Mengandung Benih Selingkuhan

Mengandung Benih Selingkuhan
Dekapan Mesra


__ADS_3

Erina terus menerus merasakan semua dekapan dan juga bisikan yang keluar dari mulut Erik lada saat ini, apa lagi dia juga merasa kalau hati dan perasaan dirinya benar-benar gundah.


Saat semua permasalahan yang terjadi di dalam rumah tangganya datang, Erik masuk ke dalam kehidupan Erina dan membuat hati dan perasaan Erina menjadi kacau.


Erina merasa kalau perasaan yang dia miliki untuk Bram sudah pudar, karena kedatangan Erik yang sudah mengobrak-abrik hati dan juga cintanya pada saat ini.


"Erina tolong aku mohon, jangan pernah tinggalkan aku lagi dalam kesendirian ini karena aku tidak akan pernah bisa hidup tanpa kamu."


Ucapan dan juga kata-kata manis terucap dari bibir Erik, karena dia tidak ingin kalau Erina pergi dari rumahnya pada saat ini.


Erina mulai hanyut dan juga tenggelam dalam semua situasi yang terjadi pada saat ini, apa yang Erik lakukan pada Erina tidak pernah dia rasakan dan dia dapatkan dari suaminya sendiri.


"Aku tidak akan pernah meninggalkan kamu Erik, karena aku juga sangat mencintai kamu."


Terasa tidak begitu sadar atas semua apa yang telah dia ucapkan, Erina mengutarakan semua perasaan dirinya kepada Erik yang pada saat ini terhanyut dalam kemesraan.


Akhirnya karena merasa semua rasa cinta yang dia miliki kepada Erina terbalas, Erik mengunci pintu kamar lantai atas tersebut agar Erina tidak bisa keluar dari sana.


Lalu mereka melakukan apa yang tidak semestinya yaitu bercinta di kamar tersebut.


Erik dan juga Erina merasa kalau hari ini menjadi sepenuhnya milik mereka berdua, dengan perasaan yang begitu dalam dan juga menggebu-gebu akhirnya dia merasakan apa yang tidak pernah dia dapat dari suaminya yaitu kepuasan lahir dan juga batin.


Setelah tersadar Erina langsung bersandar di alas tempat tidur, sedangkan Erik masih tertidur dengan pulas pada saat ini karena kelelahan habis bertempur dengan Erina.


"Mengapa aku melakukan hal sebodoh ini, mengotori diriku sendiri sampai seperti ini lagian kalau misalnya mas Bram tau. Dia pasti tidak akan segan untuk menceraikan aku detik ini juga."


Erina yang menyesali semua perbuatan yang telah dia lakukan menangis dengan kuat, karena menyesali semua situasi yang pada saat ini.


Mendengar kalau Erina meneteskan air mata, lantas detik itu juga Erik terbangun dari tidurnya karena dia tidak ingin Erina merasa bersedih atau bahkan merasa menyesali semuanya.


"Kamu kenapa menangis Erina?"

__ADS_1


"Aku hanya merasa bersedih dan juga bersalah saja, mengapa kita berdua bisa melakukan tindakan sekotor ini."


"Kamu tidak usah menyesali semuanya, lagian apa yang kita lakukan tadi atas dasar perasaan cinta dan sayang engga ada salahnya sama sekali."


"Tapi??"


"Kamu engga udah mikirin yang aneh-aneh mendingan sekarang juga kamu berhenti menangis, karena aku engga suka liat kamu bersedih apa lagi sampai meneteskan air mata seperti ini."


Akhirnya mereka berdua saling berpelukan satu sama lain, karena pada saat ini Erik ingin membuat Erina merasa jauh lebih tenang saja.


Tetapi pikiran Erina melayang-layang pada saat ini, seolah ada sesuatu hal yang membuat dia merasa resah.


Kalau sampai nanti hubungan yang dia lakukan dengan Erik akan membuahkan hasil yaitu kehamilan bagaimana, sedangkan Erina pada saat ini memiliki ketakutan yang sangat berlebihan sekali.


