
Setelah sesampainya di rumah akhirnya Erni pun marah-marah kepada Bram, karena pikirannya akibat ulah yang telah dilakukan oleh Bram membuat dirinya merasa malu kepada Livi dan mamahnya pada saat ini.
"Kenapa sih mama yang baru aja datang dan pulang dari luar rumah, sepertinya wajah mama itu cemberut dan pengen marah-marah aja?"
"Gimana mama nggak mau marah-marah, tadi mama itu habis bertemu sama tante Rossa yaitu mamahnya Livi dia tiba-tiba marah sama mama terus dia bilang kondisi Livi pada saat ini benar-benar memprihatinkan sekali."
"Memangnya apa yang terjadi dengan Livi?"
"Kata mamanya kehidupan Livi sekarang benar-benar hancur, setelah mengetahui kalau Erina sedang hamil dan mengandung anak kamu karena pikirnya pupus sudah harapannya, ketika dia ingin menjadi istri kedua dari kamu."
Bram sangat benar-benar terkejut mendengar berita yang dilontarkan oleh Erni pada saat ini, karena bisa-bisanya anak gadis seperti Livi menginginkan suami orang.
Apa lagi dia itu masih gadis, tentunya yang ada di pikiran Bram pada saat ini. Kalau dia bisa mendapatkan laki-laki yang jauh lebih baik dari pada Bram, bahkan bisa mendapatkan laki-laki yang tanpa ada embel-embel menjadi istri kedua.
"Aku sendiri juga masih bingung dan nggak paham, kenapa Livi sampai segitunya bisa-bisanya dia menaruh perasaan berlebihan sama aku, padahal dia tau kalau engga mungkin rasanya aku mau menikah lagi."
__ADS_1
"Ini semua gara-gara Erina, istri kamu yang sialan itu hamil mendadak jadi gagal semua rencana mamah kalau kaya begini."
"Jaga omongan mamah, walau bagaimanapun juga Erina istri aku yang sebentar lagi akan memenuhi semua keinginan mamah untuk memberikan mamah cucu."
Bram tidak suka kalau Erina malah dihina seperti ini di hadapan dirinya, karena kurang apa lagi selama ini Erina sebagai seorang menantu dan juga sebagai seorang istri, rasanya semuanya sudah lengkap tidak ada kekurangan yang harus dicari.
Tetapi kalau pada dasarnya seseorang tidak suka, maka selamanya juga akan tetap begitu tidak akan pernah suka dan masih mencoba mencari kesalahan selamanya.
"Terus mau Mama apa Sekarang?"
Sebenarnya Bram tidak pernah mempunyai niatan untuk menikah lagi, tetapi Erni terus saja memaksa dia sehingga akhirnya Bram bertemu dengan Livi tetapi mau bagaimana lagi perempuan tidak ada pilihan lain, selain menuruti kemauan dan kata-kata Dari mamanya sendiri.
Tetapi kalau misalnya dia ikut dan bertemu dengan Livi bagaimana nanti dengan perasaan Erina pasti dia juga akan merasa tersakiti, karena bisa-bisanya Bram Bertemu dengan wanita lain di saat Erina sedang hamil seperti ini.
"Tetapi mah, bagaimana nanti Erina apakah dia akan merasa tersakiti kalau misalnya kita ke sana ke rumah Livi?"
__ADS_1
"Untuk apa lagi kamu memikirkan istri kamu itu, lagian kamu kan udah datang ke sana hanya untuk meminta maaf bukan untuk menikahi Livi, untuk apa dia marah sedangkan dia sudah menang banyak dalam masalah ini."
Menurut Erni sama sekali tidak pantas kalau Erina sampai marah kepada Bram karena niat Bram datang ke sana, hanya untuk minta maaf kepada Livi dan keluarganya tidak ada maksud yang lain.
Setelah Bram mau datang dan mengunjungi Livi, dan melihat keadaan Livi nantinya akan jauh lebih baik karena memang Livi pada saat ini, membutuhkan support dan dukungan karena dia sangat tidak percaya diri.
Sampai detik ini Livi masih jomblo, dan belum mendapatkan calon suami yang tepat untuk dirinya padahal usianya sudah cukup matang untuk menikah, dan semua teman-temannya pun sudah berumah tangga tinggal livi yang belum menikah sekarang ini.
"Kamu itu harus ingat walau bagaimanapun kita harus memberikan semangat untuk Livi, agar dia bisa menjalani kehidupan selanjutnya walaupun harapan dia untuk menjadi istri kamu pada saat ini sudah lenyap, tetapi walau bagaimanapun dia tetap kita anggap saudara sendiri."
"Iya Mah aku tahu mungkin pada saat ini Livi benar-benar terpukul, karena untuk kesekian kalinya Livi harus gagal lagi melangsungkan pernikahan, walaupun aku nggak pernah janji untuk menikahi Livi dan ini semua gara-gara mama, yang sudah menaruh harapan yang terlalu berlebihan untuk Livi."
"Ya Sudahlah, kamu jangan bahas dan mempermasalahkan semuanya lagi, sekarang yang terpenting mendingan kamu siap-siap kita berangkat sekarang juga ke rumah Livi, karena waktunya tidak cukup kalau nanti kamu harus minta izin dulu sama Erina."
Bagaimanakah nantinya pertemuan Bram dan Livi??apakah Livi akan bisa menerima kehadiran Erni dan Bram yang bermaksud datang untuk mengunjungi dirinya??
__ADS_1