
setalah kepergian orang-orang tersebut, Fahri berjongkok menyamakan tinggi nya kepada wanita itu, ia menatap wajah itu dengan tatapan sendu dan bahagia, ternyata wanita yang selama ini di nanti akhirnya kembali lagi .
"kamu apa kabar dek" tanya Fahri gugup dan rendah.
"aku...aku baik bang" jawab febri pelan dan menunduk. iya tidak mau menatap Fahri karena takut terjebak cinta yang semakin dalam dan itu membuat dia tersiksa.
melihat itu Fahri hanya tersenyum, dia sangat bahagia, ingin rasanya dia memberikan ciuman dan memeluk tubuh wanita itu dan mendekap nya sangat lama, melihat Fahri yang menatap nya sangat dalam Febri salah tingkah dan itu membuat dia ingin segera pergi dari sana.
"maaf bang aku harus segera pergi" kata febri ingin berdiri, akan tetapi baru saja dia akan menegakkan tubuhnya, dia limbung kembali dan beruntung Fahri segera memeluk pinggang nya dan itu sukses membuat jantung mereka berdisko
deg....deg.....deg......
" kamu tidak apa-apa" tanya Fahri gugup untuk menutupi debaran jantungnya.
"i..iya bang" kata febri gugup, iya mencoba menepis tangan Fahri di pinggang nya, dan ketika ia berdiri dia meringis menahan sakit.
"shiiit.." Febri meringis menahan ngilu, melihat itu Fahri segera menggendong nya dan membawa di ke rumah dinas tempat dia tinggal.
sepanjang perjalanan menuju rumah banyak yang bertanya-tanya siapa perempuan yang di gendong oleh komandan mereka dan itu membuat Febri malu dan menyembunyikan wajah nya di dada bidang Fahri.
"Bang aku mau turun malu" kata Febri pelan.
"malu kenapa sih yank suka aku lah , aku nggak mau kamu sakit ya" jawab Fahri enteng dan membuat Febri tambah malu mendengar panggilan sayang dari Fahri.
__ADS_1
sesampainya di rumah Fahri langsung membawa Febri masuk dan meletakkan di ruang tamu, setelah itu Fahri mengambil minyak urut untuk mengurut kaki sang kekasih.
"Eh abg mau apa" kata Febri ketika Fahri meletakkan kaki nya di atas pahanya.
"mau obati kaki kamu sayang emang mau ngapain lagi sih" jawab Fahri enteng.
"nggak usah bang, aku bisa sendiri" kata Febri lagi .
"kamu bisa diem nggak , nggak usah bantah bisa" jawab Fahri dingin dan itu mampu membuat febri bungkam.
selama Fahri mengurut kaki nya Febri hanya bisa meringis dan tidak berani mengeluarkan suara karena takut sama suara dingin Fahri, melihat itu Fahri hanya diam saja dia menyesal bersikap dingin sama sang kekasih dan membuat dia takut. setelah mengobati luka Febri akhirnya Fahri pergi ke dapur dan membuat kan teh hangat untuk sang kekasih. Melihat kepergian Fahri, Febri hanya dia tanpa komentar dia hanya memperhatikan punggung lelaki itu, dan itu membuat febri sedih.
"kenapa bang Fahri diam aja ya apa dia nyesel ketemu gue, gue emang biang masalah dari dulu" kata febri lirih, tanpa sepengetahuan febri Fahri telah kembali ke ruang tamu dan menyerah kan segelas teh hangat kepada febri.
"makasih bang" kata Febri lagi.
setelah Febri meminum teh hangat pemberian fahri, Febri terdiam dia bingung apa yang mau di tanyakan, sehingga terjadilah keheningan di antara mereka.
Setelah 15 menit mereka sibuk dengan pikiran masing-masing, akhirnya Fahri mengutamakan dan mengungkapkan isi hatinya yang terpendam selama ini
"Bang, feb" Panggil mereka berbarengan, dan akhirnya mereka diam kembali, melihat itu Fahri ini inisiatif mencari topik dia tidak mau kehilangan kesempatan lagi dia sudah lelah 2 tahun menunggu dan di tambah 2 Minggu dia menanti, akhirnya dengan segenap keberanian dia mulai mengeluarkan semua prasaan nya.
