Mengandung Benih Selingkuhan

Mengandung Benih Selingkuhan
Permintaan Mustahil


__ADS_3

Setelah itu Bram pun akhirnya menggedor-gedor kaca pintu mobil Erik, karena dia melihat dengan mata kepalanya sendiri kalau saat ini Erina sedang berdua-duaan di dalam mobil dengan Erik.


Penghianatan itu terjadi di hadapan matanya sendiri, kalau seperti ini Bram sudah tidak tahan lagi menanggung rasa malu yang ada, karena memang Bram tidak yakin kalau anak yang dikandung Erina sekarang adalah anak dirinya atau darah dagingnya sendiri.


"Keluar kalian berdua."


"Mas, tunggu dulu aku bisa jelasin semuanya."


"Apa lagi yang mau kamu jelaskan Erina, semuanya sudah cukup aku lihat dengan mata kepalaku sendiri kalau kamu selingkuh dengan laki-laki ini."


"Engga mas, semua itu tidak seperti yang kamu pikirkan."


"Stop Erina, kamu tidak usah perlu mengelak lagi karena semuanya sudah cukup sangat jelas bagiku."


Dengan mata yang berkaca-kaca, Erina sudah tidak bisa menjelaskan semuanya lagi di hadapan Bram Karena dia sudah ketangkap basah. Kalau Bram sudah mengetahui perselingkuhannya dengan Erik pada saat ini, walaupun Erina mencoba untuk mangkir dan tidak mengakui semuanya.


Ini adalah kesempatan yang bagus untuk Erik bisa memiliki Erina seutuhnya, karena semuanya sudah ketahuan oleh Bram hingga Erik pun akhirnya mau mengakui, kalau memang dirinya dan Erina ada hubungan sesuatu yang tidak diketahui oleh Bram sama sekali.


"Kalau memang saya dan Erina ada hubungan kamu mau apa?"


"Kurang ajar kamu yah, beraninya ganggu istri orang."


Dengan amarah, yang benar-benar memudahkan Bram pun mencoba untuk melampiaskan semua rasa kekesalan hatinya kepada Erik.


Tetapi Erina tidak tinggal diam dia langsung mererai perkelahian antara Erik dan juga Bram, arena memang sekarang ini yang Erina lakukan Dia tidak bisa membuat Bram terus-menerus menyerang Erik seperti ini, apa lagi yang salah adalah Erina sudah benar-benar ceroboh.

__ADS_1


"Cukup mas, cukup!!"


"Kenapa kamu bela, laki-laki ini biarkan saja aku menghabisi dia seharusnya."


"Jangan mas."


"Kenapa Erina kamu lebih membela dia dari pada suami kamu sendiri??"


Erina tidak bisa menjawab semua pertanyaan yang telah dilontarkan oleh Bram, sekarang karena memang bagaimana bisa dia melihat laki-laki yang dia cintai di hadapan matanya, dipukuli seperti itu hingga babak belur.


"Sekarang kamu sudah tidak bisa menjawab semuanya pertanyaan yang aku berikan, kenapa jawab sekarang juga!!"


Setelah itu melihat anaknya ribut-ribut seperti ini, Erni pun mulai mendekat kepada Erina dan juga beserta Erik yang pada saat itu sedang berada di teras rumahnya.


Dengan enteng, Erni berbicara di hadapan semua orang perihal masalah kehamilan yang dikandung Erina, karena memang dia tidak ingin anaknya terjebak lebih jauh lagi kalau untuk masalah ini tidak terbongkar.


"Kenapa mamah bisa bicara seperti itu, anak yang aku kandung ini adalah anak Bram."


"Bohong kamu itu."


"Benar mah!!"


Erina mencoba meyakinkan semua orang,kalau apa yang telah dituduhkan oleh mertuanya sama sekali tidak benar.


Apa lagi dia selama ini dikenal sebagai wanita yang cukup lumayan baik selama menjadi istri Bram, sangat sulit dipercaya kalau Erina selingkuh dengan laki-laki lain.

__ADS_1


Namun apalah daya ketika Bram sudah melihat semuanya dengan mata kepalanya sendiri, tidak melalui mulut orang lain sehingga semuanya sudah cukup lumayan jelas.


"Aku tidak percaya dengan semua apa yang kamu katakan Erina!!"


"Tolong mas,jangan hukum aku seperti ini."


Rasanya begitu menyayat hati ketika Bram sudah tidak percaya lagi dengan semua apa yang Erina katakan, karena lunturlah kepercayaan seorang suami ketika istrinya sedang berduaan dengan laki-laki lain.


"Kenapa kamu harus takut, untuk membuktikan semuanya kalau misalnya anak yang kamu kandung itu adalah anak dari Bram bukan anak laki-laki


lain."


"Siapa yang merasa takut mah, karena aku sama sekali tidak merasa takut dalam semua masalah ini lagian aku juga engga salah."ujar Erina yang mencoba untuk membuat semua orang percaya kalau dia tidak takut dengan semua yang terjadi.


"Baiklah kalau begitu, kita buktikan saja semuanya siapa yang benar. Kamu atau saya karena saya berani jamin kalau anak yang kamu kandung itu bukanlah cucu saya."


Sepertinya Erni mulai menantang menantunya,kalau memang sekarang ini Bram harus merasa tersakiti tetapi ini adalah jalan yang terbaik untuk membuat Erina dan Bram berpisah.


"Apa yang mamah mau?" Tanya Erina kepada Mertuanya.


"Test DNA!!"


Dengan muka yang sangat pucat, Erina mendengar permintaan mertuanya tersebut untuk meminta anak yang ada di dalam kandungannya tersebut melakukan test DNA dengan Bram.


Untuk membuktikan semuanya, apakah anak itu darah daging Bram atau bukan.

__ADS_1


__ADS_2