingkuhannya dengan Erik, arena dia tidak ingin bram mengetahui dan semuanya akan terbongkar.
"Mamah apa-apaan sih Erik ini sudah banyak membantu keluarga kita, kalau bukan karena bantuan dia mungkin Erina masih belum pulang dan dia masih berkeliaran di luar sana dan diganggu oleh orang jahat.".
"Kamu Jangan mudah percaya seperti ini sama orang yang baru saja dikenal, bisa aja Erina pergi sama laki-laki ini tanpa sepengetahuan kamu sebagai suaminya."
Sepertinya naluri seorang ibu saat ini sedang tidak bisa dibohongi, kalau memang Erina membohongi Bram karena memang Erni merasa ada sesuatu hal yang sangat tidak beres, yang harus dia cari tahu segera atas semua apa yang terjadi pada saat ini antara Elina dan Erik.
__ADS_1
Melihat wajah Erina benar-benar gugup dan juga pucat pasi akhirnya Erik pun berbicara kepada Erni untuk mengecoh, semua apa yang telah dia tuduhkan kepada mereka pada saat ini. Kalau memang apa yang telah dikatakan oleh Erni itu adalah salah semua.
"Mohon maaf tante, saya bukannya kurang ajar tetapi saya sama sekali tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Erina, memang murni saya hanya ingin menolong Erina saja tidak ada niatan lain."
"Bener mah, apa yang telah dikatakan Erik aku sama Erik nggak ada hubungan apa-apa sama sekali dan Mama nggak usah curiga kayak begitu."
Erina pun membenarkan semua apa yang telah dikatakan oleh Erik, kalau mereka berdua tidak ada hubungan apa-apa sehingga, Erni hanya diam saja seolah-olah dia nantinya akan bergerak dan mencari tahu dan tidak akan tinggal diam saja.
"Terserah kalau kalian berdua mau berbohong atau bagaimanapun karena saya tidak akan pernah percaya dengan kalian berdua pada saat ini, walaupun Bram sangat benar-benar bodoh terlalu mempercayai kamu dan Erina."
Erni malah menilai sifat dan kelakuan anaknya pada saat ini benar-benar polos, dan sangat gampang untuk dibohongi dengan mudahnya dia percaya dengan sikap Erina yang sudah jelas sangat mencurigakan sekali.
Tiba-tiba pergi dari rumah sakit secara diam-diam dan sekarang pada malam hari, dia juga pulang secara mendadak diantarkan oleh laki-laki yang sama sekali bukan muhrimnya, ini menjadi suatu tanda tanya yang besar yang harus diselidiki.
Karena merasa tidak enak dengan semua sikap yang telah dilakukan oleh mamahnya akhirnya Bram atas nama Erni meminta maaf kepada Erik, atas semua ketidaknyamanan yang terjadi di rumah ini.
Walau bagaimanapun Bram sadar kalau Erik di rumah ini hanya tamu, dan dia tidak pantas mendengar semua keributan yang terjadi pada saat ini.
"Saya atas nama mama saya meminta maaf atas semua yang telah terjadi pada malam hari ini, karena memang saya tidak Memiliki niatan untuk ribut-ribut."
"Santai aja, saya paham dan mengerti bagaimana sikap tante Erni."ucap Erik yang lemah lembut.
__ADS_1
Apakah Erni akan serius dengan semua apa yang telah dia katakan barusan, kalau dia akan menyelidiki hubungan antara menantunya Erni dengan laki-laki yang baru saja dia kenal yaitu Erik???