
pagi ini seperti biasa Febri bangun pagi dan membeli sarapan nasi uduk yang menjadi makanan favorit nya, karena harga tidak terlalu mahal dan jika untuk makan malam dia bisa masak atau makan mie instan, ini sudah cukup baginya karena dia belajar untuk menghemat uang, karena gaji yang dia terima tidak semua ia habiskan, dia juga mengirimkan uang tersebut untuk ibu dan adiknya di kampung.
"gini amat ya jauh dari orang tua berasa pengen mudik gue, tapi kalo pulang sekarang takutnya mereka bakal nyariin gue , Ais bingung gue kek ngindar dari kejaran polisi aja berasa jadi buronan hehe" kata Febri sambil terkekeh geli melihat kehidupan nya.
setelah mempersiapkan diri Febri segera berangkat ke tempat dia mengajar , beruntung ada Doni jadi saat ini dia juga merangkap menjadi asdos (asisten dosen) karena bahwasanya Doni merupakan Salah satu dosen di sana dan dia sengaja merekrut Febri menjadi asisten nya supaya bisa dekat dengan wanita pujaan hatinya.
sesampainya di kampus Febri mengajar para mahasiswa nya dan dia juga seorang mahasiswa yang mengambil gelar S2.
"pagi feb" sapa Doni ramah seperti biasa.
"eh pagi mas" balas Febri dan tidak lupa dia menyematkan senyum manis.
"gimana tadi sudah di kasih tugas yang saya suruh" jawab Doni lagi.
"udah mas" jawab Febri singkat dan jujur Febri risih dengan perhatian yang Doni berikan padanya, bukan karena apa , dia hanya menganggap Doni sebagai seorang teman dan tidak lebih ,akan tetapi doni menginginkan dia untuk menjadi pendamping hidup nya.
setelah pulang dari kampus Febri langsung kembali ke kontrakan nya dengan menaiki ojek online, awal nya Doni mau ngantarkan nya , tetapi Febri menolak secara halus, dia tidak mau merepotkan Doni lagi, dia masih menjaga hatinya untuk Fahri laki-laki yang memberikan kebahagiaan sekaligus kekecewaan padanya. sampai di kontrakan Febri langsung bergegas membersihkan diri dan setelah itu istirahat di kamarnya.
"kok gue kangen ya sama Riri udah 5 bulan gue di sini, eh berarti bulan depan bang Fahri pulang dari satgas , gimana keadaan kamu bang aku harap kamu sehat dan dalan keadaan baik, aku hanya bisa berdoa kelo kita berjodoh kita akan bertemu lagi bang, kalo nggak berarti kita tidak berjodoh" guman febri lirih dan tanpa sadar air mata jatuh membasahi pipinya, ternyata selain rindu dengan sang sahabat dia juga merindukan sosok laki-laki yang awal ketemu sudah bertahta di hatinya.
sementara itu di kediaman Doni saat ini dia sedang menemani putri nya tidur siang dan tiba-tiba Luna membahas tentang Febri wanita yang sangat sayang padanya terlebih dari ibu kandung nya sendiri, ya Doni berpisah dari sang istri karena tidak ada kesesuaian dan tidak ada kecocokan antara mereka karena sang istri egois dan terdapat berselingkuh dengan laki-laki lain.
flasback
"sela kamu apa-apa ha jadi istri nggak pernah becus, aku pulang ke rumah kamu tidak pernah peduli" kata Doni emosi kala itu.
"kamu itu kenapa sih mas pulang-pulang marah ke gitu" jawab sela tanpa bersalah.
"aku hanya minta waktu kamu aja sel jadi istri dan ibu yang baik buat Luna, dia itu butuh kamu sebagai ibunya" kata Doni dengan suara yang pelan.
"mas kamu tahu kan aku itu wanita karir aku itu nggak bisa seperti itu apa guna pembantu dan baby sitter kita bayar mereka mas" jawab sela dengan emosi.
__ADS_1
"kamu egois sela , kamu bukan ibu yang baik" kata doni tersulut emosi.
"terserah kamu mas" kata sela pergi meninggalkan Doni dan pergi menuju apartemen sang selingkuhan.
"sela....sela...argh dasar istri nggak tahu diri awas kamu sela" maki Doni emosi terhadap kelakuan sang istri.
sementara sela perempuan itu sekarang sudah ada di apartemen sang kekasih dan ternyata merupakan mantan masa SMA dahulu.
"kamu kenapa sih yank kok cemberut gitu" tanya Bobi sang kekasih sela.
"aku tuh sebel tahu nggak sama Doni" kata sela kesal.
"kalo kamu sebal ya udah cerai aja aku masih bisa kok muasin kamu dari pada si Doni itu" kata bobi kurang ajar.
"Hem iya sih" kata sela tersenyum genit.
