
Sementara Febri dan Fahri masih melepaskan rindu, mereka sangat bahagia apalagi akan menikah.
"bang kamu yakin milih aku" tanya febri lagi.
"yakin sayang malah sangat yakin" jawab Fahri tegas.
mendengar jawaban tegas Fahri akhirnya febri percaya dan saat masih asik bercanda ponsel Fahri bergetar dan pesan dari Angga, itu membuat Febri pemasaran.
"siapa bang" tanya Febri.
"temen yankk" jawab Fahri dia tidak mungkin Jujur takut nya nanti febri sedih dan merindukan Riri.
masih asik berkirim pesan Fahri sangat kaget mendapatkan pesan dari Angga yang mengatakan bahwa Riri mau berbicara sama Febri dan hal itu di tanyakan sama febri dahulu.
"Dek" panggil Fahri Ragu. Melihat keraguan itu Febri aneh dan ia langsung bertanya.
"kenapa bang" jawab Febri penasaran.
"hemm itu...itu.." kata fahri lagi dan itu membuat Febri jengkel dan kesal.
"Apasih bang jelas dikit kenapa" jawab Febri kesal.
"Riri mau bicara sama kamu dek" akhirnya kalimat itu lolos dari bibirnya, dan itu sukses membuat Febri membeku.
"RI Lo mau ngomong sama gue, Lo nggak lupa gue ri , maafin gue ri gue udah lupain Lo gue harap Lo nggak marah sama gue" batin Febri.
melihat sang kekasih diam saja Fahri khawatir dan ia bertanya kembali " dek kalo kamu belum siap bicara nggak apa-apa biar abg sampai kepada Angga" jawab Fahri membuyar kan lamunannya.
mendengar hal itu febri sontak menggeleng ia juga sudah merindukan Sahabat gila nya itu. "Aku juga mau bicara sama dia bang" jawab febri pelan. " kamu yakin" kata Fahri sekali lagi dan di jawab anggukan kecil olehnya.
Setelah mendapat persetujuan dari sang kekasih, akhirnya Fahri mengirimkan pesan kepada Angga dan akhirnya mereka mengobrol sangat lama dan seakan lupa waktu.
Tut...Tut... sambungan terhubung
(halo RI Assalamualaikum)
(Waalaikumsalam ngga gimana keadaan kalian)
mendengar suara Angga dan Fahri berbicara, Febri dan Riri merasa was-was dan rindu luar biasa , mereka seakan takut untuk berbicara. Dan setelah kedua lelaki ini berbicara mereka menyerahkan ponselnya kepada wanita ini.
__ADS_1
(Assalamualaikum feb) terdengar suara Riri bergetar.
(waalaikumsalam RI) jawab Febri dengan suara yang sama. lama keheningan tercipta antara dua wanita ini. Dan akhirnya kata-kata rindu yang selama ini tersimpan akhirnya terucap juga.
(Lo apa kabar ******) kata Riri refleks dan menutup mulutnya ketika mendapat pelototan tajam dari Angga.
(hahah gue sehat kampret, gue kangen sama Lo) kata Febri begitu bahagia, Fahri dan Angga hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan wanita kesayangan mereka ini.
(gue juga kangen sama loh, kenapa loh ngilang ha, kenapa Lo nggak kasih gue kabar gila Lo ye) kata Riri terdengar marah di ujung sana.
(maaf gue nggak sengaja) jawab Febri sok polos dan meringis mendengar ucapan sang sahabat.
(nggak sengaja pala Lo, nggak usah sok polos Lo jujur gue pengen Jambak Lo rasanya) kata Riri gemes dan kesal.
(hehe kok Jambak botak dong gue) kata Febri menimpali candaan Riri .
(hiks...hiks... gue srius napa lo tega tinggalin gue, Lo jahat nggak kasih gue kabar hiks...hiks... gue tahu Lo kesel sama bang fahri tapi jangan libatkan gue) kata Riri sambil menangis dan Fahri hanya diam mendengarkan Riri menyala dia.
(maaf gue nggak tahu akhirnya jadi ke gini, gue cuman pengen menata hati aja ,gue capek di giniin Mulu) kata febri dengan tangis yang pecah.
Setelah mereka mengobrol lama akhirnya mereka mengakhiri dan Riri berjanji akan segera meluncur ke Jogja untu bertemu sang sahabat. Sesudah mengobrol lama Febri kembali termenung mengingat semua kejadian yang menimpa nya selama 2 tahun ini dan itu membuat dia kembali menangis.
mendengar Isak tangis wanita nya Fahri segara mendekat dan menangkup wajah wanita itu, Fahri sangat menyesal telah menyakiti hati sang kekasih.
