Mengandung Benih Selingkuhan

Mengandung Benih Selingkuhan
Semangat Hidup Untuk Erik


__ADS_3

Seketika Erik duduk termenung mengingat, kalau dia sudah mengikhlaskan Erina dan juga bayi yang ada di dalam kandungannya pada saat ini sejujurnya Erik benar-benar menyesal dan sakit hati atas semua keputusan yang dia ambil.


Iya Erik juga tidak bisa melakukan sesuatu yang saat ini dia lakukan, untuk mempertahankan Erina dan bayinya agar tetap bersama dengan Erik selama-lamanya, karena memang takdir berkata lain.


Lebih memilih Bram untuk memiliki Erina dan juga bayinya, lalu seketika Erik hanya bisa berpasrah dalam semua keadaan yang ada pada saat ini untuk lebih berserah kepada Tuhan yang maha kuasa.


"Kenapa tuan muda melamun seperti ini? memangnya apa yang tuan muda pikirkan?"


Bi Ijah melontarkan pertanyaan kepada Erik, karena terlihat Erik hanya melamun dan duduk di tepi Kursi pada saat ini.


"Saya tidak memikirkan apa-apa sekarang ini, tetapi pikiran saya hanya terlihat sedikit lebih kacau oleh sebab itu saya lebih memilih untuk menyendiri, dan tidak diganggu oleh siapa-siapa."


"Maaf jika kalau kehadiran Bibi mengganggu pada saat ini, karena terlihat sejak kejadian beberapa hari yang lalu tuan muda, sepertinya tidak semangat untuk menjalani kehidupan beberapa hari ini."


"Sepertinya saya sudah kehilangan semangat di dalam kehidupan saya pada saat ini, karena memang saya merasa Erina adalah cinta sejati saya dan tidak bisa terganti oleh wanita lain."

__ADS_1


Melihat Erik yang tampak bersedih seperti ini tentunya Bi Ijah sangat merasa terpukul melihat majikannya yang sudah tidak semangat menjalani kehidupan sehari-hari, karena dia tahu betapa perasaan Erik sangat benar-benar tulus kepada Erina.


Karena cinta Erik tidak diperuntukkan untuk istri orang pada saat ini, karena yang lebih berhak atas Erina dan juga bayi yang ada di dalam kandungannya tentunya adalah suaminya, bukanlah Erik yang tidak ada status apa-apa dengan Erina.


"Sejujurnya Bibi bertanya-tanya mengapa tuan muda sangat ikhlas, dan tidak memperjuangkan Erina sama sekali?"


"Bukannya saya Ikhlas tetapi saya hanya ingin melihat kebahagiaan di dalam diri Erina, walaupun saya tahu dia sendiri tidak mencintai suaminya Tetapi dia hanya ingin membahagiakan Bram."


Mengorbankan kebahagiaan diri sendiri demi melihat orang lain bisa bahagia, tentunya ini adalah pengorbanan yang sangat besar yang Erik lakukan untuk Bram, karena memang ini adalah permintaan yang keluar dari mulut Erina sendiri.


Meskipun mereka saling mencintai satu sama lain, tetapi mereka tidak dipersatukan di dunia ini karena memang terhalang oleh status masing-masing.


"Keinginan saya pada saat ini cuma satu, yaitu bisa melihat Erina dan anaknya bahagia hanya itu saja tidak ada yang lain, saya sendiri tidak memperdulikan kebahagiaan diri saya."


"Bibi sangat salut dengan semua pengorbanan yang telah tuan muda lakukan kepada Erina, karena selama ini jarang sekali tuan muda bersikap dewasa dan berpikir panjang untuk mengambil tindakan, dan langkah-langkah di dalam kehidupan."

__ADS_1


"Anggap saja ini semua pendewasaan bagi saya, dan diri saya karena memang saya harus banyak belajar dan meminta masukan kepada Bibi orang yang paling dekat dengan saya pada saat ini, karena semua yang tahu mengenai permasalahan dan keluh kesah Saya hanya Bibi saja tidak ada yang lain."


Erik sakin percayanya dengan Bi Ijah, dia tidak pernah menceritakan semua permasalahannya kepada siapapun juga, karena memang bi ijah sudah dianggap keluarga di rumah ini.


Apa lagi Bi Ijah sudah cukup lumayan lama ikut bersama dengan Erik bekerja, sehingga dia tidak suka-suka lagi untuk menasehati Erik yang terpenting baginya pada saat ini Erik bisa menjalani kehidupan kedepannya, agar nantinya tidak seperti ini terlihat sangat sedih dan tidak mempunyai semangat dalam hidup.


"Ayo dong tuan, jangan begini karena kehidupan tuan itu masih panjang pasti Erina juga akan sedih kalau misalnya melihat tuan seperti ini, murung dan tidak semangat untuk menjalani kehidupan setiap harinya."


Sepertinya bijak sendiri ingin membangkitkan semangat kehidupan Erik, karena terlihat sekali beberapa hari ini dia tidak keluar rumah dan bahkan juga tidak pergi ke kantor, bahkan hanya melamun dan termenung saja.


"Bener juga apa yang Bibi Katakan tidak ada gunanya, kalau saya terus-menerus termenung dan melamun seperti ini hanya memikirkan masalah yang tidak ada habisnya, mulai hari ini saya janji tidak akan bersedih lagi dan mencoba untuk mengikhlaskan semuanya."


"Begitu dong, kalau begini Bibi suka kalau misalnya tuan muda menjadi semangat lagi kayak biasanya, lagian siapa tahu nantinya ke depannya tuan muda akan mendapatkan wanita yang jauh lebih baik daripada Erina."


Tentunya sebagai orang yang terdekat dengan Erik, sehingga Bi Ijah hanya bisa mendoakan Erik saja agar dia segera menikah dan mendapatkan jodoh, yang terbaik dan bisa menggantikan posisi Erina di hati Erik pada saat ini dan selama-lamanya nantinya.

__ADS_1


Apakah nanti Erik aku menemukan cinta sejatinya??


__ADS_2