"bagaimana kalo kita hari ini senang-senang dan aku akan puasin kamu sayang" kata Bobi menggoda sela dengan menggigit cuping telinga nya dan itu sukses membangkitkan gairahnya. Dan akhirnya terjadilah sesuatu yang tidak semestinya mereka lakukan.
sesampainya di apartemen Doni langsung menekan pin tersebut dan kebetulan ada yang merentas pin pintu tersebut dan akhirnya bisa terbuka. Dengan perasaan yang campur aduk dan was-was Doni mengintari sekeliling apartemen yang gelap dan sampai lah ia di sebuah kamar , samar-samar ia mendengar suara menjijikkan dari dalam sana suara seseorang sedang bercinta, dan dengan emosi yang sudah menggebu akhirnya Doni mendobrak pintu itu.
setalah pintu terbuka sempurna alangkah terkejutnya dia melihat sang istri bersama laki-laki lain sedang menikmati surga dunia, dengan prasaan yang kecewa Doni memukul Bobi dan terjadi lah baku hantam diantara mereka.
"mas udah mas jangan kayak gini hiks...hiks..." jawab sela sambil memeluk Doni dan memisahkan mereka.
"kamu apa-apa ha , ini kelakuan kamu sela aku kecewa sama kamu" jawab Doni sambil mendorong bahu sang istri dan sela terjungkal ke belakang.
"mas kok kamu jahat" kata sela tidak percaya apa yang Doni lakukan padanya.
"kamu itu menjijikan sela dan aku tidak Sudi menerima wanita yang sudah di sentuh oleh laki-laki lain" kata Doni sinis.
"mas aku minta maaf aku khilaf" kata sela menyesal.
__ADS_1
"aku tidak akan pernah melupakan kejadian ini dan sampai kapan pun aku tidak akan memaafkan kamu dan mulai detik ini kamu aku talak dan kamu bukan istri aku lagi sela" setelah mengucapkan kalimat itu Doni pergi meninggalkan sela dan sela menangis menyesali perbuatannya sehingga ia kehilangan Doni sosok suami yang sangat mencintai dirinya.
setelah keluar dari apartemen Doni masuk ke mobil miliknya dan dia memukul stir mobil dengan keras dan ternyata dia menangis kecewa terhadap kelakuan sang istri yang tega mengkhianati dirinya. "kamu sungguh tega sela hiks.... hiks.. salah aku apa sama kamu, aku sayang ,aku cinta sama kamu aku berusaha membahagiakan kamu tapi ternyata ini balasan kamu" kata Doni kecewa.
back on
asik dalam lamunan masa lalu dia tidak sadar jika sang anak memanggil nya.
"pa ih papa.." panggil Luna keras.
"eh sayang kamu kenapa" tanya Doni reflek
"papa itu kenapa sih aku tanya diem aja" cemberut Luna.
"emangnya Luna tadi nanya apa Sayang" kata Doni lagi.
"kalo ibu Febri cocok nggak jadi mama luna pa" jawab luna antusias dan itu membuat Doni kaget bukan main, ternyata sang putri juga memiliki keinginan sama dengan nya.
"emang nya kenapa harus Bu Febri sayang" kata Doni lagi.
"iya karena Bu Febri baik dan sayang sama Luna, Bu febri suka beliin Luna jajan , terus suka baca kan cerita buat luna" kata luna antusias menceritakan sosok wanita cantik ini. Dan itu membuat Doni sangat bahagia Supaya nanti dia dan Febri bisa berjodoh.
setelah bercerita panjang lebar akhir nya Luna istirahat dan itu di gunakan oleh Doni untuk memeriksa tugas mahasiswa nya kembali.
"feb ternyata Luna suka sama kamu supaya kamu mau nantinya jadi ibu sambung buat Luna aku berharap kamu bisa buka hati kamu buat aku feb" kata hati doni penuh harap.
sementara Febri yang bangun dari tidur merasa lapar dan akhirnya ia segera mandi dan masak untuk mengisi perut nya.
"hu lapar banget, masak mie goreng aja deh" akhirnya Febri mengeksekusi bahan-bahan tersebut dan segera melahap habis setelah itu ia duduk santai di depan ruang tamu.
sambil bersantai ria Febri kembali membuka kenangan lama dia dan sang sahabat ternyata dia sangat merindukan masa-masa di mana dia dan Riri selalu suka bertengkar dan berbagi cerita.
__ADS_1
"huff Ternyata nggak gampang ya melupakan semua gue harap kalian sehat dan nggak pernah lupakan gue , dan gue harap kita bakal ketemu lagi gue sayang sama kalian semua" kata hati Febri dan karena tidak mau larut dalam kesedihan akhirnya Febri kembali beristirahat untuk tidur karena besok pagi jadwal nya sangat padat.