Mengejar Cinta Bu Guru

Mengejar Cinta Bu Guru
Episode 23


__ADS_3

Keesokan paginya, hari yang di tunggu pun tiba, hari ini Fahri berpindah tugas ke Jogja dan dia sangat bahagia akan bertemu wanita nya.


"Ri hati-hati loh di sana ya gue harap Lo bisa segera bertemu dengan Febri dan langsung pengajuan oke"? kata Angga sedih melepaskan kepergian Fahri.


"iya bro, Lo doain gue ya semoga gue bisa ketemu dia, Lo tau kan udah 2 tahun gue kek gini frustasi gegera kehilangan di" kata Fahri tersenyum getir.


Disaat mereka bersedih dan melepaskan rindu Raka menghampiri Fahri si bocil ini ini tidak mau ketinggalan momen haru.


"papa Ahri nanti kalo udah ketemu Ama Febri angan upa awak ulang ya" kata nya kepada Fahri, ternyata Raka di beritahu Riri jika ia ada juga mama selain bunda dan ayah nya.


"iya nanti kalo papa Fahri udah ketemu mama Febri papa akan Bawak pulang buat ketemu Raka, Raka jangan nakal ya ingat pesan ayah dan bunda oke" kata Fahri kepada raka.


"oce papa" kata raka dengan cadelnya.


setelah acara perpisahan Fahri dan teman-teman lainnya pamit undur diri dan untuk segera berangkat, dalam perjalanan Fahri hanya termenung dengan pikiran nya sendiri.


"dek abg datang buat jemput kamu, abg harap jika nanti ketemu kamu jangan menghindari abg ya dek, abg Nggak sanggup lagi pisah dari kamu udah cukup kamu menghukum abg dengan cara seperti ini sayang" kata hati Fahri dengan sendu.


akhirnya perjalanan yang di tempuh dalam waktu panjang telah berakhir dan kini mereka telah sampai di asrama Kodam Yogyakarta dan disini lah Fahri sekarang berada.


"Dek abg telah sampai di sini dan abg harap secepatnya menemukan kamu sayang" kata fahri sambil tersenyum bahagia.


sementara di sebuah kontrakan Febri baru saja pulang dari kampus dan mengajar les, ia sampai waktu sudah menunjukkan jam setengah 8 malam, dan itu cukup membuat dia kelelahan.


"huff capek banget gue nggak sudah-sudah ini kerjaan frustasi dah, coba gue udah nikah sama bang fahri pasti nggak capek gini ,paling yang ada capek buat layanin dia haha , gila gue, paling bang Fahri udah nikah" kata Febri terkekeh dan tersenyum sendu.


setelah berpikir dengan pikiran bodoh akhirnya Febri segera mandi dan membersihkan diri sebelum dia tidur, karena untuk makan malam lagi tidak mood, sudah hampir 2 tahun dia di kota Jogja dia terkadang lupa akan kesehatan nya karena dia selalu mikir kerja dan kerja, pernah suatu hari ia jatuh sakit dan itu beruntung ada tetangga yang baik membantu nya untuk ke rumah sakit, Febri merasa sedih kala itu di saat dia sakit tidak ada yang memperhatikan nya jangan kan teman keluarga saja dia tidak memberitahu karena dia takut khawatir nya ibu nya. Dan akhirnya dia menghadapi sendiri kenyataan hidupnya.


sementara di tempat baru Fahri telah di kenalkan seluruh anggota dan ia menjadi pimpinan di sana, Fahri Sangat senang di berikan kepercayaan kepada atasan nya itu,

__ADS_1


pagi ini mereka menjalani kegiatan lari pagi keluar dari asrama, mereka mengelilingi taman kota , hingga tanpa sadar pandangan Fahri tertuju kepada salah satu perempuan yang duduk di warung nasi itu, karena iya yakin perempuan itu adalah wanita nya.


sementara Febri pagi ini tidak ada kelas mengajar karena anak-anak telah selesai ujian, karena suntuk ia pun mencari sarapan di luar dekat sebuah taman ,setelah menemukan apa yang dia cari akhirnya dia duduk dan memesan makanan.


