Mengejar Cinta Bu Guru

Mengejar Cinta Bu Guru
Episode 14


__ADS_3

setelah selesai makan mereka keluar dari mall tersebut akan tetapi naas Febri melihat Reno dan melisa ada di sana begitu pun dengan Fahri.


"ren kamu disini" kata Febri lagi


"feb ka...mu..mu" jawab Reno gugup


"kenapa kamu bohongi aku ren , kamu bilang kamu ada di luar kota ternyata ini kelakuan kamu , kamu tega khianati aku" tanpa sadar air mata Febri yang sedari tadi ia tahan akhirnya meluncur begitu saja tanpa di minta, hal itu tidak luput dari pandangan Fahri, Melisa, Riri dan Angga, mereka menatap iba terhadap wanita ini tetapi tidak dengan Melisa ia menyunggingkan senyum sinis yabg tentu saja di tangkap oleh penglihatan Fahri.


"iya aku bohong sama kamu, asal kamu tahu aku tuh bosan sama kamu, kamu itu bukan tipe aku" Kata Reno meremehkan sang kekasih yang tidak lama lagi akan berganti menjadi mantan.


"oh ini yank cewek kamu dulu kampungan banget ya kalo aku ma ogah punya cewek kek gini modelan nya" kata melisa seolah mebghina.


"iya dong yankk apalagi aku hahah" merek tertawa bahagia atas penderita febri.


akan tetapi tiba-tiba plak.


suatu tamparan mendarat di pipi reno siapa lagi pelakunya kalo bukan Riri.


"Lo" kata Reno tertahan dan tangan mengepal kuat menahan amarah.


"apa. maksud lo apa lo mebghina sahabat gue lo ngak ada otak apa selama ini sahabat gue berjuang buat nyemangati Lo di saat Lo terpuruk nggak ingat Lo pengorbanan dia sampai menantang maut ha demi loh , dan ini balasan yang Lo kasih ke dia , jahat Lo ren jagat " balas Riri sengit dan kecewa.


"emang gue peduli mau dia mati ke hidup kek gue nggak peduli, lagian juga gue nggak berharap di selamatkan oleh dia , dia aja yang ke baperan sama gue, dan asal Lo tahu gue itu nggak pernah suka sama loh ngerti nggak dan mulai hari ini kita putus loh jangan ganggu hidup gue lagi" pungkas Reno panjang lebar dan hal ini membuat Febri sakit hati atas kenyataan yang dia hadapi ternyata selama ini Reno pura-pura mencintai nya miris sekali nasibnya.


setelah kepergian Reno febri hanya bisa Segugukkan dan kecewa dan sepanjang jalan dia hanya banyak diam saja dia malu kepada teman-temannya.


setiba di kosan Febri langsung saja masuk tanpa mengucapkan sepatah kata kepada mereka semua hal itu tak luput dari pandangan Fahri dan ntah lah apa tanggapan lelaki dingin itu.

__ADS_1


"feb lo Nggak apa-apa" kata Riri khawatir ia berada di depan pintu kamar febri.


"nggak apa-apa RI gue ngantuk soal nya heheh" Febri sambil tekekeh dan langsung mengusir Riri dari kamarnya.


Sepeninggalan Riri Febri langsung naik ke rajang yang tidak terlalu besar dan dia menumpahkan kesedihan nya di sana.


"hiks...hiks....hiks... kenapa Lo jahat ren apa salah gue sama loh, kalo misalnya loh emang nggak suka lagi sama gue kenapa nggak loh putusin aja gue kenapa loh kek gini ke gue , dan bang Fahri ternyata dia suka sama Riri dia nggak suka sama gue hahaha miris bener nasib gue" setelah mengeluarkan uneg-uneg nya akhirnya Febri tidur karena kelelahan.


Di lain tempat Fahri memikirkan apa yang terjadi di mall tadi dia tidak habis fikir nasib yang di hadapi oleh Febri dan hal itu membuat dia pusing tujuh keliling karena dia berencana besok mau ngungkapin prasaan nya kepada Riri biar lah jika ia bersaing dengan Angga dan jika Riri menolak maka ia akan membuang prasaan ini jauh-jauh.


pagi hari ketika di sekolah Febri sama seperti biasa ceria dan bahagia walaupun tidak dengan raut wajahnya. saat sedang bersama Riri mendapatkan pesan dari Fahri dan itu membuat Riri penasaran karena Fahri mengajak nya bertemu di halaman belakang sekolah dan tidak boleh membawa Febri dan akhirnya Riri pun pergi


(ri bisa nemuin aku nggak di halaman belakang)


(ada apa bang)


(napa bang, memang nya salah kalo Febri ikut)


(nggak tapi ini sangat penting)


(baiklah)


walaupun cukup berat akhirnya Riri pergi menemui Fahri dan ternyata Febri melihat arah kemana Riri pergi , tanpa sepengetahuan Riri akhirnya Febri pun mengikuti nya diam-diam.


"mau ketemu siapa Riri ke taman ini" gumam Febri mengikuti Riri dan tiba di sana febri syok karena Riri bertemu Fahri "mau apa mereka, apa aku curi dengar ya aku penasaran banget" jiwa kepo Febri meronta.


"bang ada apa ya" tanya Riri

__ADS_1


"Duduk ri, sebanarny ada yang aku mau omongin ke kamu tapi ragu" jawab Fahri.


"kenapa bang apa ini soal Febri" tanya Riri lagi.


"bukan tapi ...." kata fahri sengaja menggantungkan ucapan nya .


"tapi apa sih bang jelas dikit napa sebal deh" kata Riri jengkel.


"sebenarnya aku suka sama kamu RI mau nggak kamu jadi pacarku" akhirnya kalimat itu terucap kan dari bibir Fahri.


"ha apa Abang nggak salah" kata Riri syok begitu juga Febri mendengar kan semua nya ,sehingga tanpa di minta air mata nya meluncur dengan deras .


"nggak ri aku beneran srius sama kamu " kata fahri lagi.


"Abang benar-benar gila Abang tahukan aku itu tunangan mas Angga dan kami akan menikah apalagi Abang tahu kan kalo aku sedang pengajuan" kata Riri emosi.


"aku tahu ri tapi rasa ini nggak bisa di bohongi jujur aku suka sama kamu" kata fahri lagi.


"abang tahu kan kalo febri suka sama Abang kenapa Abang nggak balas prasaan dia bang kenapa" kata Riri lagi mulai jengah.


"aku nggak suka sama Febri" dan jawaban Fahri sukses membuat dirinya seperti wanita murahan yang mengejar laki-laki.


"kalo Abang nggak suka kenapa Abang selama ini kasih dia perhatian kenapa abang care sama dia" kata Riri setengah berteriak.


"iya kau hanya kasihan sama dia aku hanya peduli sebagai teman aja dia aja yang ke baperan jadi cewek" kata fahri berdecih sinis .


Dan hal itu tidak luput dari pendengaran nya akhirnya karena tidak kuat mendengar kenyataan pahit Febri pergi kembali ke kelas lagi tapi sebelum itu ia ke toilet membersihkan wajah nya dan memperbaiki penampilan nya.

__ADS_1


karena kesal akhirnya Riri meninggal kan Fahri setelah mengatakan"kalo Abang nggak suka sama febri Abang jauhi dia dan Abang nggak usah ngasih perhatian lagi sama dia" setelah mengucapkan itu Riri pergi meninggalkan Fahri seorang diri.


__ADS_2