
Selama makan Febri hanya fokus pada makanan nya, jujur dia tidak berani melihat sang suami saat ini karena posisi dirinya yang mengenakan pakaian yang kurang bahan, sambil makan sesekali Fahri melihat sang istri yang menurut nya sangat menggemaskan apalagi dengan penampilan seperti itu.
Selesai makan pegawai hotel membereskan sisa makan mereka dan Fahri membuat kopi untuk dia menemani mereka ngobrol, sementara febri sibuk dengan ponselnya untuk menghilangkan kecanggungan yang ada.
"hem" fahri berdehem. Mendengar suara sang suami febri tambah gugup dan dia berharap hari segera pagi. Sementara Fahri yang tidak mendapatkan respon sang istri sedikit kesal, akhirnya Fahri memilih meletakkan kepalanya di pangkuan sang istri, sementara Febri yang melihat nya menjadi salah tingkah.
"abg minggir kenapa sih berat tahu" sewot Febri .
"nggak kok yankkk abg nyaman kek gini" jawab Fahri sambil menenggelamkan kepalanya di perut sang istri dan melingkarkan tangan nya di pinggang sang istri.
Febri yang melihat Fahri manja seperti itu hanya bisa tersenyum dan tanpa sadar tangan nya mengusap kepala sang suami , Fahri yang mendapatkan perlakuan hangat sang istri sangat menikmati dan tanpa sadar dia tersenyum.
"Bang kalo kamu ngantuk pindah yuk" kata febri kepada sang suami.
"Hem ya udah yank, ayo " kata fahri membimbing sang istri ke tempat tidur mereka.
Ketika telah sampai di ranjang Febri langsung merebahkan diri dan menutup dirinya dengan selimut hangat, tiba-tiba Fahri mengungkung tubuh sang istri dan itu membuat febri panik bukan main.
"bb... bang ka..kamu mau apa" tanya febri gugup.
"aku mau minta hak aku sebagai suami bagaimana, kamu tahu kan kalo nolak permintaan suami itu dosa besar sayang" jawab Fahri setengah berbisik dan menggigit telinga sang istri.
Mendapat perlakuan manis sang suami febri menegang seraya menggigit bibir nya dan itu terkesan sangat menggoda keimanan Fahri, lalu detik kemudian Fahri menelusuri leher sang istri dan itu membuat Febri berusaha untuk menahan suara laknat yang akan keluar dari bibirnya.
"Melihat sang istri yang memejamkan matanya, Fahri terus memberikan tanda kepemilikan di sana dan akhirnya malam itu terjadi penyatuan mereka.
Pagi menyapa pasangan pasutri masih betah dengan tidur nya mereka saling memeluk satu sama lain, dan tiba-tiba Febri merasa beban berat menimpa perut nya dan ternyata itu tangan Fahri dan hampir saja ia berteriak karena kaget jika tidak mengingat bahwa mereka sudah menikah.
__ADS_1
Akhirnya Febri bangun dan segera membersihkan diri.
sepeninggalan Febri ternyata Fahri juga bangun karena merasa tidak ada seseorang di samping nya . Dan mengingat kegiatan mereka malam tadi Fahri tersenyum bahagia dia tidak menyangka akhirnya guru cantik ini menjadi sentuhnya miliknya.
Setelah mereka selesai ritual mandi mereka sarapan pagi karena hari ini pengenalan dan penyambutan anggota Persit yang baru. sesampainya di bataliyon kedua pasutri ini di sambut oleh para komandan beserta istri dan mereka berkumpul di aula memulai acara tersebut.
setelah acara demi acara di laksanakan akhirnya Febri resmi Secara tidak langsung masuk ke dalam anggota persit sama seperti yang lainnya. Dan hal ini menambah semakin banyak tugas yang di kerjakan Febri selain sebagai guru dia juga sebagai istri seorang prajurit.
Dua bulan kemudian
Hari ini Fahri mendapatkan tugas untuk ke Sulawesi,dan semua para istri mengantar kepergian sang suami dan hal ini sangat membuat Febri sangat sedih.
