Mengejar Cinta Bu Guru

Mengejar Cinta Bu Guru
Episode 13


__ADS_3

setelah mendapat no Fahri Febri sangat bahagia dan dia merasakan sesuatu yang belum pernah di rasakan bisa jadi ini cinta kedua atau cinta terakhir setelah sang Ayah.


sedikit cerita Febri merupakan gadis yatim karena sang ayah meninggal karena sakit saat ini ia hanya bersama ibu dan adiknya saja , maka dari itu ia nekad untuk merantau dan mengubah nasib nya.


"hufff kok aku takut ya apa aku coba kirim pesan sama bang Fahri kira-kira di bales apa nggak ya" pikiran berkecamuk Yanga ada dalam pikiran Febri saat ini. "aku kirim aja deh coba siapa tahu dia mau balas" raut bahagia terukir dalam senyuman nya.


(Assalamualaikum)


5menit berlalu belum juga ada balasan dari Fahri dan itu membuat Febri uring-uringan tidak jelas.


sementara Fahri masih memberikan arahan terkait pelaksanaan kegiatan yang akan mereka adakan untuk memperingati HUT TNI ke 77 jadi Fahri tidak begitu gubris handphone nya bergetar. setelah memberikan arahan dan kegiatan telah bubar baru ia membuka aplikasi hijau di hp nya.


"siapa sih ngirim pesan ,no baru siapa ya apa aku balas aja , siapa tahu penting" gumam Fahri dan akhirnya membalas pesan tersebut.


(waalaikumsalam siapa?)


sementara Febri yang sudah terlanjur kesal mendengar notif di handphone nya dan ketika tumbuh nama Fahri hatinya bahagia tiada terkira.


"ya Allah akhirnya bang Fahri balas chat aku , aduh kok grogi gini ya , apa nanti aja aku bales, eh tapi kalo nggak di bales nanti bang Fahri nggak aktif ,dah lah bales aja" gumam Febri bahagia dan terkekeh kecil.


(aku febri bang, maaf aku minta no abg Nggak sama abg langsung🙏)


(Oh kamu dek , ya nggak apa-apa kok , kamu mintak sama Angga ya dek😊)


(iya bang)


Dan akhirnya malam itu mereka chating sampai tidak ingat Wak dan akhirnya percakapan mereka di akhiri atas perintah Fahri, dan sesungguhnya Fahri risih karena Febri kebanyakan nanya dan itu membuat nya jadi tidak mood.

__ADS_1


Ternyata terbanding terbalik antara Febri dan Fahri , Febri sangat bahagia menadapat balasan dari Fahri sedangkan Fahri risih akan hal itu dan tanpa sepengetahuan mereka semua Fahri tidak begitu tulus berteman dengan Febri bahkan dia ternyata menyukai Riri sahabat febri dan merupakan kekasih Angga, hingga akhirnya Fahri mengubur rasa itu dan sekarang ia memberikan harapan pada Febri tanpa memikirkan prasaan perempuan itu akan terluka.


sadis sekali komandan ini 🥺


ketika pagi hari nya Febri begitu semangat karena mendapat respon Fahri dan hal itu memancing ke kepoan sang sahabat.


"cieee ngapain loe senyum-senyum kek orang gila dari tadi gue lihat" jawab Riri kepo.


"is kepo aja deh Lo" kata Febri membuat Riri kesal.


" is di tanyain bilang gitu, awas lo butuh bantuan gue ya ogah gue nolongi lagi" kata Riri mengancam.


mendengar ancaman Riri akhirnya febri menceritakan semua apa yang ia rasakan tanpa sedikitpun ia tutupi dan hal itu sukses membuat sang sahabat merasa bahagia.


"wah srius lo gue bahagia banget denger nya semoga bang Fahri nanti ngungkapin prasaan nya ke Lo" kata Riri bahagia.


"Amin maksasih RI, tapi kenapa aku merasa kalo bang Fahri nggak suka ya sama aku" gumam Febri lirih.


