Mengandung Benih Selingkuhan

Mengandung Benih Selingkuhan
Keputusan Erina


__ADS_3

"Bagaimana kamu bisa yakin kalau bayi yang ada di dalam kandungan kamu pada saat ini itu adalah anakku, sedangkan kita sudah satu bulan tidak bertemu dan juga tidak bersama, kamu pulang ke rumah suami kamu??"


Akhirnya Erina menampar wajah Erik karena dia merasa kesal, atas semuanya yang Erik katakan pada saat ini. Bisa-bisanya dia meragukan kalau anak yang di dalam kandungan Erina pada saat ini adalah anak Erik.


Bruuuuk!!!


"Jaga omongan dan ucapan kamu Erik, seharusnya kamu tahu kalau anaknya aku kandung ini adalah anak kamu, karena pada saat aku pulang ke rumah Bram kami sama sekali nggak pernah melakukan hubungan suami istri."


Karena ditampar oleh Erina, tentunya Erik pun merasa sangat kesakitan sekali di bagian pipinya pada saat ini dan dia percaya dengan semua apa yang Erina katakan, kalau memang dia tidak berhubungan layaknya suami istri dengan Bram Sejak pulang ke rumah satu bulan yang lalu.


Apa lagi melihat rumah tangga Bram dan Erina benar-benar dingin, seperti layaknya kulkas dua pintu sama sekali tidak ada rasa sedikitpun juga di hati Erina kepada suaminya, sejak dia mendapatkan kehangatan pada malam itu bersama dengan Erik.


"Kenapa kamu sejak pulang ke rumah malah tidak mendekat hangat suami kamu?"


"Karena rasanya sudah begitu beda ketika aku sudah merasa sayang dan mencintai kamu Erik, tolong aku mohon sama kamu jangan pernah memperlakukan aku seperti ini. Apa lagi sampai mempertanyakan status anak yang ada di dalam kandunganku pada saat ini."


Merasa bersalah atas semua apa yang telah dia ucapkan kepada Erina pada saat ini, sudah membuat hati dan perasaan Erina sangat benar-benar sakit, lalu Erik pun mengucapkan kata maaf kepada Erina sudah membuat Erina terluka.


"Sungguh Erina Aku sama sekali tidak bermaksud untuk membuat hati dan perasaan kamu terluka pada saat ini, karena memang aku hanya mempertanyakan Apakah kamu hamil anak Bram atau bukan."

__ADS_1


"Kamu sudah mengetahui semua jawabannya untuk apa lagi semua Itu dipertanyakan."


"Sekarang aku benar-benar yakin kalau anak yang kamu kandung itu adalah anak aku bukanlah anak Bram."


Akhirnya Erina dan juga Erik berpelukan satu sama lain, karena memang pada saat ini mereka sudah memiliki buah hati tetapi sayangnya dalam hubungan gelap seperti ini, tentunya anak mereka tidak memiliki status.


Apa lagi hubungan mereka ini sangat terlarang. Tentunya nanti bagaimana nasib anak mereka kalau sampai dia terlahir ke dunia, karena memang Erik dan Erina sama sekali tidak memiliki ikatan pernikahan kalau sampai nanti semua orang tahu bisa-bisa akan menjadi omongan semua orang.


"Bagaimana nantinya nasib anak ini, kalau misalnya dia terlahir ke dunia dan juga tidak mendapatkan status sedangkan hubungan kita sama sekali tidak jelas Sampai detik ini."


"Kamu mau apa Erina katakan saja sekarang?"


Erik mencoba bertanya kepada Erina, apakah dia ingin meminta pertanggungjawaban sekarang juga kepada Erik karena memang Erik sangat mencintai Erina, dia akan siap bertanggung jawab atas semua apa yang telah dia lakukan kepada Erina.