"buk nasi uduk sama goreng ya buk dan teh manis" kata Febri kepada ibu tersebut.


"eh mbk Febri oke di tunggu ya mbak" jawab sang ibu , ibu pemilik warung itu sudah mengenal Febri dan bahkan mereka sudah akrab.


"ini mbak makanan" kata sang ibu memberikan pesanan Febri.


"wah makasih buk" jawab Febri antusias, dan di balas kekehan oleh si ibu tersebut.


saat asik menyantap sarapan nya febri melihat segerombolan tentara yang lagi lari pagi , sehingga tanpa sengaja dia melihat sosok laki-laki mirip dengan Fahri dan itu membuat dia sedih dan murung, ternyata selama ini Febri masih sangat mencintai Fahri.


"Hem tumben ada para Tentara lari lewat sini, eh itu kok mirip bang Fahri ya apa aku nggak salah lihat, tapi nggak mungkin deh kan bang Fahri masih di Jakarta, kok tiba-tiba aku rindu ya sama dia" kata Febri tiba-tiba dan sedih.


"siapa sih tuh cewek kok gue nggak bisa lepas dari bayangan dia, apa benar itu Febri, tapi gue ngerasa dia itu Febri , is sudah lah besok gue cari tahu aja dari pada buat gue penasaran" kata Fahri lagi.


sedangkan Febri sudah sampai di rumahnya dan betapa terkejutnya dia melihat kedatangan Luna dan ayahnya dan itu membuat Febri bertanya-tanya mau apa mereka.


"mas Doni , Luna* panggil Febri


"ibu" jawab Luna bahagia dan langsung memeluk Febri.


Doni yang melihat sang putri dan wanita pujaan nya saling berpelukan Sangat bahagia ,tidak salah jika ia tertarik pada perempuan ini dan akan segera di nikahi nya.


"Luna kenapa sayang" kata Febri lembut.


"Hem Luna kangen sama ibu" kata Luna manja.

__ADS_1


"sama ibu juga kangen sama Luna" kata Febri lagi.


"Hem" deheman Doni membuyar kan suasana haru mereka.


"eh mas" kata Febri canggung.


"kamu rindu sama Luna aja , sama aku nggak" kata Doni menimpali.


"apaan sih mas" kata Febri merona.


Doni melihat wajah pujaan hatinya merah bak tomat sangat gemes dan ingin mencium nya tapi itu tidak mungkin dia sadar mereka bukan siapa-siapa. Doni bertekad akan melamar febri nanti dan alan menjadikan permaisuri bagi istananya dan ibu untuk sang putri.


"mas sama Luna ada keperluan apa" tanya febri setelah mempersilahkan mereka masuk.


"aku sama Luna mau ngajakin kamu liburan ke jepang feb kalo kamu mau" kata doni penuh harap, karena Doni ingin melamar febri di sana.


"em gimana ya mas" kata Febri ragu.


"Ayo ibu mau ya temeni Luna, nanti kita jalan-jalan ngabisin uang papa, boleh kan pa" kata Luna penuh harap.


"iya boleh sayang apa sih yang nggak buat kamu, jadi gimana kamu mau kan feb" tanya Doni sekali lagi.


"berapa lama mas" kata Febri


"sekitar 2 Minggu" jawab Doni


"Hem maaf mas aku nggak bisa soal nya aku ada kegiatan lain, maaf ya mas jujur aku nggak enak karena juga aku bukan siapa-siapa kamu" kata Febri menyesal dan itu membuat Doni kecewa.


" iya udah kalo gitu, tapi hari ini kamu mau kan ikut kita jalan-jalan sebelum kita berangkat besok" kata Doni lagi , dan akhirnya dengan terpaksa febri mengikuti kemauan mereka.

__ADS_1


__ADS_2