"thanks ri semoga aja ya " jawab Febri mengaminkan apa yang di doakan sang sahabat.


Waktu terus berlalu hingga kedekatan Febri dan Fahri semakin dekat bahkan hampir sama dengan hubungan Riri dan Angga, Ternyata Fahri mendekati febri supaya dia bisa dekat dengan Riri tanpa tahu siapa pun. mungkin akan ada waktu nya nanti Fahri mengungkapkan rasa kepada Riri sang pujaan hati.


Dan disinilah keempat sahabat yang terdiri dari Fahri ,Riri, Angga,dan febri, ternyata tanpa di ketahui Febri, Angga, Riri, dan Fahri terlibat cinta segitiga dan itu hanya Fahri yang tahu . disini mereka lagi jalan malam Minggu ini rencana akan ke bioskop untuk nonton, setelah mendapat kan tiket mereka masuk kedalam bioskop dan ternyata posisi kursi Fahri ada di sebelah Riri dan dalam artian Riri duduk diantara dua lelaki ini.


"feb kamu di sebalah aku ya" kata Riri agak sedikit risih karena di apit oleh dua lelaki.


"nggak ah aku di sini aja kok RI" jawab Febri . bukan karena apa ternyata ia punya prasan bahwa Fahri mendekati nya hanya untuk bisa akrab dengan Riri dan hal itu sebenarnya membuat dia sakit hati, tapi dia sadar diri bahwa dia bukan siapa-siapa Fahri dia hanyalah orang asing yang hadir dalam hidup Fahri.

__ADS_1


"oke deh kalo gitu" kata Riri pasrah.


akhirnya mereka semua fokus memperhatikan layar besar di depan mereka, hanya febri saja yang tidak fokus karena dia memperhatikan Fahri dan Riri,dan tanpa sepengetahuan Angga Ternyata Fahri memberikan perhatian kecil kepada Riri dengan mengusap bibir Riri dengan sapu tangan karena berlepotan, hal itu tak luput dari pandangan febri sehingga membuat dia kecewa dan sedih.


"ternyata bang Fahri juga suka sama Riri , kamu beruntung RI di sukai oleh dua lelaki yang hebat , gue iri sama loh tapi nggak ada guna juga sih gue iri smaa loh , karena loh adalah sahabat gue demi lihat lo bahagia gue bakal bahagia juga" kata hati Febri yang mewakili kesedihan nya.


setelah nonton dari bioskop mereka makan bersama di tempat yang berbeda karena di mall ini tempat makan berada di lantai 3 dan akhirnya mereka semua menuju ke lantai 3 untuk memesan makanan .


setelah mencari tempat yang kosong dan akhirnya mereka menemukan satu meja yang terdiri dari 4 orang di sinilah mereka sekarang.


"mbak" panggil Fahri kepada pelayan tersebut.


"iya mas, mbak mau pesan apa" kata pelayan itu sambil menyodorkan buku menu.


"kalo saya cappucino dua dan nasi goreng , spaghetti, jus lemon, mie ayam" kata fahri hanya menyebut kan makanan kesukaan Riri dan Angga saja tanpa bertanya pada febri apa yang ia mau. hal itu tidak luput dari penglihatan febri dan kedua orang itu.


"loh bang Febri nggak di pesenin juga" kata Riri spontan.


"heh kamu belum ya dek" kata fahri gugup karena hampir saja dia mengaca kan cara malam ini.


"kamu pesan apa dek" tanya Fahri kepada febri seolah tidak bersalah.


"jus mangga aja mbak" jawab Febri kepada pelayan tersebut.


setelah kepergian pelayan itu rasa canggung mendera mereka , bahkan Fahri sendiri bingung mau bilang apa.


"dek kamu nggak pesan makanan apa gitu" kata fahri lagi.

__ADS_1


"nggak ini aja cukup" Jawab Febri cuek.


mendengar sikap cuek Febri akhirnya Fahri diam saja dan mereka melanjutkan makan dengan khidmat ketika pesanan mereka datang.


__ADS_2