
Akhirnya Erik pun menarik tangan Erina, karena dia tidak ingin apa yang dia bicarakan pada saat ini kedengaran oleh semua orang.
Apa lagi ada yang menguping pembicaraan mereka berdua oleh sebab itu Erik memutuskan untuk berbicara di dalam mobil saja, karena Erina tidak mau pergi bersama dengan dirinya.
"Memangnya ada apa Erik sampai kamu terlihat terburu-buru seperti ini?"
"Tadi ada dua orang jahat, yang mencoba untuk membuntuti aku tapi ternyata orang itu adalah orang suruhan Bram!!"
"Apa orang suruhan Bram?"
Rasanya Erina sendiri tidak terlalu percaya dengan apa yang telah Erik katakan pada saat ini, karena yang dia pikirkan pada saat ini mana mungkin Bram berbuat seperti apa yang telah Erik sampaikan tadi apa lagi Bram tidak mungkin sejahat itu.
"Iya Bram, yang telah melakukan itu semua."
"Tapi mana mungkin dia melakukan itu semua!!"
"Mungkin saja Erina, kalau dia masih mencurigai kita berdua secara diam-diam dan mulai menyelidiki semuanya."
"Tapi kamu tidak ada yang terluka bukan??"
"Seperti yang kamu lihat aku sangat baik-baik saja pada saat ini."
__ADS_1
"Syukurlah kalau begitu, aku sedikit lega mendengar semuanya."
Seketika Erik langsung memeluk Erina, karena dia takut kalau sampai benar orang itu adalah orang suruhan dari Bram, dia tidak akan bisa lagi dekat Erina.
"Lepaskan Erik!?"
"Kenapa Erina?"
"Apa yang kamu lakukan, kalau sampai ada orang yang melihat semuanya bisa-bisa hubungan kita akan ketahuan oleh semua orang."
Pada saat ini Erina benar-benar ketakutan, kalau ada yang melihat Erik memeluk dirinya di dalam mobil karena semuanya bisa membahayakan statusnya pada saat ini, perselingkuhan mereka akan ketahuan dan terbongkar.
"Kamu tidak perlu terlalu panik seperti itu Erina, lagian mana mungkin ada orang yang liat kita berpelukan di dalam mobil seperti ini."
Emang tidak ingin mengambil tindakan yang gegabah, karena memang semua apa yang terjadi pada saat ini sudah terlanjur basah ketika dia sudah terlanjur melakukan semuanya, sehingga dia tidak ingin apa yang telah dia perbuat diketahui oleh Bram.
"Rasanya aku sudah tidak bisa jauh dari kamu Erina, apa lagi kalau sampai kita berdua harus berpisah karena aku tidak sanggup jauh dari kamu."
"Sebenarnya aku juga sangat ingin dekat selalu dengan kamu Erik, tapi mau dikata apa lagi kalau semuanya akan membuat kita dalam bahaya kalau kamu dan aku selalu ingin bertemu."
"Jangan jauhi aku Erina, aku mohon!!"
__ADS_1
"Tidak ada maksudku ingin menjauhi kamu Erik, karena asalkan kamu tau hati dan perasaan aku masih sama hanya untuk kamu tapi sekarang ini lebih baik kita berjauhan dulu agar titik mencurigakan."
Erina bercerita kepada Erik kalau dia juga tersiksa dengan semua apa yang telah terjadi kepada mereka saat ini, walau bagaimanapun walau raga mereka terpisah pada saat ini tetapi hati dan perasaan, saling menyatu satu sama lain.
Pada saat mendengar semua pernyataan yang keluar dari mulut Erina,kalau mereka berdua tidak bisa berpisah dia langsung mendekap Erina dengan sangat erat sekali, bahkan dengan sekuat tenaganya.
Sesungguhnya Erina juga sangat tidak kuasa, untuk menahan semua rasa yang berkecamuk di dalam hatinya kalau mereka berdua, tidak bisa berpisah bahkan kalau tidak bertemu ada rasa saking merindukan satu sama lain.
Seketika Bram dan Erni yang keluar rumah ingin pergi ke tempat Livi, melihat Erik dan Erina berpelukan dengan sangat amat mesra sekali.
Mata Erni benar-benar terbelalak saat dia melihat menantunya berpelukan dengan laki-laki lain di rumahnya sendiri, ketika setelah itu Erni pun langsung mencuri kesempatan menurutnya ini adalah kesempatan yang bagus, untuk meracuni pikiran Bram agar dia bisa meminta Bram untuk segera menceraikan Erni.
Karena sebenarnya Erni sendiri tidak percaya kalau anak yang telah dikandung oleh Erina tersebut cucunya, yaitu anak dari Bram melainkan dia yakin kalau anak yang Erina kandung pada saat ini adalah anak dari Erik, yaitu laki-laki yang sudah merusak rumah tangga Bram sekarang ini.
"Bram, coba kamu lihat bagaimana kelakuan istri kamu pada saat ini. Bisa-bisanya dia berpelukan dengan laki-laki lain pada saat kita. Walaupun kita berada di dalam rumah dan tidak memantau kegiatan dia. Lalu Erina telah bilangnya sama mamah mau nyapu teras rumah tetapi malah bermesraan dengan laki-laki lain."
Bram hanya diam saja dan tidak bisa berkata apa-apa lagi, karena pada saat ini hatinya benar-benar jengkel dan tidak percaya kalau tega-teganya Erina memperlakukan dirinya seperti ini.
Yang ada di pikiran Bram sekarang kenapa Erina pada saat ini? pakah dia tidak menjaga harkat dan martabatnya sebagai istri dari laki-laki yang pada saat ini sangat mencintai dirinya.
"Tenang saja mah, biar semuanya menjadi urusan aku mama tunggu aja di sini dan nggak usah ikut campur, karena biar aku menyelesaikan semua permasalahan ini bersama dengan Erina karena walau bagaimanapun Erina masih tetap menjadi istriku sampai sekarang ini."
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu mamah akan tunggu kamu di sini." ucap Erni yang lebih memilih untuk memantau semuanya dari kejauhan.
Bagaimanakah nasib Erina saat Bram melihat dengan mata kepalanya sendiri tentang perselingkuhan Erina sekarang ini??