"Aku nggak ingin minta apa-apa dari kamu Erik, tapi aku hanya ingin meminta kamu untuk merahasiakan ini semua karena memang bayi ini nantinya akan menjadi milik Bram untuk seutuhnya."


"Kenapa kamu rela mengorbankan jiwa dan raga kamu hanya ingin memberikan bayi ini untuk suami kamu, sedangkan kamu tahu sendiri kalau bayi yang kamu-kamu itu bukanlah anak Bram melainkan anak aku."


"Terlihat dan nampak jelas sekali di mata, kalau Bram dia sangat menginginkan bayi ini selama lima tahun pernikahan kami, dia sangat menginginkan anak dan sekarang aku tidak bisa merampas semua kebahagiaan itu dari tangan Bram."

__ADS_1


Erik merasa kalau semua apa yang Erina putuskan benar-benar tidak adil karena memang Erik merasa berhak atas bayi yang ada di dalam kandungan Erina, karena walau bagaimanapun dia adalah ayah biologis Yang Erina kandung pada saat ini.


"Tidak bisa Erina karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah rela membiarkan kamu dan juga anak kita jatuh ke tangan Bram, karena aku juga ingin memiliki keluarga yang utuh hidup bersama dengan kalian selama-lamanya."


"Aku datang ke sini bukan hanya ingin meminta pertanggungjawaban dari kamu, tetapi hanya ingin memberitahu kamu kalau misalnya anak ini seutuhnya akan menjadi milik Bram, dan kamu jangan pernah mengharapkan bayi ini sampai kapanpun juga."


Erik yang merasa tidak terima kalau anak itu akan diserahkan kepada Bram sepenuhnya mencoba untuk membujuk Erina, kalau yang lebih pantas menjadi ayah dari bayi yang di kandungan Erina adalah erik, karena dia juga menginginkan bayi tersebut walau bagaimanapun tidak ada seorang ayah yang tidak menyayangi darah dagingnya sendiri.


"Erina coba kamu pikirkan kalau aku juga berhak atas bayi yang ada di dalam kandungan kamu, lalu bagaimanapun dia adalah buah cinta kita."


"Aku tahu semua keputusan yang aku ambil ini begitu sangat berat untuk kamu, tetapi walau bagaimanapun Bram adalah suami sah dari aku Kalau nantinya anak kita bersama dengan Bram dia akan mendapatkan status yang jelas, dari pernikahan aku dan Bram."


Kalau sampai nanti semua orang mengetahui kalau pada saat ini anak yang di dalam kandungan Erina adalah anak haram hasil hubungan gelap, dirinya dengan Erik mungkin nanti tidak ada satu orang pun yang akan mau menerima anak ini entah di lingkungan ataupun di keluarga.


Setelah dipikir-pikir benar juga apa yang dikatakan oleh Erina, kalau misalnya anak ini menjadi milik Erik tentunya statusnya tidak jelas dia tidak akan pernah memiliki keluarga yang lengkap, karena sampai kapanpun Erina dan Erik tidak akan pernah bisa bersatu di dalam sebuah keluarga.


"Baiklah kalau misalnya itu yang sudah menjadi keinginan dan keputusan kamu, aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi Erina dan aku hanya bisa mendoakan kalian berdua, akan bahagia nanti hidup bersama dengan Bram karena aku sangat menyayangi anak yang ada di dalam kandungan kamu."


Akhirnya Erik bisa mengerti semua apa yang telah dimaksud oleh Erina pada saat ini, untuk mengikhlaskan bayi yang ada di dalam kandungan dirinya untuk Bram.

__ADS_1


Pastinya Bram akan sangat menyayangi anak ini, apa lagi dia tidak tahu kalau anak yang ada di dalam kandungan Erina ini bukanlah anak dirinya, melainkan anak Erik tetapi mereka akan menjaga semua rahasia ini sampai kapanpun juga.


Apakah keputusan yang telah diambil oleh Erina ini sudah tepat??


__ADS_2