"bang kamu hati-hati ya aku sangat takut kehilangan kamu" kata Febri menangisi kepergian sang suami.
"iya sayang doakan aku ya semoga aku lancar tugas nya pulang dengan selamat" kata fahri dengan berat meninggalkan sang istri.
Setelah mengantar kepergian sang suami febri kembali ke rumah tempat dia dan Fahri selama ini, Febri masih bersedih karena kepergian sang suami, dia seakan tidak rela melepaskan kepergian suaminya tapi apa mau di kata semua sudah menjadi takdir dan resiko yang dia terima menikah dengan seorang prajurit.
"bang semoga kamu dalam keadaan sehat aku akan selalu mendoakan kamu semoga kamu nanti pulang dengan selamat" batin febri berbicara.
Tidak terasa hari telah berganti Minggu, Minggu telah berganti bulan dan tidak terasa kepergian Fahri sudah 3 bulan lama nya dan selama ini Febri senantiasa selalu mendoakan sang suami Dimanapun berada.
"bang sudah 3 bulan kamu pergi belum ada kabar berita tentang kamu bang aku rindu sama kamu hiks ..hiks..." guman Febri lirih dengan berderai air mata.
Sementara di daerah lain fahri masih berjuang melawan para pengkhianat negara, selama ini dia rindu sang istri tapi apa boleh buat kendala sinyal susah untuk mereka berkomunikasi. Sempat 2 Minggu yang lalu kejadian naas menimpa Fahri dia tekena panah beracun di pelipis mata nya dan beruntung segera di selamatkan akhirnya Fahri alamat dari maut.
*bang seperti pengkhianatan kali ini jumlah mereka sangat banyak" timpal rekan Fahri.
__ADS_1
"iya benar kita harus hati-hati , semoga nanti semua beres tempat waktu" harap Fahri lagi.
Pagi ini Febri merasakan pusing di kepala nya dan dan dia muntah-muntah bolak balik ke kamar mandi dan hal ini membuat tubuhnya lemah, akhirnya dengan inisiatif sendiri dia pergi cek up kesehatan.
"selamat pagi buk ada yang bisa saya bantu" tanya sang dokter.
"saya mengalami pusing dok pagi tadi" timpal Febri kemudian.
"coba saya periksa, kapan terakhir datang bulan buk" kata dokter kemudian. Mendengar perkataan dokter Febri seakan lupa, dia terakhir datang bulan itu sebelum kepergian Fahri.
"saya nggak tahu dok sekitar 2 bulan saya nggak haid" jawab febri.
Mendengar jawaban febri sang Dokter hanya tersenyum dan mengatakan bahwa saat ini dirinya sedang mengandung ,hal itu sangat membuat Febri sangat bahagia dan sedih.
" selamat ya buk atas kehamilannya di jaga baik-baik ya buk" nasehat dokter.
"iya dok terimakasih" timpal febri.
Selepas dari memeriksa kandungan akhirnya febri kembali ke asrama, Akana tetapi tiba-tiba dia tidak sengaja bertemu dengan mantan kekasih sang suami dan wanita itu dengan gaya angkuhnya menghina dia.
"Hem kamu mantan Reno kan" tanya Melisa sinis
"iya mbk kenapa" timpal febri kemudian.
"aku harap kamu jauhi Reno karena dia itu tunangan aku , dan aku harap kamu dapat laki-laki lain ya jangan ganggu hubungan orang" ketus Melisa.
Mendengar ancaman Melisa Febri hanya menganggap dengan senyum saja dia tidak tahu jika wanita yang dia hina adalah istri dari seorang laki-laki yang pernah di sakiti nya.
__ADS_1
"iya mbk, kalo gitu saya permisi" pamit febri dia malas berdebat wanita gila itu. Melihat kepergian Febri , Melisa menjadi kesal kenapa wanita itu bersikap tenang akhirnya ia dongkol sendiri .. hahaha