
Melihat Bram dan Livi mulai dekat, Erni tentunya sangat senang sekali karena ada perkembangan di dalam hubungan mereka. Apa lagi sekarang ini Bram akan terancam menjadi duda, lalu ini adalah kesempatan yang sangat bagus untuk Livi masuk ke dalam kehidupan Bram.
"Melihat kedekatan kedua anak kita yang sudah jauh lebih meningkat seperti ini, sejujurnya saya benar-benar senang karena memang Bram ini sangat susah dekat dengan orang lain, apa lagi sekarang Livi bisa mengambil hati Bram."
"Sama saya juga senang, ketika melihat kedua anak kita menjadi jauh lebih dekat semoga saja nanti kedepannya kita berdua bisa menjadi besan." ujar Rossa yang mencoba untuk berbicara dengan Erni tentang kedua anak mereka.
Rossa sendiri bingung, mengapa Erni sangat mendukung hubungan antara Livi dan Bram. Sedangkan istrinya Bram tentunya sekarang ini sedang hamil dan mengandung, tentunya menjadi tanda tanya besar bagi Rossa apa yang sebenarnya terjadi di dalam rumah tangga Bram sekarang ini.
"Kalau Boleh saya tahu memangnya ada permasalahan apa di dalam rumah tangga Bram?? karena yang saya lihat kamu itu sangat mendukung hubungan kedua anak kita ini, sedangkan menantu kamu sedang hamil?" tanya Rossa kepada Erni yang ingin mencoba mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
"Kamu nggak usah pikirkan lagi soal masalah menantu saya yang tidak tahu diri itu, karena dia itu sudah berani berselingkuh di depan mata saya dan juga Bram berani sekali dia berselingkuh seperti ini."
"Apa selingkuh??"
"Iya selingkuh, mesti kamu engga percaya."
"Terus bagaimana nasib dengan bayi yang kandung sekarang ini?"
"Belum tentu itu adalah cucu saya."
__ADS_1
Dengan yakin Erni berkata kepada Rosa kalau anak yang telah dikandung Erina bukan cucunya, melainkan anak selingkuhan Erina yang sekarang menemani Erina selalu.
Setelah mendengar semua apa yang dikatakan oleh Erni Rossa pun cukup ikut senang, karena pikirnya kalau sampai nantinya Bram berpisah dengan istrinya maka Livia akan menjadi istri satu-satunya dan tidak akan menjadi istri kedua.
"Kalau misalnya menantu kamu itu sungguh-sungguh berselingkuh dan mengandung anak dari selingkuhannya, mengapa kamu tidak meminta untuk belum segera menceraikannya?"
"Saya akan meminta Bram menceraikan Erina, stelah semua bukti-bukti sudah terkuak jelas kalau anaknya dikandung Erina itu bukanlah cucu saya, karena sebentar lagi dia akan melakukan tes DNA untuk anaknya tersebut."
"Berarti ada kemungkinan anak yang telah dikandung Erina itu cucu kamu, atau jangan sampai nantinya kamu menyesal karena telah menyia-nyiakan cucu dan juga menantu kamu, hanya karena tuduhan kalian yang tidak masuk akal."
"Tidak masuk akal bagaimana, bisa-bisanya dia berpelukan dengan laki-laki lain di hadapan kami."
Sepertinya Erni benar-benar emosi Ketika Harus menceritakan menantunya di hadapan orang lain, karena memang dulunya Bram menikah dengan Erina tidak direstui oleh Erni, dan sekarang terbukti pernikahan mereka pun penuh dengan huru-hara.
"Sama saya juga memiliki harapan untuk kedua anak kita Semoga nanti mereka berjodoh dan Livi Saya yakin akan jauh lebih baik daripada Erina."
Setelah itu Rossa pun mengajak semuanya untuk makan siang bersama di meja makan, karena memang pikir Rossa mereka ini adalah tamu spesial dan kehadiran mereka keadaan Livi mulai cukup membaik pada saat ini.
"Mendingan sekarang juga kita makan dan menuju meja makan, karena saya sudah menyiapkan semua menu masakan yang enak-enak untuk menyambut kedatangan kalian ke rumah saya."
__ADS_1
"Kamu ini pakai acara repot-repot segala, lagian saya juga nggak mau kalau Kehadiran saya dan buram hanya merepotkan."
"Tidak sama sekali."
Setelah itu Livi dan Bram turun dari lantai dua, lalu mereka pun terlihat sangat benar-benar sumringah karena Livi sudah mengetahui, kalau misalnya ada harapan dia untuk masuk ke dalam kehidupan Bram dan memiliki hati Bram seutuhnya.
"Aduh sepertinya yang tante liat ini kamu benar-benar senang dan semangat Livi Memangnya ada apa?"Tanya Erni kepada Livi yang baru saja duduk di meja makan.
"Gimana aku nggak senang soalnya aku udah dengar kabar dari mulut Mas Bram sendiri, kalau misalnya dia sudah ingin berpisah dengan istri sahnya. Untuk aku bisa masuk dan menduduki posisi itu."
"Kamu harus terus semangat karena Tante selalu mendukung kamu untuk menjadi menantu tante, walau bagaimanapun juga Memang kamu adalah menantu pilihan."
Livi hanya tersenyum seolah-olah menandakan kalau dia sangat bahagia, karena memang dia mendapatkan kabar baik Walaupun memang wajah Bram terlihat murung karena memang Masih memikirkan Erina.
Meskipun hati dan perasaan Bram pada saat ini benar-benar sangat terpukul, tetapi walau bagaimanapun tidak bisa dipungkiri hati Bram Masih memikirkan Erina. Dan juga belum bisa digantikan oleh siapapun juga pada saat ini karena Erina masih yang terbaik.
Setelah itu Erni mendekati anaknya dan mencoba untuk bicara kepada Bram, secara bisik-bisik agar mau tersenyum dan menutupi semua kegelisahan hatinya di hadapan semua orang.
"Bram kamu jangan kayak gini dong perlihatkan senyum kamu, dan jangan pernah kamu tampakkan kegelisahan kamu di hadapan semua orang yang ada di sini."
__ADS_1
Diam dengan wajah murungnya seperti tidak memancarkan, kalau ada kebahagiaan di antara mereka semua. Karena yang menjadi pertaruhan di sini adalah rumah tangga Bram dan Erina.
Mampukah Bram menyembunyikan rasa kegelisahan hatinya di hadapan semua orang??