Tetapi saat dia terngiang suara Erni ke dalam kupingnya ternyata dia baru ingat, pada sadarnya Erina dicap sebagai wanita yang mandul sehingga ketakutan kalau nantinya dia sampai hamil anak dari Erik itu rasanya tidak mungkin.


Setelah itu Erina mulai memejam mata dan merasa sedikit lebih tenang, karena pada saat ini dia tidak harus ketakutan kalau sampai mengandung dan akan hamil anak dari Erik.


"Sayang ayo bangun."


"Iya sayang, aku sekarang juga bangun."


Erik sambil memeluk Erina dengan sangat erat sekali, karena merasa kalau dia tidak akan pernah mau dan bisa untuk melepaskan Erina lagi.


Apa lagi setelah apa yang terjadi kepada mereka berdua tentunya membuat Erik semakin gila dibuatnya.


"Erik tunggu sebenar!!"


"Ada apa Erina?"


"Aku hanya ingin kamu berjanji satu hal sama aku, tolong jangan pernah kamu beberkan kepada siapapun juga tentang hubungan kita ini."

__ADS_1


"Erina, kamu engga usah khawatir pokoknya semua rahasia ini akan terjaga dengan aman."


Setelah mendengar semua apa yang Erik katakan memang perasaan Erina jauh lebih lega, karena dia berpikir kalau yang mengetahui apa saja yang pernah mereka berdua lakukan hanya dirinya dan Erik yang mengetahui.


"Baguslah kalau begitu karena aku engga pengen kalau sampai mas Bram mengetahui semuanya, apa lagi aku dan mas Bram belum resmi berpisah."


"Kenapa kamu tidak ceraikan saja laki-laki itu, apa lagi dia hanya bisa membuat kamu tersiksa secara lahir dan juga batin."


"Walau bagaimanapun juga dia tetap suami aku, dan kami memang tidak mempunyai niatan untuk bercerai sama sekali."


"Terus kenapa kamu bilang cinta sama aku?"


Mendapat pertanyaan seperti itu, tentunya pada saat ini Erina tidak tau harus menjawab apa.


"Kenapa kamu diam saja, seperti ini Erina?"


"Hati dan perasaan aku memang terlanjur nyaman sama kamu, tetapi kalau untuk bercerai dari suamiku rasanya itu semua tidak bisa aku lakukan karena aku sudah membina rumah tangga ini dan mempertahankan semuanya sangat susah."


"Untuk apa kamu paksakan semuanya, kalau misalnya kamu tidak bahagia nantinya akan membuat kamu semakin terluka saja."


"Pokoknya aku engga ada niatan bercerai sama sekali."


"Aku mohon Erina, ceraikan suami kamu dan menikahlah kamu dengan aku!!"


Erik mencoba untuk membuka mata dan hati serta pikiran Erina, kalau dia yang akan membahagiakan Erina dan menerima semua segala kekurangan Erina.


"Tidak bisa Erik!?"


"Kenapa tidak bisa? selama ini aku sangat menunggu momen seperti ini untuk bisa memiliki kamu seutuhnya tapi mau dikata apa lagi saat aku sudah mendapatkan kamu tetapi kamu masih menjadi istri orang lain."


"Maafkan aku, jika selama ini telah banyak menyakiti hati dan juga perasaan kamu. Karena aku bukanlah wanita yang tepat untuk bahagiakan Erik!!"

__ADS_1


Erina sangat sadar kalau cinta yang dimiliki oleh Erik kepada dirinya begitu sangat besar sekali, mengalahkan cinta Bram kepada Erina tetapi mau di kata apa lagi nasi sudah menjadi bubur.


Apakah nanti keputusan yang Erina ambil untuk kedepannya, ataukah dia akan mempertahankan pernikahan dengan suaminya Bram. Atau juga bahkan dia akan menjalani hubungan gelapnya dengan Erik??


__ADS_2