"yankk kamu kenapa" kata Fahri khawatir.
"bang apa aku salah telah menyakiti hati sahabat aku, dengan pergi meninggalkan dia tanpa prasaan dan menyakiti hati nya" tanya Febri sambil menunduk kepalanya.
"kamu nggak salah sayang ,kamu hanya ingin menata hati, di sini yang salah itu abg yang egois" kata Fahri penuh penyesalan.
Dengan penuh kehangatan Fahri mengangkat dagu wanita itu untuk menatap mata nya , betapa hancur nya hati Fahri melihat wajah wanita yang dia cintai berderai air mata dan itu sangat menyakiti hatinya.
"hiks..hiks..." tangis febri lirih.
"sudah ya sayang abg minta maaf sama kamu, abg salah seharus nya abg Nggak nyakitin kamu kayak gini" kata Fahri sendu. ia sangat hancur melihat wanita nya seperti ini.
"abg nggak salah kok, abg bener aku aja yang kecentilan nyari perhatian sama abg , wajar jika abg risih" jawab febri masih dengan berderai air mata.
Mendengar penuturan sang kekasih yang menyalahkan dirinya sendiri itu membuat Fahri semakin menyesal dan dia berjanji setelah ini dia tidak akan menyakiti hati wanita nya lagi dan dia akan memberikan kebahagiaan kepada wanita itu
__ADS_1
"cup" Fahri mencium kening wanita itu dengan lembut dan penuh kehangatan.
mendapat perlakuan yang hangat dari sang kekasih febri bersemu merah dan wajah merona.
melihat sang kekasih yang terlihat malu-malu Fahri Sangat bahagia dan tersenyum.
"kenapa sayang kok wajah'kamu merah gitu, kamu sakit" kata Fahri dengan nada yang menggoda.
"is abg Nggak gitu" kata febri manja dan menutup wajahnya dengan kedua tangan nya.
melihat itu Fahri tertawa dan gemes melihat kelakuan sang kekasih yang manja dan menggemaskan di matanya, rasanya ingin dia menerkam perempuan cantik ini tapi dia sadar mereka belum halal.
"iya sayang maafin abg ,kamu gemesin kalo kek gini, nggak sabar abg pengen nikahi kamu Secepat nya" kata Fahri dengan suara berat nya seakan terdengar sedang menahan gairah yang ada dalam dirinya.
Mendengar suara berat Fahri , Febri langsung merinding dan waspada akhirnya Febri pamit pulang karena hari sudah sore dan itu membuat Fahri lesu karena berpisah dari sang kekasih.
"bang aku mau pulang" kata Febri kepada Fahri.
"kenapa harus pulang sih yankk disini aja aku mau kamu di sini" kata Fahri terdengar lesu.
"nggak bisa sayang kan belum halal" kata Febri spontan, dan hal itu membuat Fahri kaget dan bahagia.
"kamu manggil apa tadi yankk" kata Fahri untuk memastikan bahwa pendengaran nya tidak salah. sedangkan febri yang kelepasan langsung membekap mulutnya karena sadar akan kesalahannya nya.
"yang mana bang" tanya Febri sok polos, melihat kepolosan sang kekasih Fahri manjadi gemes dan cemberut.
"itu tadi kamu bilang apa" kata fahri berusaha sabar.
"oh aku bilang belum halal, kenapa" tanya Febri polos sekali.
"sayang bukan itu kamu tadi manggil aku apa" kata Fahri sedikit jutek , melihat raut wajah sang kekasih Febri pun tertawa lucu sambil memegang perut nya.
"hahaha" tawa Febri berderai sampai air mata keluar dari matanya. Melihat sang kekasih hanya diam saja akhirnya Febri menarik wajah Fahri untuk menghadap nya.
"nantinya ada saatnya kita bersama kamu Sabar dulu, tunggu halal ya sa..yang" kata febri sambil tersenyum manis.
mendapat panggilan baru dari sang kekasih Fahri Sangat bahagia dan hal itu semakin semangat untuk dia segera pengajuan untuk menikah.
"makasih ya sayang aku mau kamu panggil aku juga kayak gitu" kata Fahri tegas.
__ADS_1
"is nggak mau malu" kata febri protes.
"aku nggak mau bantahan sayang" kata Fahri tegas , mendengar perintah sang kekasih mau tidak mau Febri menurut saja dari pada pak tentara ngambek bisa brabe buk guru nanti haha..