
Sejak mengetahui kalau pada saat dia sedang hamil Erina terlihat lebih diam dan murung, karena memang pikiran Erina pada saat ini sedang benar-benar kacau, memikirkan siapa ayah dari anak yang dia kandung pada saat ini.
Dulu dia sering dibilang mandul dan tidak bisa punya anak oleh mertuanya sendiri, sekarang semuanya sudah terbukti sejak Erina memiliki hubungan dengan Erik tentunya, dia sendiri bisa membuktikan kepada semua orang kalau yang mandul bukanlah Erina tetapi adalah suaminya Bram.
"Sayang kenapa kamu terlihat murung dan tidak bersemangat Apakah ada yang salah tentang kehamilan ini?".
"Enggak ada yang salah dalam kehamilan ini, tetapi memang aku masih kurang stabil aja dalam Kesehatan, sehingga aku nggak mau banyak bicara terlebih dahulu."
"Aku mau kamu lekas sehat dan kita segera kembali pulang ke rumah. Setelah ini nantinya aku akan meminta mama mengadakan syukuran atas kehamilan kamu,karena memang ini ada anugerah Terbesar dalam rumah tangga kita."
"Enggak usah lah sayang, kalau misalnya harus pakai acara selamatan besar-besaran dan memanggil banyak orang, lagian kan aku juga masih belum bisa terlalu capek."
"Menurut aku semua orang harus mengetahui kalau misalnya kita pada saat ini sedang berbahagia, anggap saja kita sedang berbagi kebahagiaan kepada semua orang."
Bram terus memaksa untuk mengadakan selamatan setelah nantinya mereka semua pulang ke rumah, karena dia ingin berbagi kebahagiaan kepada semua kerabat, dan juga keluarga tentang kehamilan yang dialami oleh Erina pada saat ini.
Melihat Bram yang benar-benar sangat bahagia, tentunya Erina sangat merasa bersalah sekali kalau memang anak yang dia kandung pada saat ini, bukanlah anak melainkan anak Erik.
Kalau sampai Bram mengetahui semuanya, mungkin dia akan merasa benar-benar hancur dan terpukul atas semua apa yang telah terjadi pada saat ini, karena memang melihat kebahagiaan yang ada di dalam keluarga ini.
Membuat Erina semakin merasa bersalah kepada mereka semua karena memang mereka menganggap bayi yang dikandung Erina adalah membawa kebahagiaan untuk keluarga mereka.
Sedangkan dia sendiri tau kalau anak ini bukanlah jalan keluar dari semua permasalahan, malah nantinya akan menambah semua permasalahan yang ada.
Karena anak ini bukanlah anak kandung Bram melainkan anak hasil dari hubungan gelap Erik dengan Erina.
__ADS_1
"Sayang kalau begitu aku mau mengurus semua biaya administrasi dulu ya Kamu tunggu di sini sebentar."
"iya sayang."
Karena merasa Erina sudah ditinggalkan sendirian oleh Bram, karena memang semua urusan yang di rumah sakit harus diurus sampai selesai dengan sangat terpaksa Bram meninggalkan Erina sendirian di ruangannya.
Ini adalah kesempatan Erina untuk pergi dari rumah sakit, karena dia harus bertemu dengan Erik menurut Erina Erik harus mengetahui semuanya tentang kehamilan yang dia alami pada saat ini, karena memang anak yang dikandung adalah anak Erik.
"Maaf Mas, kalau aku harus pergi dari sini sekarang juga karena memang aku harus memberitahu Erik, kalau pada saat ini aku hamil dan mengandung anak dia tetapi bukanlah anak kamu."
Berat rasanya Erina melakukan semua ini karena memang dia sangat merasa bersalah sekali kepada Bram, apa lagi Bram adalah suami yang sangat benar-benar baik untuk Erina tetapi mau bagaimana lagi semuanya sudah terlanjur terjadi.
