
Mendengar penjelasan Fahri, Febri sangat tersentuh dan bahagia, dia tidak menyangka begitu besar cinta yang Fahri berikan untuk nya, berawal dari dia yang mengejar Fahri untuk mendapatkan perhatian lelaki dingin itu, tetapi akhirnya berbalik Fahri yang mengejar dia untuk mendapatkan kata maaf dan cinta guru cantik ini.
melihat febri yang tidak memberikan respon apapun Fahri kembali menyatakan lamaran nya kembali "Dek bagaimana kamu mau nggak jadi istri abg" kata fahri lagi.
melihat ketulusan dan mendengar penjelasan Fahri akhirnya febri memberikan respon nya.
"maaf bang aku nggak bisa" kata Febri sengaja tidak melanjutkan ucapannya nya, mendengar kalimat itu luntur sudah harapan dan kepercayaan diri Fahri, ternyata dia gagal menjadi seorang pria, dia gagal meraih cinta masa depannya, dia menyesal telah menyakiti perempuan itu sehingga tidak ada tempat untuknya di hati perempuan itu.
Dengan lesu dan kecewa akhirnya Fahri berdiri dan beranjak meninggalkan febri, melihat Fahri kan pergi Febri mengerutkan keningnya dia heran kenapa Fahri pergi.
"bang mau kemana" kata Febri lagi. mendengar febri bertanya Fahri langsung menghela nafas dan menjawab pertanyaan wanita itu.
"pergi" jawab Fahri singkat
"ha pergi kemana sih bang, kamu kenapa" tanya febri heran dengan tingkah Fahri.
mendapat pertanyaan itu Fahri segera menjawab tanpa menghadap wanita itu, karena dia tidak sanggup melihat wajah itu.
"bukan nya kamu bilang nggak bisa sama abg" kata fahri lagi dengan mata yang berembun dan jika sekali kedip air mata itu bakal akan jatuh.
mendengar jawaban Fahri akhirnya febri tertawa ngakak dan lucu.
"hahaha" tawa Febri pecah, mendengar tawa wanita itu Fahri heran dan dia bertanya apa penyebab nya . " bang maksud aku itu maaf aku nggak bisa nolak abg dan dalam artian aku itu Nerima lamaran abg" kata febri menjelaskan kembali sambil memegang perut nya karena efek tertawa.
mendengar jawaban febri , lelaki itu berbalik dan tanpa sadar dia langsung memeluk wanita itu dan menangis.
"hiks...hiks...kok kamu jahat sih yankk ngerjain ABG kek gini" kata fahri cemberut.
"lah kapan aku ngerjain ABG sih" kata febri tidak mau di salahkan.
"tadi kamu bilang maaf nggak bisa apa" kata fahri lagi.
"oh itu aku tuh mau jawab maaf nggak bisa nolak abg aja yang langsung memotong pembicaraan" kata febri memutar bola matanya malas .
"iya deh salah abg, jadi gimana mau kan jadi istri abg" kata fahri lagi .
"iya aku mau kok" jawab Febri sambil tersenyum.
Mendapat jawaban yang memuaskan akhirnya Fahri berteriak senang dan itu membuat Febri terkekeh.
"yes akhirnya penantian aku 2 tahun terwujud" kata Fahri sambil berteriak-teriak heboh dan tepuk tangan.
"hahaha" Febri hanya terkekeh dan lucu melihat itu.
__ADS_1
Melihat sang kekasih tertawa Fahri pun mendekati nya dan langsung memeluk wanita itu dalam dekapan nya.
"makasih sayang kamu mau nerima abg" kata fahri tulus dan ia segera memasukkan cincin itu ke jari manis sang kekasih. "cincin ini jangan kamu lepas sekarang kamu milik abg dan abg tidak mau kamu di miliki lelaki lain" kata fahri lagi.
mendengar perkataan Fahri, Fahri hanya tersenyum. " iya bang aku janji kok" kata Febri lagi.
Akhirnya setelah sekian lama Penatian sepasang kekasih terwujud dan mereka akhirnya bersatu kembali.
"yank setelah ini abg mau ngurus pengajuan kita biar kita cepat menikah" kata Fahri dan itu sukses membuat febri kaget.
"ha emang nggak kecepatan apa bang" kata febri menimpali.
"kecepatan apa nya ini udah lama , abg mau kita nikah abg mau punya anak sama kayak Angga dan Riri" jawab Fahri tidak mau di bantah.
Mendengar jawaban Fahri Febri akhirnya paham dan hanya pasrah saja sama keputusan sang kekasih.
"terserah abg deh" kata febri pasrah membantah pun percuma.
"oke besok abg minta berkas kamu dan Secepat nya" kata Fahri tegas dan mau tidak mau Febri menurut saja.
sementara di bela dunia lain, Doni dan putri nya sudah menghabiskan waktu 2 Minggu dan rencana nya dia akan segera untuk melamar febri menjadi pendamping hidup nya dan siapa sangka ternyata dia kalah cepat dari seorang tentara.
"pa apa papa yakin mau jadiin Bu Febri mama Luna" tanya Luna lagi.
