
sementara di bataliyon tempat Fahri dan Angga mereka baru kembali setelah makan bersama dua wanita tadi.
" eh RI menurut loh siapa yang loh taksir diantara dua cewek tadi" kata Angga tiba-tiba.
"apaan sih loh gue nggak ada yang suka sama mereka berdua" jawab Fahri sewot.
"ah masa sih , apa jangan-jangan loh naksir sama Febri ,hayo ngaku" kata Angga meledek Fahri.
"Dih ogah gue, bukan tipe gue juga" kata fahri nyolot.
"ye nggak boleh gitu, ntar cinta baru tahu rasa loh" ledek Angga.
setelah mereka berdebat yang tidak ada faedahnya akhirnya mereka tidur karena besok ada kegiatan di persatuan nya.
pagi hari seperti biasa dua sahabat somplak siapa lagi kalo bukan Febri dan Riri mereka selalu suka berdebat bahkan saling meledek satu sama lain, walaupun begitu mereka tidak akan saling meninggalkan apalagi menghiati, bagi mereka persahabatan itu sama seperti saudara.
setiba di kelas anak-anak mulai melanjutkan pembelajaran akan tetapi tiba-tiba entah suatu kebetulan apa memang sudah takdir untuk berjodoh Fahri satu ruang kelas dengan Febri dan itu cukup membuat Febri was-waa dan takut karena satu ruangan dengan lelaki dingin.
"huu kok gue deg-degan ya dekat sama di komandan padahal kan cuman beda profesi aja" human Febri kesal.
"baik bagaimana buk Febri apa anda tidak keberatan kalo bapak Fahri satu ruangan dengan anda , karena kalo satu ruangan terdapat 3 orang nanti takut tidak konsen"kata kepala sekolah menjelaskan.
"tidak masalah pak saya senang bisa membantu tugas bapak-bapak ini" kata febri tersenyum canggung.
"baik kalo gitu selamat bergabung ya pak Fahri, kalo begitu saya permisi" kata kepala meninggal kan kelas.
sepeninggalan kepala sekolah mereka berdua terlihat canggung, akan tetapi bersyukur kecanggungan tidak berlangsung lama karena ada siswa yang bertanya mengenai materi pembelajaran.
"buk saya mau bertanya" kata salah satu siswa memecahkan keheningan.
__ADS_1
"silahkan nak" sahut Febri lega.
"ada beberapa sih buk kehidupan yang kita jalani di dunia ini" kata siswanya.
"kehidupan yang kita jalani terdapat 6 fase dimana antaranya fase pertama rahim ibu atau kandungan selama 9 bulan 10 hari, kedua fase kehidupan dunia, ketiga fase kehidupan alam kubur, keempat hari kebangkitan, kelima penghisapan, keenam penentuan surga dan neraka" selama menjelaskan Febri fokus tanpa canggung sedikit pun dan tanpa sepengetahuan nya Fahri menatap kagum sosok tersebut yang penuh dengan wibawa.
setelah menyampaikan materi saat nya Fahri memperkenalkan diri bahwa dia adalah alumni dari sekolah tersebut, dan sekarang bertugas menjadi seorang tentara dan hal itu menjadi semangat dan acuan bagi siswanya untuk mengemban dan menempuh pendidikan ini.
setelah menjelaskan apa yang perlu di sampai kan dan motivasi apa yang perlu di arahkan agar siswa giat belajar dan bisa seperti dirinya Fahri Sanga semangat dan sekali kali bercanda untuk menghilangkan rasa bosan pada siswanya.
"pak apakah menjadi seorang tentara itu susah" kata salah satu siswa.
"siapa yang bilang susah" tanya Fahri lagi.
"orang-orang pak kata mereka Pendidikan masuk tentara itu sulit dan suka di marah-marah sama komandan" jawab siswa yang lain.
setelah mendapat pertanyaan siswa tersebut Fahri menjelaskan bahwa pendidikan dirinya semasa menempuh pendidikan Lika-liku banyak tantangan harus di hadapi apakah jika ingin menjadi seorang tentara tidak boleh mengeluh dan putus asa harus dengan semangat yang tinggi dan memiliki tekad yang kuat. setalah itu salah satu siswa membuat candaan yang membuat dua insan ini bungkam.