"Dek kenapa kamu pergi menghindari abg" tanya Fahri to the point.
__ADS_1
"aku nggak menghindar kok bang" jawab Febri lagi.
" nggak menghindar apa sudah 2 tahun kamu pergi tanpa kabar , kamu pikir kamu hebat ha , kamu nggak tahu semua orang mengkhawatirkan kamu tahu nggak kamu" kata Fahri setengah membentak wanita itu.
mendengar bentakan Fahri dan melihat raut wajahnya Febri hanya mampu diam dan mengeluarkan kan air mata nya karena dia bingung mau apa yang di jawab.
"hiks... hiks...hiks..." tangis febri pecah. mendengar tangisan wanita itu emosi Fahri nambah jadi dia butuh kejelaan bukan tangisan.
"kenapa kamu nangis ha ,aku itu butuh jawaban kamu bukan tangisan kamu itu bisa ngerti nggak kamu" kata Fahri dengan nada tinggi.
Mendengar Fahri bernada tinggi dan menyala kan nya Febri akhirnya mengeluarkan uneg-uneg nya dan itu sukses Membuat Fahri bungkam.
"kamu mau tau apa alasan aku pergi selama ini ha? hiks...hiks...asal kamu tahu aku ingin pergi dari kehidupan kamu yang hanya membuat kamu malu dan ilfil sama aku, karena aku sadar cinta aku bertepuk sebelah tangan , kamu ternyata hanya kasihan selama ini sama aku, bahkan kamu kamu mengungkapkan perasaan kamu sama sahabat aku,hiks...hiks...hiks... aku lelah mencintai tanpa di cintai, sekarang aku Mohon sama kamu biar kan aku pergi jangan temuin aku lagi ,aku mohon jangan siksa aku sama prasaan semu ini, aku janji akan membuang prasaan cinta ini buat kamu" kata Febri mengaku semua rasa di hatinya dan itu sangat membuat Fahri sedih dan kecewa, sedih karena sikap nya terhadap wanita ini membuat wanita ini pergi, kecewa karena mendengar wanita ini ingin menghapus rasa cinta itu untuk nya. akhirnya setelah mengeluarkan semua itu Febri kembali diam dan berniat akan segera pergi dari sana , akan tetapi keinginan nya gagal karena Fahri langsung membawa dia ke dala pelukannya.
sretttt tarikan Fahri ketika melihat Febri akan keluar dari ambang pintu.
"maaf dek ,maafin abg udah egois dan buat kamu sengsara,abg mohon sayang jangan pergi lagi dari abg udah cukup kamu hukum abg selama ini" kata Fahri memeluk tubuh wanita nya.
"lepasin aku, aku mau pergi" jawab Febri merontak dalam pelukan Fahri. hal ini semakin membuat Fahri memeluk nya dengan kencang karena tidak mau melepaskan sang kekasih.
"hiks...hiks...hiks... kamu mau apalagi bang aku mohon jangan siksa aku dengan prasan ini aku capek" kata Febri sambil memukukul dada Fahri, dan Fahri membiarkan saja wanita itu memukulinya ,karena apa yang di lakukan wanita itu tidak sebanding dengan luka yang dia berikan.
setelah lelah memukul Fahri ,Febri akhir nya lelah, melihat itu Fahri segera menduduki nya di sofa sedangkan Fahri duduk di bawah perempuan itu dan menggenggam tangan nya.
__ADS_1
melihat itu febri ingin segera menarik tangan nya dari genggaman tangan Fahri, akan tetapi Fahri tidak melepas nya dan bahkan mencium tangan gadis itu, melihat Fahri melakukan itu Febri hanya diam tertegun mendapatkan perlakuan hangat dan lembut dari Fahri.