
ketika jam istirahat Febri duduk sendiri di kantin kebetulan kelas Riri belum selesai. Dan saat asik melamun dengan pikiran nya sendiri tanpa sepengetahuan febri Fahri ada di sana dan membuyar kan lamunan nya.
"em kenapa gue sampai salting dan baper ya gara-gara Fahri bilang gitu, nggak mungkin kan gue suka sama dia gue kan masih punya Reno , tapi kenapa gue nggak ada rasa kangen lagi sama Reno ya malah rasa itu hambar , gue malah sekarang tertarik sama Fahri, apa mungkin Fahri juga suka sama gue" pikiran berkecamuk melintas di otak cantik nya sambil memikirkan tambatan hati yang baru.
"Hem" deheman seseorang membuyar kan lamunan Febri.
"eh bang Fahri" kata febri gugup.
"boleh aku duduk di sini" kata fahri.
"silahkan bang" jawab Febri mempersilahkan Fahri duduk.
"abang mau pesan apa"kata febri menawarkan sesuatu.
"kopi aja deh sama nasi uduk" jawab Fahri singkat.
"oke deh kalo gitu aku pesanin dulu" jawab Febri , setelah kepergian Febri Fahri hanya melihat dengan tatapan yang sulit di artikan.
"ini pesanan Abang" Febri menyodorkan pesanan Fahri padanya.
"makasih ya maaf merepotkan" kata fahri sungkan.
Dan akhirnya mereka makan bersama dalam keheningan, saat sedang asik makan datang lah sih kampret pengganggu siapa lagi kalo bukan Riri dan Angga.
"woy loh berdua makan nggak ajal-ajak kita apa" kata Angga ngegas .
"uhuk...uhuk....uhuk.." Febri tersedak makanan akibat ulang Angga.
"Nih minum dulu" kata fahri memberikan gelas berisi air putih kepadanya.
"loh ngapain sih Makai ngagetin orang kayak gitu nggak lihat apa orang lagi makan" kata fahri horor. sedangkan Angga mengiris atas tatapan Fahri yang mengerikan untuknya itu.
"loh nggak apa-apa feb" kata Riri khawatir.
"nggak ri santai aja gue kaget aja tadi" kata Febri menimpali.
"ri kamu mau pesan apa" kata Angga.
"jus jeruk sama nasi uduk aja" jawab Riri.
setalah kepergian angga Febri memperhatikan kalo Angga ada rasa pada Riri dan Angga memberikan perhatian kecil tanpa di minta beda dengan dia yang tidak mendapatkan apa yang di inginkan, bahwa untuk menarik perhatian Fahri saja dia yang menawarkan makanan padanya. setalah pesanan mereka datang akhirnya mereka makan bersama dalam keheningan.
__ADS_1
ketika jam pulang tiba mereka semua kembali ke tempat masing-masing begitu juga dengan Angga dan Fahri, mereka juga kembali ke satuan masing-masing.
ketika sampai di kosan Febri dan Riri masuk ke kamar mereka dan istirahat karena sudah lelah hari ini dan banyak kejadian yang membuat dia salfok dan syok.
"kayak nya Angga beneran suka deh sama Riri, beruntung banget Riri di sukai oleh Angga dan kayak nya Riri juga suka deh sama Angga, nggak kayak gue mana hubungan sama Reno nggak ada kejelasan dan lagi si Fahri cuek minta ampun deh rasanya gue yang kek cewek murahan suka cowok yang nggak suka gue" kata Febri senduh dan kecewa.
sementara di kamar sebelah Riri sangat bahagia karena mendapat perhatian dari Angga , walaupun Riri terkesan cuek tapi tidak dengan Angga dia menunjukkan bahwa dia sebenarnya juga menyukai Angga.
Ting. pesan masuk di aplikasi hijau milik Riri, dan itu ternyata dari Angga.
(Assalamualaikum ibu guru cantik)
(waalaikumsalam)
(kamu udah nyampai rumah RI)
(udah kok ngga, napa)?