"ha" Fahri dan Febri kompak cengo atas jawaban siswa nya.
"anak-anak nggak boleh nanya kayak gitu tidak bagus itu" Febri berusaha mengalihkan perhatian anak-anak supaya tidak melanjutkan pertanyaan karena Febri sendiri saat ini syok dan takut atas apa jawaban yang di berikan Fahri.
Febri juga terkadang heran kenapa dia bisa salting dengan Fahri padahal Fahri bukan siapa-siapa nya, bahkan dengan Reno yang status kekasihnya saja dia tidak sampai sesalting ini hanya biasa saja apa karena cinta nya untuk Reno telah pudar? ntah lah hanya Febri yang tahu apa isi hatinya.
saat asik dengan lamunan nya Febri terkejut dengan jawaban Fahri yang sukses membuat jantungnya berdisko.
"cocok kok jika saya sama buk Febri yang satu tentara dan yang satu seorang guru" jawab Fahri tanpa beban.
"cieeee kalo gitu bapak sama ibu aja kebetulan ibu jomblo hahaha" tawa para siswa pecah seketika dan hal itu sukses membuat Febri baper, akan tetapi segera mengkondisikan wajahnya agar terlihat biasa saja , kan tidak lucu jika dia terlihat baper bisa brabe urusannya.
__ADS_1
"Doakan saja semoga saya bisa mendapatkan pendamping yang baik"kata fahri mengalihkan perhatian anak-anak,
"amin" jawab tulus siswa.
sementara di kelas tempat Riri mengajar lebih heboh dan seru karena Angga yang suka mencairkan suasana dan membuat lelucon untuk menghibur anak-anak.
"pak Angga sama buk Riri cocok deh" celetuk para siswa.
"ah masa" jawab Angga bahagia
"bener pak ibu Riri mau nggak jadi istri nya pak Angga" kata siswanya dan sukses membuat Riri merona.
"anak-anak nggak boleh gitu ah nanti ibu hukum kalian mau" kata Riri mengancam.
"nggak seru deh ibu suka menghukum" kata siswanya kecewa.
"nanti jika kalian di hukum ibu Riri biar bapak yang balas hukuman buat ibunya" kata Angga tersenyum miring.
"apa hukumnya pak" jawab penasaran mereka.
"bagaimana kalo hukuman nya bapak nikahi ibu guru kalian setuju nggak kalian" jawab Angga tersenyum menggoda kearah sang guru.
"setuju pak" jawab kompak mereka. dan hal ini membuat Angga bahagia karena banya yang mendukung dirinya untuk menaklukkan hati sang pujaan hati.hehhe
Ternyata sejak awal mereka bertemu Angga sudah menaruh rasa pada Riri hanya saja dia belum mempunyai kesempatan dan waktu yang pas untuk mengutarakan prasaan nya saat ini. akan tetapi Angga yakin suatu saat nanti dia akan bisa mendapatkan hati ibu guru yang cantik jelita ini dan akan dia persunting menjadi calon Persit nya.
Akibat candaan para siswanya Riri sedikit kesal dan itu terlihat menggemaskan di mata Angga, "andaikan udah halal pengen gue cium di cewek mana manis banget lagi kalo ngambek" kata pikiran gila Angga yang bucin nya kelewat habis haha. sedangkan korban sih ibu guru cantik malah grogi dan kesal sehingga menggerutu tidak jelas akibat keusilan para siswanya dan pak tentara yang super gila ini,"pengen gue tabok nih Tentara sinting mau gue gantung rasanya bikin emosi aja" kata Riri gemes , saking gemes nya pengen rasanya Riri menggantung Angga di tiang Monas biar jadi panjang hahaha,
eh ketinggian kali ya haha...
__ADS_1
setelah selesai pemberian pembelajaran mereka semua akhirnya istirahat untuk makan siang sebelum melanjutkan aktivitas selanjutnya.