Menurut Erina kalau Erik harus mengetahui semuanya, karena dia harus bertanggung jawab atas kehamilan yang Erina alami pada saat ini, walaupun nantinya akan menyakiti banyak pihak termasuk Bram.
Setelah Bram kembali ke ruangan ternyata kalau dia pun sangat terkejut melihat Erina sudah tidak ada lagi di ranjang rumah sakit, lalu bertanya kepada Erni yang pada saat ini duduk di ruang tunggu.
"Mama juga sama sekali nggak tahu Erin aku pada saat ini pergi ke mana, karena memang dari tadi mama hanya duduk di sini dan enggak melihat sama sekali ada orang yang keluar dari ruangan tersebut."
Erina sangat benar-benar pandai dan juga cerdas dia kabur melalui jendela kamar rumah sakit, dia tahu kalau pada saat ini Erni ada di depan ruangannya sehingga dia tidak ingin melalui pintu depan.
Karena tidak mendapatkan petunjuk setelah bertanya kepada mamanya, akhirnya Bram pun mencari Erina di sekeliling rumah sakit pikirnya pada saat ini Erina pergi ke kamar mandi.
Tetapi saat mencoba untuk berkeliling sama sekali tidak ada petunjuk yang dia temukan, untuk menemukan istrinya pada saat ini sedang berada di mana.
"Erina sayang kamu pergi ke mana? bukannya keadaan kamu masih sakit kenapa kamu pergi dan kabu-kaburan seperti ini lagi."
__ADS_1
Dengan segala kepusingan yang terjadi Bram mencoba untuk bertanya-tanya kepada dirinya sendiri, pergi ke mana Erina pada saat ini karena dia tidak Meninggalkan pesan sedikitpun juga ingin pergi ke mana.
Akhirnya tidak ada jalan pilihan lain, Bram pun bertanya kepada pihak rumah sakit atau suster yang berjaga siapa tahu ada melihat Erina.
"Suster Kalau boleh saya bertanya, apakah suster melihat istri saya keluar dari ruangannya Karena setelah saya kembali istri saya sudah pergi dan tidak ada."
"Mohon maaf sekali bapak kami sama sekali tidak melihat istri bapak keluar dari kamarnya."
"Saya sangat bingung istri saya tiba-tiba menghilang dan tidak tahu saya harus mencari kemana lagi."
"Kalau begitu Saya akan meminta security yang berada di rumah sakit ini untuk mencari istri bapak."
Suster di rumah sakit ini menyarankan kepada Bram untuk meminta bantuan kepada security yang bertugas, karena memang tugas security yang berada di sini untuk membantu mencari orang hilang salah satunya.
"Pak satpam, tolong bantu Bapak ini untuk mencari istrinya yang hilang karena memang tugas rumah sakit ini mencari pasien yang kabur dari kamarnya."
"Baik kami akan segera bantu."
Dengan gesit sekali pengamanan rumah sakit diperketat sekarang juga, karena memang untuk mencari orang hilang tentunya harus mengerahkan semua pasukan keamanan yang berada di rumah sakit ini, untuk menelusuri semua seluk-beluk yang ada di rumah sakit ini untuk menemukan Erina.
"Bapak dimohon bersabar terlebih dahulu, agar kita semua bisa menemukan istri Bapak kalau memang dia perginya di sekitar rumah sakit ini saja, dan tidak keluar dari rumah sakit maka kita akan segera menemukannya."
"Terima kasih atas semua bantuannya, karena memang kalian sudah mau membantu saya untuk mencari istri saya yang pada saat ini sudah menghilang dan kabur."
Setelah itu Bram pun mencari Erina bersama dengan suster dan juga keamanan yang berada di rumah sakit ini, karena memang Erina menghilang di rumah sakit dan juga tentunya sebagai pertanggungjawaban mereka, membantu Bram untuk mencari Erina pada saat ini yang pergi dan menghilang begitu saja.
__ADS_1
Apakah nanti Bram akan bisa menemukan Erina yang pada saat ini sedang kabur dan pergi dari rumah sakit???