(nanga aja kok, ya udah istirahat ya calon Persit ku🥰)
(Apan sih ðŸ¤)
(emang kamu nggak mau jadi Persit aku 🥺)
(Hem ya udah istirahat gih besok kan mau sekolah lagi , kapan-kapan boleh kita jalan nggak ri , tanya angga)
(boleh kok)
(oke aku tunggu ya)
(oke)
setalah berbalas pesan akhirnya Riri tidur untuk mengistirahatkan tubuh nya supaya free.
sementara itu Fahri duduk di bawah pohon sambil mengingat momen kebersamaan nya bersama Melisa dahulu.
flashback
"yang kamu mau kan nungggu aku selesai tugas ini" kata fahri.
"iya yankk aku mau kok , dan kamu semangat ya kalo akan ada aku selalu buat kamu" jawab Melisa meyakinkan.
__ADS_1
"makasih sayankk" kata fahri bahagia.
"yankk aku boleh nanya nggak sama kamu"? kata Melisa lagi.
"Apa itu yankkk" jawab Fahri penasaran.
"kalo kamu lebih milih yang jadi istri kamu dokter apa guru" kata Melisa.
"aku lebih milih dokter sih, karena dokter itu kan sepandan dengan tentara kalo guru itu kek swasta aja nggak masalah kali kan" jawab Fahri setengah arogan.
"Hem oke" kata Melisa.
back on
itulah percakapan yang selalu terngiang-ngiang dala. ingatan Fahri , duku dia tidak berharap untuk mempunyai seorang istri guru ntah lah apa penyebab nya hanya Fahri sendiri yang tahu dan sekarang kenyataan bahwa dia dekat dengan seorang guru walupun bukan status sebagai kekasih.
"Argh.... kok jd gini sih gue , berasa kek kena karma aja sih gue nggak mau punya istri guru lah napa Sekarang dekat sama guru" kata fahri frustasi.
sementara Febri bergegas mandi untuk membersihkan diri dan sebelum mereka akan jalan-jalan malam ini untuk menghilangkan rasa jenuh, setelah mandi Febri bergegas ke kamar Riri yang ada di sebelah kamar nya dan Riri ternyata sudah siap segera mereka pun berangkat.
selama perjalanan mereka bercanda dan bergurau sekali kali terdengar debat kecil antara mereka yang terkadang tidak mau kalah dan akhirnya mereka memilih maka bakso di kaki lima langganan mereka.
"Mas bakso nya dua porsi ya kayak biasa" kata Riri kepada mas Jon.
"oke mbk , mbak Riri sama mbak Febri Mulu emang nggak ada pacar apa mbak kan ini malam Minggu" kata mas Jo kepo kepada dua perawan ini.
"nggak ada mas lagi jomblo' hahaha" jawab Riri tertawa dan di balas kekehan dari mas Jo
akhirnya pesanan mereka sampai dan mereka menikmati rasa yang pas di kuah bakso tersebut. setalah makan bakso mereka pun melanjutkan perjalanan pulang menuju kosan mereka sebelum kembali mereka pergi ke mini market terdekat guna untuk membeli keperluan yang di butuhkan oleh mereka.
sepanjang perjalanan mereka bercerita dan bercanda.
"he gini amat ya nasib Nggak ada pacar malam Minggu bareng besti Mulu" ketus Riri.
"Lah kalo loh nggak mau bareng Ama gue ya udah noh loh bareng Angga ajak noh pak tentara somplak loh" jawab Febri datar.
"ye nggak mesti Angga kali" kata Riri salting.
"lah napa kan kalian jomblo napa loh merona jangan-jangan loh..." Febri menggantung kan ucapannya.
"jangan-jangan apa" kata Riri penasaran .
__ADS_1
"Loh suka Angga kan" kata febri spontan.
"Apa loh bilang" kata Riri mencubit gemas Febri dan akhirnya mereka kejar-kejaran seperti anak kecil, dan akhirnya mereka pulang menuju kosan mereka.