"mau kok pa, malahan Luna Sanga ingin punya mama seperti ibu Febri yang baik hati dan sayang sama Luna" kata Luna penuh harap.
apalah daya harapan tinggal harapan, sesuatu yang telah menjadi Milik orang lain tidak akan mungkin menjadi milik kita, apalagi merebut kebahagiaan orang lain itu sangat mustahil.
"pa kapan kita pulang" tanya Luna penuh harap, anak ini sangat tidak sabar untuk bertemu dengan sang calon ibu sambung.
"hari ini kita akan pulang Luna siap-siap ya papa mau pesan tiket dulu" jawab Doni sambil memegang ponsel dan mengecek apakah ada penerbangan hari ini, dan ternyata nasib baik berpihak kepada mereka dan hari ini mereka akan kembali ke tanah air.
"hore" teriak Luna bahagia akan pulang ke tanah air.
Doni yang melihat kebahagiaan sang putri pun tidak kalah bahagia dia tersenyum dan berdoa semoga takdir menyatukan mereka. Tapi apalah daya harapan tinggal harapan.
setelah mendapat penerbangan akhirnya Doni dan Luna hari ini juga langsung take of ke Indonesia mereka sangat bahagia dan tidak sabar menanti hari ini.
"Dek mas harap kamu mau nerima lamaran mas, mas sudah lama ingin menyatakan ini sama kamu* kata Doni penuh harap dan tidak lupa senyum manis menghiasi wajah tampan nya.
TAPI MASIH TAMPAN FAHRI HEHE...
"pa masih lama sampai ya" tanya Luna lagi.
__ADS_1
"kenapa Luna ngantuk" tanya Doni dan di jawab anggukan oleh sang putri.
"ya sudah ,Luna tidur dulu nanti kalo sudah sampai papa bangunkan" kata Doni kemudian. mendengar perintah sang papa akhirnya Luna tertidur menjemput mimpi indah nya.
sementara di bataliyon tempat Angga dan Riri mereka saat ini sedang duduk di ruang tamu dan mereka membahas Masalah Fahri dan Febri, tiba-tiba hal itu membuat Riri sedih dan termenung.
"kamu kenapa sayang" tanya angga kepada sang istri.
"mas aku sedih sudah hampir 3 Minggu kepergian bang Fahri tapi tidak ada kabar mengenai Febri sama sekali, apa mereka tidak ketemu ya mas" kata Riri dengan mata berkaca-kaca.
melihat sang istri sedih Angga pun turut sedih, ia tahu bagaimana hubungan sang istri dengan sang sahabat, ia juga tahu bahwa kehidupan sang istri sebelum mereka Menikah, sang istri dan sang sahabat tidak pernah berpisah karena cinta dan takdir yang memisahkan mereka dan itu membuat Angga sedih.
melihat itu Angga berinisiatif untuk mengirimkan pesan kepada sahabat nya Fahri.
(Assalamualaikum bro kamu udah ketemu sama Febri)
Fahri yang mendengar ada pesan masuk di ponsel nya segera melihat dan hal itu tidak luput dari pandangan sang kekasih.
ketika Fahri membuka pesan itu dia kaget pasal nya Angga menanyakan Febri dan ia pun membalas nya.
(waalaikumsalam bro Alhamdulillah sudah ,saat ini aku sedang bersama Febri dan aku resmi melamar nya insyaallah secepatnya kami akan pengajuan).
mendapat pesan dari Fahri Angga sangat kaget dan histeris dan hal itu tidak luput dari sang istri dan anaknya yang melihat kelakuan aneh suami dan Ayahnya.
"Ayah kenapa bunda kok aneh gitu" kata Raka dengan cadel nya.
"nggak tahu nak bunda juga heran" jawab Riri aneh.
"mas kamu itu kenapa sih teriak-teriak kek gitu" sentak Riri kepada Angga .
mendengar suara sang istri Angga pun terdiam dan dia lupa untuk memberi tahu sang istri bahwa mereka telah bertemu.
"sayang ada berita bahagia" kata Angga tersenyum manis.
"apa sih mas jangan buat aku penasaran deh" kata Riri kesal
"Febri dan Fahri sudah ketemu dan Fahri sudah melamar febri sebentar lagi mereka pengajuan akan menyusul kita sayang" jelas Fahri bahagia.
mendengar penjelasan sang suami Riri sangat bahagia dan tanpa sadar ia menangis dan hal itu membuat Angga kelabakan. "hiks...hiks....hiks..." tangis Riri pecah.
"sayang kamu kenapa kok nangis ada yang salah kata-kata aku" tanya angga cemas.
"nggak mas aku bahagia akhirnya mereka bertemu, mas aku mohon telpon bang Fahri aku mau melihat Febri mas" kata Riri mohon kepada sang suami, melihat sang istri yang memohon kepada nya Angga tidak tega dan ia mengirim pesan kepada Fahri.
__ADS_1
(ri istri gue mau telpon lo ,dia mau bicara sama Febri). Mendapat pesan dari Angga Fahri pun mengizinkan mereka untuk melepaskan rindu.