Mengandung Benih Selingkuhan

Mengandung Benih Selingkuhan
Memastikan


__ADS_3

Bram yang dari tadi terus-menerus tidak enak pikirannya dia pun ingin mencoba melihat keadaan Erina, apakah dia benar pulang ke rumah kedua orang tuanya karena memang Bram. Walau bagaimanapun juga Sampai detik ini masih menjadi suami sah Erina,sehingga dia merasa bertanggung jawab atas Erina sepenuhnya.


"Mau pergi ke mana kamu Bram?"


"Aku mau pergi ke Bogor mah, mau melihat secara langsung Apakah benar Erina pulang ke rumah kedua orang tuanya?"


"Untuk apa lagi kamu mengurusi wanita itu, sedangkan kamu sudah melihat dengan mata kepala kamu sendiri, kalau dia sudah berselingkuh dengan laki-laki lain mau dia pulang ke rumah kedua orang tuanya ataupun dia mau pergi ke mana saja, mulai detik ini Erina bukan urusan kamu lagi."


Sepertinya Erni ingin menghalangi kepergian Bram yang ingin melihat keadaan Erina, karena memang Erni tidak ingin kalau Bram dan Erina bertemu lagi kalau sampai hal itu terjadi bisa-bisa nantinya akan tumbuh rasa cinta lagi di antara mereka.


"Walau bagaimanapun juga Erina tetap menjadi istriku dan aku harus memastikan dia kalau misalnya Erina sampai di sana dengan selamat kalau nanti sampai terjadi sesuatu hal buruk, terhadap Erina maka keluarganya juga nanti akan yang menyalahkan kita."


Mendengar semua perkataan Bram ada benarnya juga karena tidak mau disalahkan oleh pihak keluarga Erina telah memulangkan Erina begitu saja, tanpa diantar akhirnya Erni setuju, kalau misalnya mereka Apakah Erina sudah sampai di rumah orang tuanya atau belum.


"Baiklah kalau begitu kalau memang ini menjadi keputusan kamu untuk melihat kondisi Erina di rumah kedua orang tuanya, tetapi dengan satu syarat Mama harus ikut bersama dengan kamu untuk melihat kondisi Erina takut nantinya kamu nggak pulang lagi ke rumah ini, dan malah tinggi bersama dengan wanita itu."


"Mama ini apa-apaan sih, aku nggak akan pernah mungkin tinggal di sana dan mama harus percaya sama aku kalau aku akan pulang ke rumah ini lagi."


Bram mengizinkan untuk Erni ikut bersama dengan dirinya, Karena kalau tidak seperti itu bisa-bisa Nanti dia tidak diizinkan oleh mamanya untuk melihat kondisi Erina, apa lagi sejak dari tadi Bram sendiri kepikiran Erina terus.


Perjalanan yang akan mereka tempuh lumayan cukup jauh karena dari kota besar Jakarta, hingga ke Bogor menempuh perjalanan beberapa jam nantinya.

__ADS_1


Wajar kalau Bram sangat khawatir kepada Erina karena kemarin dia sangat emosi dan membiarkan Erina pulang seorang diri, dengan menempuh perjalanan yang lumayan jauh kalau seperti ini ada kekhawatiran, dan rasa penyesalan tersendiri di dalam hati Bram.


"Ayo kita turun mah."


"Kamu saja yang turun duluan dan menemui kedua orang tua Erina rasanya mama sangat malas sekali, kalau harus bertemu dengan Kedua mertua kamu itu pasti nantinya mereka akan menyalahkan kita, akan kepulangan Erina yang sangat mendesak seperti ini tanpa tahu permasalahan yang sebenarnya."


"Baiklah kalau begitu, aku akan masuk sendirian."


Tok


Tok


Tok


Bahkan Erina sendiri pun tidak memberitahu kehamilannya kepada kedua orang tuanya, sekarang ini sehingga mereka sangat terkejut mendengar kalau ternyata Erina diusir dari rumah dalam keadaan hamil muda.


"Nak Erik, kenapa kamu datang malam-malam sendirian ke sini,mana Erina?"


"Saya bahkan datang ke sini ingin mencari Erina!!"


"Dia tidak ada di sini!!"

__ADS_1


"Bukannya saya telah menyuruh Erina pulang ke rumah kalian kemarin??"


Bram sendiri terkejut karena mendengar Ibu Darti yang mengatakan kalau sekarang tidak ada Erina di rumah mereka, bahkan kedua orang tua Erin sendiri sangat terkejut Mengapa bisa-bisanya bra membiarkan istrinya pulang sendirian, ke rumah orang tua tanpa diantar ini adalah kecerobohan Bram sebagai seorang suami.


"Tidak ada Erina di sini, bahkan dia juga tidak menelpon atau mengabari orang rumah sama sekali hingga detik ini."


"Aduh kemana yah Erina ini, mana dia pergi sendirian sedang hamil."


"Apa hamil??"


Sebagai orang tua berarti sangat terkejut ketika mendengar omongan menantunya kalau pada saat ini sekarang Erina sedang mengandung buah hati mereka tetapi mengapa berarti sendiri, bingung kalau hubungan menantu dan anaknya sedang tidak baik-baik saja sampai Bram bisa-bisanya membiarkan Erina pulang seorang diri.


"Iya Erina sedang hamil muda."


"Kenapa kamu malah membiarkan Erina pulang seorang diri seperti ini ke rumah kami, sejujurnya selaku kedua orang tua kami pun tidak mengerti apa permasalahan yang kalian hadapi sekarang ini?"


Bram tidak bisa berkata-kata lagi dia pun tidak bisa menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh ibu Darti, karena memang bagaimana dia harus menjelaskan kepada orang tua Erina, kalau misalnya anak mereka yang bersalah dan berselingkuh bisa-bisa nantinya tidak ada satu orang pun yang percaya dengan semua perkataan Bram.


Permasalahan rumah tangga Bram dan Erina memang cukup rumit. Ada orang yang bisa mengerti permasalahan rumah tangga mereka kalau tidak mengikuti secara langsung, kalau hanya dijelaskan mungkin sangat sulit diterima secara kenyataan.


Erina dikenal sebagai istri, yang pendiam dan juga tidak banyak menuntut apa-apa kepada suami dan sekarang tiba-tiba ada kabar, bahwa dia berselingkuh tentunya orang tidak akan mudah percaya dengan semua apa yang Bram katakan.

__ADS_1


Apakah Bram akan bisa menemukan Erina??


__ADS_2